SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Chafter VI
“ Siklus
Pengeluaran Bagian II Prosedur Pemprosesan, Penggajian dan Aktiva Tetap”
Adapun tujuan dari siklus
pengeluaran yaitu mengonversi kas perusahaan ke materi fisik dan sumber daya
manusia yang di perlukan untuk menjalankan bisnis.
1.
GAMBARAN UMUM AKTIVITAS PENGGAJIAN
Pemprosesan gaji pada
karyawan merupakan sistem pembelian kredit, secara teori cek gaji harus dapat
di proses melalui sistem utang usaha dan membayar gaji tersebut. Berikut proses
dalam pembayaran gaji karyawan yaitu :
a.
Perusahaan dapat
mendesain prosedur pengeluaran umum yang di tetapkan merubah petunjuk pada
asset tetap.
b.
Penulisan cek
kepada karyawan harus memerlukan pengendalian khusus
c.
Prosedur pengeluaran
umum didesain untuk mengakomodasi arus yang relatif lancar.
2.
SISTEM PENGGAJIAN MANUAL
a.
Personalia, departemen
personalia menyiapkan dan menyerahkan ke departemen penggajian berbagai
formulir kegiatan personalia.
b.
Produksi, karyawan
produksi menyiapakan dua jenis kartu catatan waktu kerja (Time Record) kartu
pekerjaan dan waktu kerja.
c.
Akuntansi Biaya,
departemen akuntansi biaya menggunakan kartu pekerjaan untuk mengalokasikan
biaya tenaga kerja kea kun WIP sebagai tenaga kerja langsung atau overhead
d.
Penggajian, departemen
penggajian menerima tarif pembayaran dan data pemotongan gaji dari departemen
personalia dan data jam kerja dari departemen produksi.
e.
Departemen
utang, departemen utang usaha (Accounts Payable) memeriksa kebenaran daftar
gaji dan menyiapkan dua salinan tanda terima dan pengeluaran kas sebesar biaya
tersebut.
f.
Pengeluaran Kas,
manajer dibagian pengeluaran kas menerima cek-cek penggajian, memeriksanya dan
kemudian menandatanganinya lalu mengirimkannya kepusat pembayaran untuk didistribusikan
kepada karyawan.
g.
Buku Besar, departemen
buku besar umum menerima rangkuman distribusian bagian tenaga kerja dan bagian
akuntansi biaya dan tanda terima pengeluaran kas dari utang usaha.
3.
PENGENDALIAN PENGGAJIAN
a.
Otorisasi
Transaksi, formulir kegiatan personalia memasukkan pengendalian otorisasi yang
penting dalam sistem penggajian.
b.
Pemisahan Tugas,
fungsi penjagaan waktu harus dipisahkan dari fungsi tunggu personalia.
Departemen personalia memberikan informasi tarif pembayaran ke bagian penggajian
untuk karyawan yang dibayar perjam.
c.
Suverpisi, wilayah
lain yang berisiko adalah penjagaan waktu. Kadang-kadang karyawan memasukkan
kartu untuk karyawan lain yang terlambat atau absen
d.
Catatan
Akuntansi, Jejak audit dalam penggajian harus ada yaitu sebagai berikut:
·
Kartu waktu,
pekerjaan, dan bukti kas keluar.
·
Informasi jurnal
·
Akun buku besar
pembantu
·
Akun buku besar
umum
e.
Pengendalian
Akses, aktiva yang berkaitan dengan sistem penggajian adalah tenaga kerja dan
kas, keduanya dapat disalah gunakan melalui akses yang tidak benar kecatatan
akuntansi.
f. Verifikasi Independen, verifikasi jam kerja,
pengurus pembayaran ( Paymaster), utang usaha, dan buku besar umum.
4.
SISTEM PENGENDALIAN BERBASIS KOMPUTER
a.
Otomatisasi
sistem penggajian menggunakan pemprosesan batch
Karena sistem penggajian tidak sering
dilakukan (mingguan atau bulanan) tersebut sering kali cocok dengan pemprosesan
batch dan life berurutan.
·
Implikasi
pengendalian, kekuatan dan kelemahan dari sistem ini dama dengan kekuatan dan
kelemahan dalam sistem batch untuk sistem pengeluaran umum yang di bahas
sebelumnya.
b.
Merakayasa ulang
sistem penggajian
Untuk
perusahaan yang berukuran besar dan sedang, pemprosesan gaji sering disatukan
dalam sistem manajemen sumber daya manusia.
·
Personalia
·
Akuntansi Biaya
·
Penjagaan Waktu
·
Pemprosesan Data
·
Implikasi
Pengendalian
5.
SISTEM AKTIVA TETAP
Aktiva
tetap adalah property, pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam operasi
bisnis, item-item ini relatif permanen dan seing kali secara kolektif
mencerminkan investasi keuangan terbesar perusahaan.
a.
Logika sistem
aktiva tetap
·
Akuisisi aktiva,
merupakan akuisisi aktia dimulai dari manajer departemen yang melihat kebutuhan
untuk mendapatkan aktiva tetap yang baru.
·
Pemeliharaan
aktiva, merupakan pemeliharaan yang melibatkan penyesuaian saldo akun buku
besar pembantu aktiva ketika aktiva tersbut menyusut sepanjang waktu
pemakaiannya.
·
Pemghapusan
aktiva, merupakan ketika aktiva mencapi titik akhir dari umur ekonomisnya atau
ketika manajemen memutuskan untuk menghapusnya, aktiva tersebut harus di hapus
dan buku besar pembantu aktiva tetap.
b.
Sistem
pengendalian tetap berbasis komputer
Pada
pengendalian berbasis komputer ini menggambarkan sistem aktiva tetap berbasis
komputer untuk pembahasannya ini di tampilkan secara realtime, akan tetapi,
perusahaan yang memproses transaksi aktiva tetap dalam jumlah besar mungkin
menggunakan pemprosesan batch.
·
Prosedur
akuisisi
·
Pemeliharaan
aktiva
·
Prosedur
penghapusan
c.
Mengendalikan
sistem aktiva tetap
Karena
adanya kesamaan antara sistem aktiva tetap dan siklus pengenluaran kebanyakan
pengendaliannya juga sama dan telah dibahas.
·
Pengendalian
otorisasi
·
Pengendalian
supervise
·
Pengendalian
verifikasi independen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar