LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI
CRUDE PALM OIL (CPO) DAN KERNEL
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
Di ajukan untuk memenuhi persyaratan mengikuti Ujian
Nasional (UN) di SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman
Disusun
Oleh :
NAMA : ARLINA SUTANTI
NIS : 0423
JURUSAN : AKUNTANSI
SMK TARUNA BHAKTI INDONESIA KATEMAN
KABUPATEN
INDRAGIRI HILIR - RIAU
TAHUN AJARAN 2016/2017
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman
kelapa sawit merupakan tanaman yang banyak di kebunkan oleh
perusahaan-perusahaan yang besar, baik pemerintah maupun swasta. Bahkan
masyarakat pun banyak bertanam kelapa sawit secara kecil-kecilan. Hal ini
menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit sangat cocok tumbuh di Indonesia. Jika
di targetkan untuk menjadi Negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di
dunia, tentu orang-orang mengelolanyan dari mulai pembibitan, penanaman, sampai
ke teknik pengelolahan serta menjadi produk yang bisa di butuhkan oleh
masyarakat.
Kelapa
sawit merupakan minyak nabati yang penting, minyak kelapa sawit mampu
menghasilkan berbagai hasil industry hilir yang di butuhkan manusia, seperti
minyak goreng, mentega, dan lain sebagainya. Minyak kelapa sawit mengandung
asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam proses selanjutnya yang akan
menghasilkan fraksi Olein, stearin, dan
fatty acid. Yang di pergunakan untuk
pembuatan mentega, sedangkan fatty acid
di gunakan untuk bahan dasar oleokimia.
Industri
pengolahan kelapa sawit berkembang maju dan mengalami peningkatan yang sangat
pesat, dengan kapasitas produksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel.
Produksi minyak kelapa sawit di dalam negeri diserap oleh industri pangan,
terutama industri minyak kelapa goreng dan industri non pangan seperti indusrti
kosmetik dan farmasi. Hasil utama tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit atau
sering dikenal dengan nama Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Minyak sawit dapat
dimanfaatkan di berbagai industi karena memiliki susunan dan kandungan gizi
yang cukup lengkap .
Dalam
pelaksanaan Prakerin para siswa harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar
sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaanya praktek kerja industri tidak ada kendala
dalam penerapan ilmu-ilmu baru yang tidak di ajarkan di lembaga kejuruan
tersebut. Dalam pelaksanaan prakerin ini di harapkan setiap siswa mampu
mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang di lakukan di dunia
usaha maupun di dunia industri. Pada Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini saya
mengambil judul tentang “PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI CRUDE PALM
OIL (CPO) DAN KERNEL” pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
1.2.
Rumusan Masalah
Bagaimana
prosedur pengolahan produksi TBS menjadi CRUDE PALM OIL (CPO) dan Kernel di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
?
1.3.
Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Adapun
beberapa tujuan Prakerin ini adalah sebagai berikut :
a.
Mempersiapkan lulusan yang memiliki
keahlian profesional dengan tuntutan lapangan
kerja.
b.
Membentuk pola pikir dan tingkah laku
mandiri yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
c.
Menambah dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dasar yang di miliki oleh siswa/i Prakerin sesuai bidang
masing-masing.
d.
Kegiatan Prakerin juga merupakan sebuah
syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
e.
Dengan di laksanakannya Prakerin ini
juga di harapkan siswa/i mampu mendapatkan ilmu tentang dunia kerja.
f.
Membekali siswa dalam pengalamannya yang
sebenarnya dalam kerja dan masyarakat.
g.
Mempersiapkannya sikap mental dan
mengembangkan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
h.
Meningkatkan wawasan tentang ilmu
pengetahuan dan teknologi.
i.
Menciptakan tenaga kerja yang terampil dan professional
agar dapat bekerja dengan efektif dan efesien.
1.4. Tujuan Pembuatan Laporan
Laporan merupakan hal
terpenting yang saling terkait dengan pembahasan Prakerin di mana seseorang
akan dituntut mengenai laporan apabila laporan telah selesai melakukan
prakerin.
Dalam menjalankan Prakerin
siswa/i diwajibkan untuk membuat laporan kegiatannya selama Prakerin. Adapun
tujuan pembuatan laporan sebagai berikut:
a.
Sebagai bukti bahwa saya telah
melaksanakan Prakerin di dunia usaha.
b. Sebagai
persyaratan bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).
a. Sebagai
pengembangan inspirasi di dalam pembuatan laporan selama melaksanakan Prakerin.
1.5. Manfaat Prakerin
Dalam kegiatan prakerin ini adapun manfaat
yang di dapat oleh siswa/i Prakerin, antara lain adalah :
a. Menambah
wawasann serta pengalaman bagi para siswa/i Prakerin.
b. Membina
hubungan kerja sama yang baik, menumbuhkan rasa kebersamaan antara pihak
sekolah dengan pihak perusahaan atau lembaga instansi lainnya.
c. Menghasilkan
tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, berkualitas,
semangat kerja yang baik dan benar dan siap kerja. Sesuai dengan tuntutan zaman
di era teknologi informasi dan komunikasi.
1.6. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan
adalah pengelompokkan laporan yang telah di susun secara sistematis guna untuk
mempermudah pembaca memahami isi yang terkandung di dalamnya. Setiap laporan
pasti mempunyai sistematika pembahasan, karena sistematika pembahasan ini sudah
ketentuan yang lazim di ketahui.
Di dalam laporan ini mempunyai sistematika
pembahasan 4 BAB di antaranya yaitu :
1.
BAB I
Pada
Bab I ini saya menjelaska tenang latar belakang, pengertian prakerin, tujuan
prakerin, manfaat prakerin, alasan memilih judul, dan sistematika pembahasan.
2.
BAB II
Pada bagian Bab II ini saya menjelaskan tentang
gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah berdirinya perusahaan.
3.
BAB III
Pada bagian Bab III ini saya menjelaskan tentang
pembahasan dan teori yaitu tentang bagian Produksi tentang Prosedur Pengolahan
Produksi TBS Menjadi CPO Dan KERNEL Selama Prakerin Di PT. TH Indo Plantations
PMKS Pulai.
4.
BAB IV
Pada
bagian Bab IV atau Bab terakhir yaitu Bab penutup yang berupa kesimpulan,
saran, penutup, serta lampiran-lampiran, dan daftar pustaka.
BAB II
GAMBARAN UMUM TERHADAP PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT TH Indo Plantations dahulu bernama PT.
Multi Gambut Industri, perusahaan ini merupakan perusahan Penanaman Modal Asing
(PMA). Yang bergerak di bidang perkebunan dan bidang pabrik pengolahan kelapa
sawit. Berdasarkan surat keputusan Mentri Negara, BPN No. 31/HGU/BPN/96 tentang
pemberian Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT. Multi Gambut Industri, di wilayah
kabupaten Indragiri Hilir. Dan berdasarkan SK Mentri Kehutanan nomor
831/KtsII/1993 mengenai pelepasan kawasan hutan untuk budidaya perkebunan atas
nama PT Multi Gambut Industri. Lokasi perkebunan ini termasuk dalam wilayah
daerah tingkat II Indragiri Hilir dan Pelalawan provinsi Riau.
PT.
TH Indo Plantations telah berganti nama sebanyak 3 (tiga) kali, pertama kali
didirikan dengan nama PT. Multi Gambut Industri, di hadapan noteris Azhar Alia,
SH di Jakarta dengan nama akta 38 pada tanggal 15 Mei 1998. Kemudian pada
tanggal 19 Januari 2007 perusahaan ini berganti nama untuk kedua kalinya
menjadi PT. TH Gambut Plantations di hadapan notaries Sutjipto, SH di Jakarta dan
pada tahun 2009 berdasarkan keputusan rapat TH. Gambut Plantations menjadi PT
TH Indo Plantations PMKS Pulai.
PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai secara
resmi melalui produk Tandan Buah Sawit (TBS) tahun 2000, sedangkan produk
minyak sawit Crude Palm Oil (CPO)
tahun 2001, PT TH Indo Plantations telah membangun 6 unit pabrik pengelolaan
minyak kelapa sawit (CPO), diantaranya (POM I Pulai, POM II Nyato, POM III
Ramin, POM IV Tembusu, POM V Jati, dan POM VI Agastis) ke 6 (enam) unit pabrik
yang telah beroperasi dengan normal. Di samping itu juga PT. TH Indo
Plantations membangun 1 (satu) unit pabrik pengelolaan inti sawit menjadi
minyak Crude Palm Kernel Oil (CPKO).
Mempunyai luas lahan keseluruhan 32.815
M². Dengan kapasitas pabrik sebagai berikut :
1.
Kapasitas Pabrik : 120 Ton / Unit
2.
2 Unit Loading Ramp : 1.000 Ton / Unit
3.
4 Unit Sterilizer : 50 Ton / Unit
4.
8 Unit Press : Cap. 20 Ton / Hr / Unit
5.
2 Unit Decanter : 60 Ton / Jam / Unit
6.
2 Unit Boiler : 52, 60 Ton / Jam /
Unit
7. 2
Turbin :
1,750 KW (1,7 MM), dan 1000 (1 MM)
2.2. Prosedur dan Tata Kerja
Perusahaan
Penetapan
waktu kerja di dasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan mengindahkan
perundangan-undangan yang berlaku sebagai mana mestinya, PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai menggunakan waktu dengan ketentuan yaitu sebagai berikut
:
a. Senin
s/d Kamis
Jam Masuk Pagi :
07.00-12.00
Jam Istirahat : 12,00-02,00
Jam Siang :
02,00-05,00
b. Jum’at
Jam Masuk Pagi :
07,00-11,30
Jam Istirahat : 11,30-02,00
Jam Siang : 02,00-05,00
c. Sabtu
Jam Masuk Pagi :
07,00-13,00
Jam Pulang : 13,00
2.3. Jumlah Tenaga Kerja PT. TH
Indo Plantations
Tenaga
kerja PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai terdiri dari Staff, KBT (Karyawan
Bulanan Tetap), dan KHT (Karyawan Harian Tetap). Yaitu sebagai berikut :
2.3.1.
Jumlah Staff PMKS Pulai
a.
Mill Manager
b. Askep
(Assistant Kepala)
c. KTU
(Kepala Tata Usaha)
d. Assistant
Operasional
e. Assistant
Proses shift I
f. Assistant
Porses shift II
g. Assistant
Maintenance
h. Pembukuan
i. Supervisor
Listrik
2.3.2.
Jumlah Karyawan Bulanan Tetap ( KBT )
a. Abdul
Wahid ( Inc. Ka. Gudang )
b. Jaelani
( Kanit Security)
c. Basri
Y ( Anggota Security )
d. Martono
( Oprator Excavator )
e. Tukilan
( Oprator Genset )
f. Daniel
Toska ( Helper Genset )
g. Suardi
( Mandore Gardener )
h. Seven
Julizar ( Mandore Proses )
i. Supandi
( Op. Crane )
j. Taufik
Rahman ( Boiler Attd )
k. M.
Karyoto ( Op. Press )
l. Didik
Maryanto ( Ka. Lab )
m. Andri Suyanto ( Supir DT )
2.3.3. Jumlah
Karyawan Harian Tetap ( KHT)
Karyawan Hariaan Tetap ( KHT )
di bagi menjadi 8 Divisi yaitu sebagai berikut :
a. Divisi
Kantor sebanyak ( 11 Orang )
b. Divisi
Security sebanyak ( 11 orang )
c. Divisi
Workshop sebanyak ( 23 orang )
d. Divisi
Labor sebanyak ( 14 Orang )
e. Divisi
Oprator Sebanyak ( 4 orang )
f. Divisi
Timbangan Sebanyak ( 22 Orang )
g. Divisi
Umum Sebanyak ( 4 orang )
h. Divisi
Proses sebanyak ( 48 Orang )
Jadi bila di totalkan kariawan kita sebanyak 159 Orang yaitu Staff
yang terdiri dari 9 orang, karyawan KBT yang terdiri dari 13 orang, dan
karyawan KBT yang terdiri dari 137 orang.
2.4. Struktur Organisasi
Kepagawaian
Pada umumnya
setiap badan usaha memilih struktur organisasi yang mencerminkan kelangsungan
kerja. Tanpa adanya struktur organisasi maka arus kegiatan tidak berjalan
dengan lancar, melainkan akan menimbulkan banyak kesulitan halnya jika
perusahaan yang memiliki struktur organisasi perusahaan di mana banyak
melibatkan department yang terkait di dalamnya, maka batasan wewenang tanggung
jawab serta tingkat kedudukan seseorang dapat di control dengan baik dan dalam perjalanan
aktifitas pun dapat terarahkan.
Struktur organisasi yang tetapkan
oleh PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah struktur organisasi garis karena
dari segi kegiatannya organisasi garis merupakan organisasi paling sederhana
dan sangat luas penggunaannya.Berikut Struktur Organisasi Kepegawaian PT. TH
INDO PLANTATIONS PMKS Pulai sebagai berikut :
2.5.
Tugas-Tugas Kepegawaian
Berikut Tugas-tugas kepegawaian PT.
TH Indo Plantations PMKS Pulai sebagai berikut :
1. Group Mill Manager
Group Mill Manager bertugas dan
bertanggung jawab pada 6 pabrik, serta melaporkan kondisi atau produktifitas
dari 6 pabrik Head Pom (Direktur Pabrik).
2. Mill Manager
Mill Manager bertugas dan
bertanggung jawab mengawasi serta merencanakan
pekerjaan atau produktifitas dari satu unit pabrik, mensupervisi para
Assistant untuk pencapaian produksi dan kelancaran pabrik.
3. Askep
Askep (Assistant Kepala) bertugas
dan bertanggung jawab Membantu Manager mensufervisi para Assistant, dan
memastikan program kerja dari masing-masing Assistant agar berjalan dengan
baik.
4. KTU
Kepala Tata Usaha (KTU) memiliki
tugas dan bertanggung jawab dalam penyusunan daftar gaji karyawan, mengontrol
semua laoran dari setiap bagian agar tepat waktu, dan berwewenang merencanakan
atau mengarahkan kegiatan di bidang administrasi untuk mencapai sasaran biaya
dan mencapaian sarana bisya sesuai dengan penganggaran biaya yang telah di
tentukan.
5. Assistant Operasional
Assistant
Operasional memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan penganalisaan sample
dengan memperoleh hasil yang akurat, dan memastikan aktifitas pengapalan
produksi agar berjalan dengan baik.
6. Assistant Maintenance
Assistant
Maintenance memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan perbaikan unit mesin
dapat terselesaikan dengan cepat dan hasil yang lebih baik, merencanakan dan
merealisasikan program perawatan masing-masing, serta Memfollow Up permintaan
barang kepada pihak Purchasing.
7. Assistant Proses
Assistant Proses Shift I memiliki tugas
dan tanggung jawab mensferrvisi kerja karyawan untuk pengolahan pabrik, serta
mengawasi kelancaran pengolahan pabrik untuk mencapai target produksi.
8. Pembukuan
Pembukuan memiliki tugas dan
tanggung jawab terhadap pengeluaran, pemasukkan, dan biaya-biaya yang di
perlukan atau di butuhkan oleh perusahaan.
9. Krani Administrasi Personalia
Krani Personalia memiliki tugas dan
tanggung jawab terhadap penggajian seluruh karyawan PMKS Pulai, serta menangani
surat menyurat yang di keluarkan maupun surat yang masuk di PMKS Pulai.
10. Krani Workshop
Krani Workshop memiliki tugas dan
tanggung jawab membantu membuat laporan maintenance, membantu membuat laporan
mayor maintenance.
11. Krani Produksi
Krani Produksi memiliki tugas dan
bertanggung jawab pada bagian produksi yang mencakup dari pengolahan produksi
sampai penjualan.
12. Krani Gudang
Krani Gudang memiliki tugas dan
bertanggung jawab menanyakan ke pemasok mengenai perkembangan barang dan jasa
yang di butuhkan tersebut, dengan melalui Email, dan telepon.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pengertian Prosedur Pengolahan
Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel
3.1.1. Pengertian Prosedur
Di
dalam suatu perusahaan sangat memerlukan
prosedur yang baik untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas operasional
sehingga keputusan yang di ambil harus tepat, efektif, dan efisien agar
perusahaan tidak mendapat kerugian dan
konsumen pun tidak di rugikan. Adapun pengertian prosedur menurut para ahli
adalah sebagai berikut :
Menurut
Mulyadi (2010:5) Prosedur adalah suatu kegiatan yang biasanya melibatkan
beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang di buat untuk menjamin
penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
Menurut
Zaki Baridwan (2009:30) Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani
(Clerical), biasanya melibatkan
beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, di susun untuk menjamin adanya
perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sedang
terjadi.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli tersebut
dapat di simpulkan bahwa prosedur merupakan suatu urutan yang tersusun yang
biasanya melibatkna beberapa orang dalam suatu bagian departement atau lebih,
serta di susun untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap
transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
3.1.2. Pengertian
Pengolahan
Pengolahan artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi
benda produk jadi agar dapat di manfaatkan secara luas, pada prinsipnya, kerja
pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur,
memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya, kerja pengolahan menggunakan
desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran sesuai dengan rancangan
yang di buat. Adapun pengertian pengolahan menurut para ahli adalah sebagai
berikut :
Menurut Prajudi Atmosudirjo,1982 Difinisi pengolahan adalah kegiatan
pemanfaatan dan pengendalian atas semua sumber daya yang di perlukan untuk
mencapai ataupun menyelesaikan tujuan tertentu.
Menurut Sondang P.Siagian,1997 Arti pengolahan adalah skil / keterampilan untuk
mencapai suatu hasil tertentu dengan menggunakan tenaga / bantuan orang lain.
Dari
beberapa menurut para ahli dapat di simpulkan bahwa pengolahan adalah
pemanfaatan sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang dapat di
wujudkan dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.1.3.
Pengertian Proses Produksi
Mendenifisikan suatu hal
merupakan langkah awal yang lazim sebelum melakukan pembahasaan lebih mendalam
untuk itu berikut pengertian proses produksi menurut para ahli yaitu sebagai
berikut :
Menurut
Indriyo Gitosudarmo (2000:2) Proses produksi adalah merupakan interaksi antara
bahan dasar, bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin-mesin serta alat
perlengkapan yang di pergunakan.
Menurut
Arman Hakim Nasution (2003:1) Proses produksi yaitu merupakan metode dan teknik
yang di gunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk.
Menurut
Teguh Baroto (2002:13) Proses produksi adalah aktifitas produk jadi dari bahan
baku yang melibatkan mesin, energy, pengetahuan teknis, dan lain-lain. Atau
sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah nilai ekonomi suatu benda dengan
tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan orang badan usaha atau
organisasi yang menghasilkan barang dan jasa di sebut produsen.
Dari
beberapa menurut para ahli tersebut bahwa proses produksi dapat di simpulkan
sebagai berikut yaitu, dapat di ketahui bahwa untuk menghasilkan barang atau
jasa di perlukan usaha mendayagunakan masukan berupa tenaga kerja, bahan baku,
dan peralatan perkembangan dari pada proses produksi menghasilkan banyak macam
jenis-jenis proses produksi dalam perusahaan.
3.2. Alur Proses Produksi
3.2.1.
Skema Alur Proses Produksi
Alur proses TBS (Tandan Buah
Segar) yang telah di panen oleh pihak Estate di kirim ke Pabrik Kelapa Sawit.
Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan 2 (dua) metode transportasi yaitu
transportasi darat dan tranportasi air. Transportasi jalan darat menggunakan
Drum Truk (DT), Mini Traktor (MT), dan transportasi air yang menggunakan
Ponton. Setiap buah yang masuk ke pabrik di lakukan penimbangan yang di bawa
oleh Drum Truk, Mini Traktor, dan ponton. Yang berguna untuk mengetahui berapa
banyak buah yang di terima oleh pabrik baik dari timbangan kanal maupun
timbangan darat.
3.2.2. Rekap Monitoring Timbangan
Adapun
table Monitoring Operasional Timbangan buah setiap Estate pada PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai adalah sebagai berikut :
|
REKAP MONITORING OPERASIONAL TIMBANGAN
JUNI-SEPTEMBER
|
|
PT. TH INDO
PLANTATIONS PMKS PULAI
|
|
|
|
|
|
|
|
NO
|
BULAN
|
UNIT
|
TBS TERIMA
|
TIMBANGAN KANAL
|
TIMBANGAN DARAT
|
|
1
|
Juni
|
KG
|
15,742,810
|
7,872,430
|
8,462,630
|
|
2
|
Juli
|
KG
|
15,862,750
|
7,400,120
|
12,627,060
|
|
3
|
Agustus
|
KG
|
25,021,980
|
7,872,430
|
7,870,380
|
|
4
|
September
|
KG
|
24,983,520
|
12,829,950
|
12,153,570
|
|
Total
|
81,611,060
|
35,974,930
|
41,113,640
|
Keterangan :
Jumlah penerimaann TBS Timbangan darat + jumlah
penerimaan TBS timbangan kanal, lalu mendapat hasil jumlah TBS Terima.
Setelah
selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan
kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang
terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir
terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
Setelah di lakukan
penimbangan selanjutnya akan di lakukan Sortasi atau Grading berdasarkan
standard dan kualitas TBS. Sortasi atau Grading adalah suatu kegiatan
penyotiran TBS (Tandan Buah Segar) yang di terima oleh Pabrik dengan fungsi
sebagai berikut :
a.
Untuk mengetahui kualitas dari TBS yang
di terima oleh Pabrik.
b.
Data laporan balik ke estate atau kebun
atas kualitas TBS yang di kirim.
c.
Merupakan salah satu parameter yang akan
mempengaruhi hasil dan kualitas produksi pabrik.
3.2.2. Laporan
Sortasi Nilai Panen (LSNPK)
Adapun sortasi yang di lakukan terhadap setiap kebun maupun afdeling
yang di laukan setiap truk maupun ponton yang masuk guna untuk mengetahui
jumlah kualitas TBS yang memenuhi standard dan kerteria nilai panen yang di
sebut dengan Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK). Sortasi TBS di lakukan
berdasarkan kriteria nilai panen. Adapun kriteria-kriteria nilai panen serta
rekap nilai panen sebagai berikut
|
KRITERIA
NILAI PANEN
|
|
|
|
|
|
|
|
NO
|
JUMLAH
|
KRITERIA
|
|
|
|
1
|
MENTAH
|
TBS tidak membrondol atau
membrondol < 1 brondolan / Kg/ BJR
|
|
|
2
|
MASAK
|
TBS membrondol 1 brondolan / Kg BJR s/d 25% membrondol
|
|
|
3
|
TERLALU MASAK
|
TBS membrondol min 25% s/d max 75%
|
|
|
4
|
TANDAN KOSONG
|
TBS membrondol < 75% atau
brondolan yang tersisa 25% pada tandan
|
|
|
5
|
TANGKAI PANJANG
|
Panjang tangkai 3 cm di ukut sisi
tangkai yang terpanjang
|
|
|
DI
LUAR NILAI PANEN
|
|
|
|
1
|
ABNORMAL
|
TBS memiliki brondolan TBS Batu,
TBS sakit
|
|
|
2
|
TBS DI MAKAN TIKUS
|
TBS yang di makan tikus
|
|
|
3
|
BUSUK
|
TBS membusuk
|
|
|
4
|
BERONDOLAN
|
Jumlah brondolan yang di kirim ke
PMKS
|
|
|
5
|
SAMPAH
|
Jumlah Tanah, batu, pasir dan
lain-lain yang terikut di angkut ke PMKS
|
|
|
|
|
|
Setelah selesai
melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan
kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang
terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir
terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
3.3. Alur Proses Pengolahan Kelapa Sawit
Proses
pengolahan di mulai dari penerimaan buah dan penimbangan buah, bertujuan untuk
mengetahui jumlah TBS yang akan di olah, dan untuk mengetahui rendeman minyak
inti serta berat tandan rata-rata. Dari penimbangan tersebut juga dapat di
ketahui berapa jumlah produksi TBS yang di capai oleh setiap afdeling. Jenis
timbangan yang di gunakan adalah jembatan timbangan elektronik yang
berkapasitas 30.000 Kg, dengan menggunakan sistem indicator / load cell dan sistem komputer.
Dalam Proses
pengolahan TBS setelah penimbangan selesai lalu buah yang telah di timbang
tersebut masuk ke dalam Stasiun-stasiun untuk proses pengolahan produksi TBS
menjadi Kernel dan CPO. Berikut ini tahap-tahap pengolahan produksi TBS adalah
sebagai berikut :
3.3.1.
Jembatan Timbang
Penimbangan
di lakukan dua kali untuk setiap pengangkutan TBS yang masuk ke pabrik, yaitu
pada saat masuk (berat truk dan TBS) serta pada saat keluar (berat truk). Dari
selisih timbangan saat truk dan keluar, di peroleh bersih timbangan yang di gunakan oleh
perusahaan PMKS Pulai. Truk yang melewati jembatan harus berjalan dengan pelan
karena jembatan timbang sangat sensitive
terhadap beban yang di bawa oleh Dam Truk maupun Mini Traktur. Pada saat
penimbangan posisi truk harus berada di tengah agar beban yang di bawa bisa
seimbang dan beratnya merata.
3.3.2. Loading Ramp
TBS yang telah di timbang di jembatan
timbang selanjutnya di bongkar di Loading
Ramp dengan menuang langsung dari truk. Loading
Ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa plat besi dengan
kemiringan yang berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa, sampah, kerikil, dan
pasir yang di bawa oleh Dam Truk, Mini Traktur, dan Ponton. Loading Ramp di lengkapi pintu-pintu
keluaran yang di gerakkan secara hidrolis sehingga memudahkan dalam pengisian
TBS. selanjutnya TBS tersebut di maksud ke dalam Lori.
3.3.3.
Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)
Kapasitas perlori 10 ton TBS Lori yang
telah berisi TBS di kirim ke stasiun rebusan dengan cara di tarik menggunakan Capstand yang di gerakkan oleh motor
listrik hingga masuk ke stasiun rebusan (Sterilizer).
Dalam perebusan TBS di panaskan dengan
uap dan temperature sekitar 135
dengan tekanan 3 Kg / CM². Proses
rebusan di lakukan secara bertahap-tahap yang di lakukan selama tiga puncak
tekanan agar di peroleh hasil yang optimal. Proses perebusan ini sangat
menentukan kualitas hasil pengolahan TBS, dengan tujuan untuk menghentikan
perkembangan asam lemak bebas, memudahkan proses pelepasan brondolan dari
janjangan, melunakkan brondolan dari janjangan sehingga memudahkan pelepasan /
pemisah antara daging buah dan Nut
(Cangkang).
3.3.4. Cantilever
Cantilever
berfungsi sebagai rel untuk jalan keluar masuk lori ke dalam rebusan.
3.3.5.
Stasiun Penebah (Threshing Station)
TBS dari lori
tersebut yang telah di rebus di kirim ke bagian pemipilan dan di tuangkan
menggunakan Tippler Kealat Pemipil (Threshing). Proses pemipilan terjadi
akibat tromol berputar pada sumbu mendatar yang membawa TBS ikut berputar
sehingga membanting-banting TBS tersebut dan menyebabkan brondolan lepas dari
tandannya. Pada bagian dalam dari pemipil, di pasang batang-batang besi
perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan brondolan keluar dari
pemipil. Brondolan yang keluar dari bagian bawah pemipil dan di tampi oleh
sebuah Screw Conveyor untuk di kirim
ke bagian Digesting dan Pressing.
Sementara tandan (Janjangan Kosong) yang
keluar dari bagian belakang pemipil di tampung oleh Elevator.Kemudian hasil tersebut di kirim ke Tungku bakar untuk di
jadikan abu sebagai pemisah cangkang dan kernel pada St. Kernel.
3.3.6.
Station Kempa (Pressing Station)
Brondolan yang telah terpipil dari
stasiun pemipilan di angkut ke bagian pengadukan / pencacahan (Digester). Alat yang di gunakan untuk pengadukan
/ pencacahan berupa sebuah tangki yang di lengkapi dengan lengan-lengan
pencacah di dalamnya. Lengan-lengan pencacah ini di putar oleh motor listrik
yang di pasang di bagian atas dari alat pencacah (Digester). Tujuan utama dari proses Digester yaiu untuk mempersiapkan daging buah untuk pengepaan (Pressing) sehingga minyak dengan mudah
dapat di pisahkan dari daging-daging dengan kerugian sekecil-kecilnya.
3.3.7. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)
Stasiun
pemurnian yaitu merupakan stasiun pengolahan Pabrik Kelapa Sawit yang bertujuan
untuk melakukan pemurnian Minyak Kelapa Sawit (MKS) dari kotoran-kotoran
seperti padatan, lumpur, dan air. Tujuan dari pembersihan / pemurnian minyak
kasar yaitu agar di peroleh minyak dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat di
pasarkan dengan harga yang layak.
3.3.8. Stasiun Pemisah Biji Kernel
Proses
pemisahan biji dan serabut dari ampas pengempaan bertujuan terutama untuk
memperoleh biji sebersih mungkin. Kemudian dari biji tersebut harus
menghasilkan inti sawit secara rasional, yakni kerugian yang sekecil-kecilnya
dengan hasil inti sawit yang setingi-tingginya. Pemisahan biji dari gumpalan
ampas pengempaan sangat di pengaruhi oleh segi-segi teknis dari proses yang
mendahuluinya biji yang bersih maka sebab-sebab utama dari penggalan tersebut
dapat di sebabkan oleh hal-hal berikut ini :
a.
Perebusan kurang baik sehingga biji sukar
lepas dari serabut.
b. Fibre pengepaan tidak cukup kering
karena kondisi buah kurang bagus, tekanan pengepaan kurang mencukupi.
c.
Kotoran-kotoran berat seperti batu, kerikil,
pasir, sampah, dan lain-lain yang memperkecil alat pemisah.
d.
Kebersihan alat tidak terpelihara sehingga
mempengaruhi hasil kerja.
Adapun
cara yang di gunakan untuk memisah biji dari serabut kelapa sawit yaitu menggunakan
cara pneumatic yaitu pemisah biji
dari serabut dengan menggunakan tarikan atau hisapan udara pada sebuah kolom
pemisah. Gumpalan ampas pengempaan di pecah dengan Cake Breaker Conveyor, lalu di jatuhkan dari bagian samping kolom
pemisah. Sementara biji akan mengalami benturan yang keras sehingga pecah dan
mengeluarkan inti yang sangat keras sehingga pecah dan mengerluarkan inti yang
ada di dalamnya. Selain biji sebagian inti sawit (Kernel) juga ikut pecah,
kernel pecah ini harus di batasi meksimum 10% lalu kernel-kernel tersebut
sangat peka terhadap penjemuran dan pengasaman.
Pemisah
kernel dan cangkang merupakan metode yang di gunakan dalam pemisahan kernel dan
cangkang, yaitu menggunakan sistem pemisahan kering. Pemisahan kering di
lakukan dalam suatu kolom pertikel dengan bantuan dari hisapan udara. Kernel
yang di terpisah dari cangkang di masukkan ke silo kering untuk di turunkan
kandungan air hingga mencapai 5%, pengeringan di lakukan dengan udara yang
bertemperatur 90-100° ¢ selama 3-5 jam.
3.3.9. Stasiun Pembangkit Tenaga Mesin
Stasiun
pembangkit yaitu sebuah unit mesin pabrik yang
menghasilkan sumber energi untuk menggerakkan mesin-mesin dan peralatan
lain yang memerlukan tenaga dalam jumlah besar yang di butuhkan oleh perusahaan
PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai yaitu
Ketel Uap (Boiler) yang menghasilkan
tenaga uap untuk menggerakkan Turbin, dan mesin Genset (Diesel). Kemudian uap dari Turbin di tamping ke dalam sebuah
bejana tekan yang di manfaatkan untuk proses perebusan buah dan keperluan
proses pengolahan, seperti pemanasan minyak dan kernel. Dalam stasiun
pembangkitan tenaga ini di butuhkan juga tenaga pembantu dari Genset (Diesel) yang di gunakan pada saat
Pabrik atau perusahaan kelapa sawit akan memulai operasi atau pada saat tidak
beroperasi.
3.3.10. Stasiun Pengolahan Air
Air merupakan kebutuhan vital bagi sebuah
Pabrik Kelapa Sawit karena sebagian proses pengolahan memerlukan air. Umumnya
air yang di peroleh dari sumber air hujan, air kanal, dan lain-lain.
3.3.11. Bengkel
Proses
pengolahan kelapa sawit pada pabrik perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai sangat tergantung dari kualitas dan jumlah TBS yang di hasilkan oleh
setiap kebun maupun estate. Produksi TBS yang tinggi mengharuskan beroperasi
dengan jam olah yang tinggi karena TBS yang di biarkan terlalu lama (Restan) akan mengakibatkan peningkatan
kadar asam lemak bebas. Ekstraksi minyak dan inti sawit selain di pengaruhi
oleh kualitas TBS, juga sangat tergantung dari proses pengolahan dan kondisi
alat pengolahan. Untuk mencapai jam olah yang tinggi dan kualitas produk yang
baik harus di dukung oleh sebuah bengkel
yang mempunyai bagian mekanikal dan elektrik.
3.4. Perhitungan
Produksi CPO dan Kernel
Untuk menghitung
minyak produksi dalam sebuah BST yang berisi minyak CPO dengan cara melakukan
sounding yang berguna untuk mengetahui stock awal BST, stock akhir, dan jumlah
produksi hari ini. Tetapi sebelum kita mengetahui jumlah stock awal BST, kita
harus menghitung Ukuran Sounding, Temperature,
dan meja sounding dengan menggunakan meteran. Setelah ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding di
ketahui hasilnya, baru dapat menghitung
stock awal BST yang di lakukan dengan rumus yaitu :
a.
Mencari
Temperature
Rumus = Temperature – 40
x 0.0000348 + 1
Diket =
50̊°¢
– 40 = 10
= 10 x
0.0000348
= 0.000348 + 1
Temperature = 1.000348
b.
Menghitung Stock BST
Rumus : Ukuran sounding +
Meja sounding,
lalu
lihat pada table buku perhitungan BST
guna untuk mencari nilai Meter, CM, dan
MM setelah mengetahui hasil dari Meter, CM, dan MM (table terlampir).
Dik :
Tinggi Sounding = 383.6 (3 M, 83 CM,
6 MM)
: Temperature = 50°¢
(0.8893)
: Tinggi Meja = 11.3 M (11 CM, 3 MM)
: Density = 0.8893
Stock Akhir
= 383.6 + 11.3=394.9
= 394 + 9
= 945539 + 2130
= 947669 x 1.000348
= 947999 x 0.8893
= 843.055 MT
c.
Mencari Jumlah Produksi Hari Ini
Rumus : Stock awal – Stock Akhir Produksi
Dik
: Stock Awal =
843.055 MT
: Stock Akhir = 658.876 - MT
=
184.179 MT
d.
Perhitungan OER
Rumus OER : Produksi CPO / TBS Olah
Dik = 184.179 / 863.455 x 100
= 0.2133 x 100
OER Actual = 21.33 %
Budget :
22.00
3.5. Perhitungan
Produksi Menggunakan Sistem I-Plas
Setelah selesai
semua perhitungan yang telah di produksi hari, maka perhitungan tersebut di
input ke jaringan menggunakan sistem I-Plas. Yang berfungsi sebagai laporan
perusahaan kepada atasan untuk mengetahui jumlah penerimaan Tandan Buah Segar
(TBS), jumlah produksi, maupun jumlah penjualan Clude Palm Oil (CPO), dan
Kernel.
3.5.1. Shift
Report Entry
Table
di atas adalah table Shift Report Entry yaitu di merupakan laporan jumlah produksi yang akan
di olah sesuai dengan Shift / Jadwal kerja, pada perusahaan PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai di bedakan menjadi 2 (Dua) yaitu Shift Siang dan Shift
Malam. Lalu laporan tersebut di input melalui sistem I-Plas dengan cara sebagai
berikut :
Date = Di
isi sesuai tanggal produksi,
Start Code
=
Di isi sesuai Shift kerja Shift Siang dan Shif26t Malam.
Actual Start = Di isi dengan
jam mulai pengolahan
Actual
= Di isi dengan jam selesai pengolahan
Cages Prosessed = Di
isi dengan berapa jumlah yang ada di lori untuk
di produksi.
Cages
Weight = Di isi dengan berapa jumlah produksi malam
dan siang.
Ramp Balance = Tidak Di isi.
Cages Balance = Di isi dengan
berapa jumlah produksi hari ini.
Flat Form Balance = Tidak
Di isi.
Down Time
=
Tidak Di isi.
Cause
= Tidak Di isi.
Processing
Hours = Di
isi berapa jam jumlah pengolahan produksi.
Lalu setelah selesai lalu klik Add. Dan
selanjutnya input data yang akan di kirim melalui Sistem I-Plas.
3.5.2. Produk
Quality
Setelah
selesai menginput laporan Shift Report
Entry, selanjutnya menginput Product
Quality. Product Quality merupakan suatu daya tahan atau ketetapan untuk
meningkatkan kualitas produk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan suatu
nilai untuk konsumen, yaitu sebagai berikut :
Maintenance Product Quality
Date =
Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Storage Code = Di isi sesuai dengan Bangker yang di
produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang
akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu
sebagai berikut :
Reading Date = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Strorage Code = Di isi sesuai dengan bangker yang di produksi.
FFA =
Tidak Di Isi.
Moinsture = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture Divisi Lab.
Dirt = Di isi sesuai dengan
laporan Dirt dari Divisi Lab.
Lalu setelah selesai semua di isi lalu klik Select.
3.5.3.
Strorage Reading
Setelah selesai menginput Product Quality selanjutnya lalu
menginput Storage Reading. Strorage
Reading adalah suatu penyimpanan data dalam waktu jangka panjang dan jangka
pendek sesuai dengan produksi yang di olah oleh perusahaan yang di kirim
melalui sistem I-Plas.
Maintenance Strorage Reading
Data = Di
isi sesuai dengan tanggal Produksi.
Storage Code = Di isi sesuai dengan BST yang terisi
dengan minyak yang telah di produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang
akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu
sebagai berikut :
Quality = Di isi sesuai dengan quality
yang ada di Repport PPU.
FFA = Di
isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang ada di Repport PPU dari.
Moinsture = Di
isi sesuai dengan laporan Moinsture dari Divisi Lab yang ada di Repport PPU.
Dirt
= Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi
Lab yang ada di Repport
PPU dari.
Lalu setelah selesai semua di isi
klik Add,. Selesai.
3.6.Kegiatan Selama Prakerin
Kegiatan /
pekerjaan saya selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) 4 (Empat) bulan di PT.
TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah yaitu sebagai berikut :
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
20 JUNI 2016 – 30 JUNI 2016
|
|
|
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
20 Juni 2016
Sampai
30 Juni 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Merekap penerimaan
TBS per estate / wilayah
|
|
|
3. Membuat BKM
Gardener
|
|
|
4. Menulis Surat
Berobat
|
|
|
5. Menginput data
Laporan Unit Pabrik (LUP)
|
|
|
6. Menginput data
Stock PPU dan KCP
|
|
|
7. Scan Dokumen
Despacth Kernel
|
|
|
8. Scan Dokumen
Despacth CPO
|
|
|
9. Scan SPB PMKS
Agatis dari Januari – Juni
|
|
|
10. Scan SPB PMKS Jati
dari Januari – Juni
|
|
|
11. Scan SPB PMKS
Tembusu dari Januari - Juni
|
|
|
12. Scan SPB PMKS
Ramin dari Januari – Juni
|
|
|
13. Merekap data
Belanja untuk GH Mawar
|
|
|
14. Menulis Bin Card
Perlengkapan Gudang
|
|
|
KEGIATAN SELAMA
PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 JULI 2016 – 30 JULI 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Juli 2016
Sampai
30 Juli 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Croscheck BKM
|
|
|
3. Merekap Cuti
Karyawan
|
|
|
4. Membuat Berita
Acara Sounding BST
|
|
|
5. Mengirim Berita
Acara Sounding BST Melalui
E- mail
|
|
|
6. Merekap Data TBS
Terima
|
|
|
7. Merekap Data TBS
Olah
|
|
|
8. Merekap Laporan
Produksi Kernel
|
|
|
9. Merekap Laporan
Produksi CPO
|
|
|
10. Merekap Logsheet
Proses Shift I dan Shift II
|
|
|
11. Merekap Penerimaan
TBS Per Estate / Wilayah
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 AGUSTUS 2016 – 31 AGUSTUS 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Agustus 2016
Sampai
31 Agustus 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Menginput Data
Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK)
|
|
|
3. Menginput Nota
Belanja Untuk Kantor
|
|
|
4. Merekap TBS Terima
|
|
|
5. Merekap TBS Olah
|
|
|
6. Menginput Data
Monitoring Target Penerimaan TBS
|
|
|
7. Menginput Data
Report KCP
|
|
|
8. Menginput Data
Monitoring Operasional Timbangan
|
|
|
9. Menginput Data
Entry LSNPK PPU
|
|
|
10. Menginput Data
Monitoring FFB PPU
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 SEPTEMBER 2016 – 30 SEPTEMBER 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 September 2016
Sampai
30September 2016
|
1. Menginput Data
Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK).
|
|
|
2. Menginput Data
LSNPK.
|
|
|
3. Menginput Data
Target Penerimaan TBS.
|
|
|
4. Croschek LHP.
|
|
|
5. Menginput Data
Produksi Ke I-Plas.
|
|
|
6. Menginput Data
Monitoring Operasional Timbangan
|
|
|
7. Menginput Data
Report KCP
|
|
|
8. Menginput Data M.
Riss Ke I-Plas
|
|
|
9. Membuat Lampiran
Purchase Request Permintaan Pembelian
(PP)
|
|
|
10. Mengisi Monitoring
Pemakaian Bensin Bulan Agustus
|
|
|
11. Mengirim E-mail PP
|
|
|
12. Merekap Grafik
Produksi
|
|
|
13. Mengirim Rekap
Penerimaan TBS, dan Grafik Produksi Ke E-mail.
|
|
|
14. Merekap Penerimaan
Buah Per Estate
|
|
|
15. Merekap Grafik
Produksi OER, KER, FFA, dan Nilai Panen
|
|
|
16. Merekap Monitoring
Penerimaan TBS Per Estate
|
|
|
17. Mengirim Grafik,
Produksi OER, KER, FFA, Nilai Panen, dan Monitoring Penerimaan TBS Per Estate Ke E-mail.
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 OKTOBER 2016 – 20 OKTOBER 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Oktober 2016
Sampai
20 Oktober 2016
|
1. Merekap Monitoring
Penerimaan Buah Per Estate.
|
|
|
2. Merekap Grafik
Produksi.
|
|
|
3. Mengirim Monitoring
Penerimaan Buah Per Estate dan Merekap
|
|
|
Grafik Produksi Ke E-mail.
|
|
|
4. Menginput Data M.
Riss Ke I-Plas.
|
|
|
5. Membuat Lampiran
PP.
|
|
|
6. Membuat LPO Lokal.
|
|
|
7. Merekap Cuti
Karyawan.
|
|
|
|
|
3.4. Keterlaksanaan (Faktor Pendukung
dan Penghambat)
Faktor pendukung dan faktor
penghambat yang ada di perusahaan PT. TH Indo Plantations selama saya Praktek
Kerja Industri (Prakerin) yaitu adalah sebagai berikut :
3.4.3.
Faktor Pendukung
a.
Adanya dukungan dan dorongan material
maupun spiritual dari orang tua, guru, saudara, teman-teman untuk melaksanakan
Praktek Kerja Industri (Prakerin).
b.
Pihak perusahaan juga turut mendukung
dan menerima saya untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan cara
membimbing dan mengajarkan saya.
c.
Fasilitas yang di berikan oleh kantor
sangat lengkap dan dan memadai sehingga
kami merasa di dalam dunia kerja.
3.4.4.
Faktor Penghambat
a.
Siswa belum bisa mengenal lingkungan dan
beradaptasi dengan baik sehingga merasa kurang nyaman saat berada di lingkungan
perusahaan.
b.
Kurangnya ilmu serta bimbingan yang di
berikan kepada siswa/i untuk menghadapi
Praktek Kerja Industri (Prakerin).
c.
Pengetahuan metode dalam dunia kerja
berbeda dengan metode yang di ajarkan di sekolah.
3.5. Manfaat yang Di rasakan Selama
Prakerin
a. Mendapatkan
pengalaman kerja dan pengertahuan tentang pengolahan produksi kelapa sawit
menjadi CPO dan Kernel.
b. Mendapatkan
banyak pengetahuan karena selama Praktek Kerja Industri tidak hanya mengetahui
di bagian produksi saja, tetapi kami di ajarkan untuk mengetahui berbagai macam
bidang.
c. Menjadi
berani dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada orang lain seperti atasan
dan lain sebagainya.
d. Mendapatkan
banyak ilmu dan masukan dari pihak perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai.
e. Menambah
pengalaman dan bisa merasakan betapa sulitnya dalam bekerja.
f. Bisa
merasakan bagaimana kita terjun di dunia kerja dan bisa bertanggung jawab atas
pekerjaan.
g. Serta
lengkapnya fasilitas yang di berikan oleh kantor sehingga siswa/i Praktek Kerja
Industri (Prakerin) tidak merasa sulit dalam mengerjakan tugas.
3.6. Pengembangan / Tindak Lanjut
a. Akan
mengamalkan lagi di sekolah sesuai dengan apa yang telah Di dapatkan di dunian
kerja.
b. Akan
mengamalkan apa yang di dapatkan di tempat dunia Praktek Kerja Industri
(Prakerin) kepada teman-teman.
c. Mengusulkan
kepada pihak sekolah agar meningkatkan lagi kemampuan siswa dalam menghadapi
pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
d. Siswa/i
yang akan menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) harus
mempunyai persiapan serta belajar dan berlatih untuk menjadi yang terbaik.
e. Akan
di praktekan dan di terapkan di sekolah atau di rumah tentang ilmu yang sudah
di dapatkan di tempat Prakerin.
BAB
IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari
penjelasan laporan selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan judul
“Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel”. Adalah sebagai
berikut :
1.
Produksi adalah suatu penghasilan yang
menghasilkan produk barang jadi maupun
produksi di bidang jasa. Tetapi pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai produksi yang di hasilkan adalah produksi CPO dan Kernel minyak mentah
dari TBS (Tandan Buah Segar) / Kelapa sawit.
2.
Proses penerimaan TBS (Tandan Buah
Segar) yaitu buah yang berasal dari estate / wilayah di kirim melalui
kendaraan Dam Truk, Ponton, dan Mini
Traktur melewati dua jalur yaitu jalur transportasi darat dan transportasi air.
3.
Pengolahan TBS (Tandan Buah Segar)
menjadi CPO dan Kernel yaitu setelah buah di terima oleh pihak PKS (Pabrik
Kelapa Sawit) melalui dua jalur lalu buah tersebut di timbang dan di sortasi,
setelah penimbangan dan sortasi selesai maka buah tersebut masuk ke
stasiun-stasiun untuk di olah. Berikut Stasiun-stasiun pengolahan produksi
Kelapa Sawit adalah sebagai berikut :
a. Stasiun
Loading Ramp.
b.
Stasiun Rebuasan (Sterilizing Station).
c.
Stasiun Penebah (Treshing Station).
d.
Stasiun Kempa (Pressing Station).
e.
Stasiun
Pemurnian Minyak (Clarification Station).
f.
Stasiun
Pemisah Biji Kernel.
g.
Stasiun
Pembangkit Tenaga.
h.
Stasiun
Pengolahan Air.
i.
Bengkel.
4.2. Saran
Dengan kerendahan
hati saya bermaksud untuk mengajukan saran pada berbagai pihak yang berhubungan
dengan pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PKL) pada pihak perusahaan dan pada
pihak sekolah.
3.2.3. Saran Untuk
Pihak Perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
a.
Meningkatkan dan memberi motivasi kepada para karyawan,
sehingga tercipta semangat kerja dengan semangat untuk perusahaan.
b.
Meningkatkan pengawasan yang lebih baik
lagi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
c.
Meningkatkan manajemen terhadap
peningkatan kesejahteraan karyawan.
d.
Melengkapi sarana dan prasarana pada
perusahaan guna untuk menunjang system kerja
e.
Meningkatkan lingkungan yang bersih dan
dekorasi yang sesuai sehingga dapat menarik perhatian dalam pengunjungan tamu.
f.
Dapat lebih memperhatikan peserta
Prakerin sehingga tidak terjadi hal yang di inginkan.
3.2.4.
Saran Untuk Sekolah SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman
a.
Meningkatkan dalam berbagai bidang
pelajaran serta kejurusan baik itu dari segi praktek maupun teori.
b.
Meningkatkan dan memberikan motivasi terhadap seluruh
siswa-siswi guna untuk menciptakan semangat dalam belajar.
c.
Mengadakan sumber-sumber buku khusus
tentang seluruh Bidang Studi sehingga bisa di jadikan sumber untuk belajar.
d.
Meingkatkan kerjasama dengan pihak
perusahaan baik dalam program dan pelaksanaan pengembangan di bidang jurusan
tertentu.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyadi,(2010:5)pengertianprosedur,http//:www.mulyadi.wordpress.com/pengertianprosedur.html,
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Zaki,Baridwan,(2009:30)pengertianprosedur,http//:www.zaki.baridwan.wordpress.com/pengertian-prosedur.html.
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
PrajudiAtmosudirdjo.1982.TeknologiPengolahanKelapaSawit.http://prajudiatmosudirjo.wordpress.com/2009/03/20/teknologi-pengolahan-kelapa-sawit.html.
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman
kelapa sawit merupakan tanaman yang banyak di kebunkan oleh
perusahaan-perusahaan yang besar, baik pemerintah maupun swasta. Bahkan
masyarakat pun banyak bertanam kelapa sawit secara kecil-kecilan. Hal ini
menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit sangat cocok tumbuh di Indonesia. Jika
di targetkan untuk menjadi Negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di
dunia, tentu orang-orang mengelolanyan dari mulai pembibitan, penanaman, sampai
ke teknik pengelolahan serta menjadi produk yang bisa di butuhkan oleh
masyarakat.
Kelapa
sawit merupakan minyak nabati yang penting, minyak kelapa sawit mampu
menghasilkan berbagai hasil industry hilir yang di butuhkan manusia, seperti
minyak goreng, mentega, dan lain sebagainya. Minyak kelapa sawit mengandung
asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam proses selanjutnya yang akan
menghasilkan fraksi Olein, stearin, dan
fatty acid. Yang di pergunakan untuk
pembuatan mentega, sedangkan fatty acid
di gunakan untuk bahan dasar oleokimia.
Industri
pengolahan kelapa sawit berkembang maju dan mengalami peningkatan yang sangat
pesat, dengan kapasitas produksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel.
Produksi minyak kelapa sawit di dalam negeri diserap oleh industri pangan,
terutama industri minyak kelapa goreng dan industri non pangan seperti indusrti
kosmetik dan farmasi. Hasil utama tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit atau
sering dikenal dengan nama Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Minyak sawit dapat
dimanfaatkan di berbagai industi karena memiliki susunan dan kandungan gizi
yang cukup lengkap .
Dalam
pelaksanaan Prakerin para siswa harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar
sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaanya praktek kerja industri tidak ada kendala
dalam penerapan ilmu-ilmu baru yang tidak di ajarkan di lembaga kejuruan
tersebut. Dalam pelaksanaan prakerin ini di harapkan setiap siswa mampu
mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang di lakukan di dunia
usaha maupun di dunia industri. Pada Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini saya
mengambil judul tentang “PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI CRUDE PALM
OIL (CPO) DAN KERNEL” pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
1.2.
Rumusan Masalah
Bagaimana
prosedur pengolahan produksi TBS menjadi CRUDE PALM OIL (CPO) dan Kernel di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
?
1.3.
Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Adapun
beberapa tujuan Prakerin ini adalah sebagai berikut :
a.
Mempersiapkan lulusan yang memiliki
keahlian profesional dengan tuntutan lapangan
kerja.
b.
Membentuk pola pikir dan tingkah laku
mandiri yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
c.
Menambah dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dasar yang di miliki oleh siswa/i Prakerin sesuai bidang
masing-masing.
d.
Kegiatan Prakerin juga merupakan sebuah
syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
e.
Dengan di laksanakannya Prakerin ini
juga di harapkan siswa/i mampu mendapatkan ilmu tentang dunia kerja.
f.
Membekali siswa dalam pengalamannya yang
sebenarnya dalam kerja dan masyarakat.
g.
Mempersiapkannya sikap mental dan
mengembangkan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
h.
Meningkatkan wawasan tentang ilmu
pengetahuan dan teknologi.
i.
Menciptakan tenaga kerja yang terampil dan professional
agar dapat bekerja dengan efektif dan efesien.
1.4. Tujuan Pembuatan Laporan
Laporan merupakan hal
terpenting yang saling terkait dengan pembahasan Prakerin di mana seseorang
akan dituntut mengenai laporan apabila laporan telah selesai melakukan
prakerin.
Dalam menjalankan Prakerin
siswa/i diwajibkan untuk membuat laporan kegiatannya selama Prakerin. Adapun
tujuan pembuatan laporan sebagai berikut:
a.
Sebagai bukti bahwa saya telah
melaksanakan Prakerin di dunia usaha.
b. Sebagai
persyaratan bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).
a. Sebagai
pengembangan inspirasi di dalam pembuatan laporan selama melaksanakan Prakerin.
1.5. Manfaat Prakerin
Dalam kegiatan prakerin ini adapun manfaat
yang di dapat oleh siswa/i Prakerin, antara lain adalah :
a. Menambah
wawasann serta pengalaman bagi para siswa/i Prakerin.
b. Membina
hubungan kerja sama yang baik, menumbuhkan rasa kebersamaan antara pihak
sekolah dengan pihak perusahaan atau lembaga instansi lainnya.
c. Menghasilkan
tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, berkualitas,
semangat kerja yang baik dan benar dan siap kerja. Sesuai dengan tuntutan zaman
di era teknologi informasi dan komunikasi.
1.6. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan
adalah pengelompokkan laporan yang telah di susun secara sistematis guna untuk
mempermudah pembaca memahami isi yang terkandung di dalamnya. Setiap laporan
pasti mempunyai sistematika pembahasan, karena sistematika pembahasan ini sudah
ketentuan yang lazim di ketahui.
Di dalam laporan ini mempunyai sistematika
pembahasan 4 BAB di antaranya yaitu :
1.
BAB I
Pada
Bab I ini saya menjelaska tenang latar belakang, pengertian prakerin, tujuan
prakerin, manfaat prakerin, alasan memilih judul, dan sistematika pembahasan.
2.
BAB II
Pada bagian Bab II ini saya menjelaskan tentang
gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah berdirinya perusahaan.
3.
BAB III
Pada bagian Bab III ini saya menjelaskan tentang
pembahasan dan teori yaitu tentang bagian Produksi tentang Prosedur Pengolahan
Produksi TBS Menjadi CPO Dan KERNEL Selama Prakerin Di PT. TH Indo Plantations
PMKS Pulai.
4.
BAB IV
Pada
bagian Bab IV atau Bab terakhir yaitu Bab penutup yang berupa kesimpulan,
saran, penutup, serta lampiran-lampiran, dan daftar pustaka.
BAB II
GAMBARAN UMUM TERHADAP PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT TH Indo Plantations dahulu bernama PT.
Multi Gambut Industri, perusahaan ini merupakan perusahan Penanaman Modal Asing
(PMA). Yang bergerak di bidang perkebunan dan bidang pabrik pengolahan kelapa
sawit. Berdasarkan surat keputusan Mentri Negara, BPN No. 31/HGU/BPN/96 tentang
pemberian Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT. Multi Gambut Industri, di wilayah
kabupaten Indragiri Hilir. Dan berdasarkan SK Mentri Kehutanan nomor
831/KtsII/1993 mengenai pelepasan kawasan hutan untuk budidaya perkebunan atas
nama PT Multi Gambut Industri. Lokasi perkebunan ini termasuk dalam wilayah
daerah tingkat II Indragiri Hilir dan Pelalawan provinsi Riau.
PT.
TH Indo Plantations telah berganti nama sebanyak 3 (tiga) kali, pertama kali
didirikan dengan nama PT. Multi Gambut Industri, di hadapan noteris Azhar Alia,
SH di Jakarta dengan nama akta 38 pada tanggal 15 Mei 1998. Kemudian pada
tanggal 19 Januari 2007 perusahaan ini berganti nama untuk kedua kalinya
menjadi PT. TH Gambut Plantations di hadapan notaries Sutjipto, SH di Jakarta dan
pada tahun 2009 berdasarkan keputusan rapat TH. Gambut Plantations menjadi PT
TH Indo Plantations PMKS Pulai.
PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai secara
resmi melalui produk Tandan Buah Sawit (TBS) tahun 2000, sedangkan produk
minyak sawit Crude Palm Oil (CPO)
tahun 2001, PT TH Indo Plantations telah membangun 6 unit pabrik pengelolaan
minyak kelapa sawit (CPO), diantaranya (POM I Pulai, POM II Nyato, POM III
Ramin, POM IV Tembusu, POM V Jati, dan POM VI Agastis) ke 6 (enam) unit pabrik
yang telah beroperasi dengan normal. Di samping itu juga PT. TH Indo
Plantations membangun 1 (satu) unit pabrik pengelolaan inti sawit menjadi
minyak Crude Palm Kernel Oil (CPKO).
Mempunyai luas lahan keseluruhan 32.815
M². Dengan kapasitas pabrik sebagai berikut :
1.
Kapasitas Pabrik : 120 Ton / Unit
2.
2 Unit Loading Ramp : 1.000 Ton / Unit
3.
4 Unit Sterilizer : 50 Ton / Unit
4.
8 Unit Press : Cap. 20 Ton / Hr / Unit
5.
2 Unit Decanter : 60 Ton / Jam / Unit
6.
2 Unit Boiler : 52, 60 Ton / Jam /
Unit
7. 2
Turbin :
1,750 KW (1,7 MM), dan 1000 (1 MM)
2.2. Prosedur dan Tata Kerja
Perusahaan
Penetapan
waktu kerja di dasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan mengindahkan
perundangan-undangan yang berlaku sebagai mana mestinya, PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai menggunakan waktu dengan ketentuan yaitu sebagai berikut
:
a. Senin
s/d Kamis
Jam Masuk Pagi :
07.00-12.00
Jam Istirahat : 12,00-02,00
Jam Siang :
02,00-05,00
b. Jum’at
Jam Masuk Pagi :
07,00-11,30
Jam Istirahat : 11,30-02,00
Jam Siang : 02,00-05,00
c. Sabtu
Jam Masuk Pagi :
07,00-13,00
Jam Pulang : 13,00
2.3. Jumlah Tenaga Kerja PT. TH
Indo Plantations
Tenaga
kerja PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai terdiri dari Staff, KBT (Karyawan
Bulanan Tetap), dan KHT (Karyawan Harian Tetap). Yaitu sebagai berikut :
2.3.1.
Jumlah Staff PMKS Pulai
a.
Mill Manager
b. Askep
(Assistant Kepala)
c. KTU
(Kepala Tata Usaha)
d. Assistant
Operasional
e. Assistant
Proses shift I
f. Assistant
Porses shift II
g. Assistant
Maintenance
h. Pembukuan
i. Supervisor
Listrik
2.3.2.
Jumlah Karyawan Bulanan Tetap ( KBT )
a. Abdul
Wahid ( Inc. Ka. Gudang )
b. Jaelani
( Kanit Security)
c. Basri
Y ( Anggota Security )
d. Martono
( Oprator Excavator )
e. Tukilan
( Oprator Genset )
f. Daniel
Toska ( Helper Genset )
g. Suardi
( Mandore Gardener )
h. Seven
Julizar ( Mandore Proses )
i. Supandi
( Op. Crane )
j. Taufik
Rahman ( Boiler Attd )
k. M.
Karyoto ( Op. Press )
l. Didik
Maryanto ( Ka. Lab )
m. Andri Suyanto ( Supir DT )
2.3.3. Jumlah
Karyawan Harian Tetap ( KHT)
Karyawan Hariaan Tetap ( KHT )
di bagi menjadi 8 Divisi yaitu sebagai berikut :
a. Divisi
Kantor sebanyak ( 11 Orang )
b. Divisi
Security sebanyak ( 11 orang )
c. Divisi
Workshop sebanyak ( 23 orang )
d. Divisi
Labor sebanyak ( 14 Orang )
e. Divisi
Oprator Sebanyak ( 4 orang )
f. Divisi
Timbangan Sebanyak ( 22 Orang )
g. Divisi
Umum Sebanyak ( 4 orang )
h. Divisi
Proses sebanyak ( 48 Orang )
Jadi bila di totalkan kariawan kita sebanyak 159 Orang yaitu Staff
yang terdiri dari 9 orang, karyawan KBT yang terdiri dari 13 orang, dan
karyawan KBT yang terdiri dari 137 orang.
2.4. Struktur Organisasi
Kepagawaian
Pada umumnya
setiap badan usaha memilih struktur organisasi yang mencerminkan kelangsungan
kerja. Tanpa adanya struktur organisasi maka arus kegiatan tidak berjalan
dengan lancar, melainkan akan menimbulkan banyak kesulitan halnya jika
perusahaan yang memiliki struktur organisasi perusahaan di mana banyak
melibatkan department yang terkait di dalamnya, maka batasan wewenang tanggung
jawab serta tingkat kedudukan seseorang dapat di control dengan baik dan dalam perjalanan
aktifitas pun dapat terarahkan.
Struktur organisasi yang tetapkan
oleh PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah struktur organisasi garis karena
dari segi kegiatannya organisasi garis merupakan organisasi paling sederhana
dan sangat luas penggunaannya.Berikut Struktur Organisasi Kepegawaian PT. TH
INDO PLANTATIONS PMKS Pulai sebagai berikut :
2.5.
Tugas-Tugas Kepegawaian
Berikut Tugas-tugas kepegawaian PT.
TH Indo Plantations PMKS Pulai sebagai berikut :
1. Group Mill Manager
Group Mill Manager bertugas dan
bertanggung jawab pada 6 pabrik, serta melaporkan kondisi atau produktifitas
dari 6 pabrik Head Pom (Direktur Pabrik).
2. Mill Manager
Mill Manager bertugas dan
bertanggung jawab mengawasi serta merencanakan
pekerjaan atau produktifitas dari satu unit pabrik, mensupervisi para
Assistant untuk pencapaian produksi dan kelancaran pabrik.
3. Askep
Askep (Assistant Kepala) bertugas
dan bertanggung jawab Membantu Manager mensufervisi para Assistant, dan
memastikan program kerja dari masing-masing Assistant agar berjalan dengan
baik.
4. KTU
Kepala Tata Usaha (KTU) memiliki
tugas dan bertanggung jawab dalam penyusunan daftar gaji karyawan, mengontrol
semua laoran dari setiap bagian agar tepat waktu, dan berwewenang merencanakan
atau mengarahkan kegiatan di bidang administrasi untuk mencapai sasaran biaya
dan mencapaian sarana bisya sesuai dengan penganggaran biaya yang telah di
tentukan.
5. Assistant Operasional
Assistant
Operasional memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan penganalisaan sample
dengan memperoleh hasil yang akurat, dan memastikan aktifitas pengapalan
produksi agar berjalan dengan baik.
6. Assistant Maintenance
Assistant
Maintenance memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan perbaikan unit mesin
dapat terselesaikan dengan cepat dan hasil yang lebih baik, merencanakan dan
merealisasikan program perawatan masing-masing, serta Memfollow Up permintaan
barang kepada pihak Purchasing.
7. Assistant Proses
Assistant Proses Shift I memiliki tugas
dan tanggung jawab mensferrvisi kerja karyawan untuk pengolahan pabrik, serta
mengawasi kelancaran pengolahan pabrik untuk mencapai target produksi.
8. Pembukuan
Pembukuan memiliki tugas dan
tanggung jawab terhadap pengeluaran, pemasukkan, dan biaya-biaya yang di
perlukan atau di butuhkan oleh perusahaan.
9. Krani Administrasi Personalia
Krani Personalia memiliki tugas dan
tanggung jawab terhadap penggajian seluruh karyawan PMKS Pulai, serta menangani
surat menyurat yang di keluarkan maupun surat yang masuk di PMKS Pulai.
10. Krani Workshop
Krani Workshop memiliki tugas dan
tanggung jawab membantu membuat laporan maintenance, membantu membuat laporan
mayor maintenance.
11. Krani Produksi
Krani Produksi memiliki tugas dan
bertanggung jawab pada bagian produksi yang mencakup dari pengolahan produksi
sampai penjualan.
12. Krani Gudang
Krani Gudang memiliki tugas dan
bertanggung jawab menanyakan ke pemasok mengenai perkembangan barang dan jasa
yang di butuhkan tersebut, dengan melalui Email, dan telepon.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pengertian Prosedur Pengolahan
Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel
3.1.1. Pengertian Prosedur
Di
dalam suatu perusahaan sangat memerlukan
prosedur yang baik untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas operasional
sehingga keputusan yang di ambil harus tepat, efektif, dan efisien agar
perusahaan tidak mendapat kerugian dan
konsumen pun tidak di rugikan. Adapun pengertian prosedur menurut para ahli
adalah sebagai berikut :
Menurut
Mulyadi (2010:5) Prosedur adalah suatu kegiatan yang biasanya melibatkan
beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang di buat untuk menjamin
penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
Menurut
Zaki Baridwan (2009:30) Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani
(Clerical), biasanya melibatkan
beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, di susun untuk menjamin adanya
perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sedang
terjadi.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli tersebut
dapat di simpulkan bahwa prosedur merupakan suatu urutan yang tersusun yang
biasanya melibatkna beberapa orang dalam suatu bagian departement atau lebih,
serta di susun untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap
transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
3.1.2. Pengertian
Pengolahan
Pengolahan artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi
benda produk jadi agar dapat di manfaatkan secara luas, pada prinsipnya, kerja
pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur,
memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya, kerja pengolahan menggunakan
desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran sesuai dengan rancangan
yang di buat. Adapun pengertian pengolahan menurut para ahli adalah sebagai
berikut :
Menurut Prajudi Atmosudirjo,1982 Difinisi pengolahan adalah kegiatan
pemanfaatan dan pengendalian atas semua sumber daya yang di perlukan untuk
mencapai ataupun menyelesaikan tujuan tertentu.
Menurut Sondang P.Siagian,1997 Arti pengolahan adalah skil / keterampilan untuk
mencapai suatu hasil tertentu dengan menggunakan tenaga / bantuan orang lain.
Dari
beberapa menurut para ahli dapat di simpulkan bahwa pengolahan adalah
pemanfaatan sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang dapat di
wujudkan dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.1.3.
Pengertian Proses Produksi
Mendenifisikan suatu hal
merupakan langkah awal yang lazim sebelum melakukan pembahasaan lebih mendalam
untuk itu berikut pengertian proses produksi menurut para ahli yaitu sebagai
berikut :
Menurut
Indriyo Gitosudarmo (2000:2) Proses produksi adalah merupakan interaksi antara
bahan dasar, bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin-mesin serta alat
perlengkapan yang di pergunakan.
Menurut
Arman Hakim Nasution (2003:1) Proses produksi yaitu merupakan metode dan teknik
yang di gunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk.
Menurut
Teguh Baroto (2002:13) Proses produksi adalah aktifitas produk jadi dari bahan
baku yang melibatkan mesin, energy, pengetahuan teknis, dan lain-lain. Atau
sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah nilai ekonomi suatu benda dengan
tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan orang badan usaha atau
organisasi yang menghasilkan barang dan jasa di sebut produsen.
Dari
beberapa menurut para ahli tersebut bahwa proses produksi dapat di simpulkan
sebagai berikut yaitu, dapat di ketahui bahwa untuk menghasilkan barang atau
jasa di perlukan usaha mendayagunakan masukan berupa tenaga kerja, bahan baku,
dan peralatan perkembangan dari pada proses produksi menghasilkan banyak macam
jenis-jenis proses produksi dalam perusahaan.
3.2. Alur Proses Produksi
3.2.1.
Skema Alur Proses Produksi
Alur proses TBS (Tandan Buah
Segar) yang telah di panen oleh pihak Estate di kirim ke Pabrik Kelapa Sawit.
Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan 2 (dua) metode transportasi yaitu
transportasi darat dan tranportasi air. Transportasi jalan darat menggunakan
Drum Truk (DT), Mini Traktor (MT), dan transportasi air yang menggunakan
Ponton. Setiap buah yang masuk ke pabrik di lakukan penimbangan yang di bawa
oleh Drum Truk, Mini Traktor, dan ponton. Yang berguna untuk mengetahui berapa
banyak buah yang di terima oleh pabrik baik dari timbangan kanal maupun
timbangan darat.
3.2.2. Rekap Monitoring Timbangan
Adapun
table Monitoring Operasional Timbangan buah setiap Estate pada PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai adalah sebagai berikut :
|
REKAP MONITORING OPERASIONAL TIMBANGAN
JUNI-SEPTEMBER
|
|
PT. TH INDO
PLANTATIONS PMKS PULAI
|
|
|
|
|
|
|
|
NO
|
BULAN
|
UNIT
|
TBS TERIMA
|
TIMBANGAN KANAL
|
TIMBANGAN DARAT
|
|
1
|
Juni
|
KG
|
15,742,810
|
7,872,430
|
8,462,630
|
|
2
|
Juli
|
KG
|
15,862,750
|
7,400,120
|
12,627,060
|
|
3
|
Agustus
|
KG
|
25,021,980
|
7,872,430
|
7,870,380
|
|
4
|
September
|
KG
|
24,983,520
|
12,829,950
|
12,153,570
|
|
Total
|
81,611,060
|
35,974,930
|
41,113,640
|
Keterangan :
Jumlah penerimaann TBS Timbangan darat + jumlah
penerimaan TBS timbangan kanal, lalu mendapat hasil jumlah TBS Terima.
Setelah
selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan
kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang
terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir
terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
Setelah di lakukan
penimbangan selanjutnya akan di lakukan Sortasi atau Grading berdasarkan
standard dan kualitas TBS. Sortasi atau Grading adalah suatu kegiatan
penyotiran TBS (Tandan Buah Segar) yang di terima oleh Pabrik dengan fungsi
sebagai berikut :
a.
Untuk mengetahui kualitas dari TBS yang
di terima oleh Pabrik.
b.
Data laporan balik ke estate atau kebun
atas kualitas TBS yang di kirim.
c.
Merupakan salah satu parameter yang akan
mempengaruhi hasil dan kualitas produksi pabrik.
3.2.2. Laporan
Sortasi Nilai Panen (LSNPK)
Adapun sortasi yang di lakukan terhadap setiap kebun maupun afdeling
yang di laukan setiap truk maupun ponton yang masuk guna untuk mengetahui
jumlah kualitas TBS yang memenuhi standard dan kerteria nilai panen yang di
sebut dengan Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK). Sortasi TBS di lakukan
berdasarkan kriteria nilai panen. Adapun kriteria-kriteria nilai panen serta
rekap nilai panen sebagai berikut
|
KRITERIA
NILAI PANEN
|
|
|
|
|
|
|
|
NO
|
JUMLAH
|
KRITERIA
|
|
|
|
1
|
MENTAH
|
TBS tidak membrondol atau
membrondol < 1 brondolan / Kg/ BJR
|
|
|
2
|
MASAK
|
TBS membrondol 1 brondolan / Kg BJR s/d 25% membrondol
|
|
|
3
|
TERLALU MASAK
|
TBS membrondol min 25% s/d max 75%
|
|
|
4
|
TANDAN KOSONG
|
TBS membrondol < 75% atau
brondolan yang tersisa 25% pada tandan
|
|
|
5
|
TANGKAI PANJANG
|
Panjang tangkai 3 cm di ukut sisi
tangkai yang terpanjang
|
|
|
DI
LUAR NILAI PANEN
|
|
|
|
1
|
ABNORMAL
|
TBS memiliki brondolan TBS Batu,
TBS sakit
|
|
|
2
|
TBS DI MAKAN TIKUS
|
TBS yang di makan tikus
|
|
|
3
|
BUSUK
|
TBS membusuk
|
|
|
4
|
BERONDOLAN
|
Jumlah brondolan yang di kirim ke
PMKS
|
|
|
5
|
SAMPAH
|
Jumlah Tanah, batu, pasir dan
lain-lain yang terikut di angkut ke PMKS
|
|
|
|
|
|
Setelah selesai
melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan
kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang
terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir
terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
3.3. Alur Proses Pengolahan Kelapa Sawit
Proses
pengolahan di mulai dari penerimaan buah dan penimbangan buah, bertujuan untuk
mengetahui jumlah TBS yang akan di olah, dan untuk mengetahui rendeman minyak
inti serta berat tandan rata-rata. Dari penimbangan tersebut juga dapat di
ketahui berapa jumlah produksi TBS yang di capai oleh setiap afdeling. Jenis
timbangan yang di gunakan adalah jembatan timbangan elektronik yang
berkapasitas 30.000 Kg, dengan menggunakan sistem indicator / load cell dan sistem komputer.
Dalam Proses
pengolahan TBS setelah penimbangan selesai lalu buah yang telah di timbang
tersebut masuk ke dalam Stasiun-stasiun untuk proses pengolahan produksi TBS
menjadi Kernel dan CPO. Berikut ini tahap-tahap pengolahan produksi TBS adalah
sebagai berikut :
3.3.1.
Jembatan Timbang
Penimbangan
di lakukan dua kali untuk setiap pengangkutan TBS yang masuk ke pabrik, yaitu
pada saat masuk (berat truk dan TBS) serta pada saat keluar (berat truk). Dari
selisih timbangan saat truk dan keluar, di peroleh bersih timbangan yang di gunakan oleh
perusahaan PMKS Pulai. Truk yang melewati jembatan harus berjalan dengan pelan
karena jembatan timbang sangat sensitive
terhadap beban yang di bawa oleh Dam Truk maupun Mini Traktur. Pada saat
penimbangan posisi truk harus berada di tengah agar beban yang di bawa bisa
seimbang dan beratnya merata.
3.3.2. Loading Ramp
TBS yang telah di timbang di jembatan
timbang selanjutnya di bongkar di Loading
Ramp dengan menuang langsung dari truk. Loading
Ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa plat besi dengan
kemiringan yang berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa, sampah, kerikil, dan
pasir yang di bawa oleh Dam Truk, Mini Traktur, dan Ponton. Loading Ramp di lengkapi pintu-pintu
keluaran yang di gerakkan secara hidrolis sehingga memudahkan dalam pengisian
TBS. selanjutnya TBS tersebut di maksud ke dalam Lori.
3.3.3.
Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)
Kapasitas perlori 10 ton TBS Lori yang
telah berisi TBS di kirim ke stasiun rebusan dengan cara di tarik menggunakan Capstand yang di gerakkan oleh motor
listrik hingga masuk ke stasiun rebusan (Sterilizer).
Dalam perebusan TBS di panaskan dengan
uap dan temperature sekitar 135
dengan tekanan 3 Kg / CM². Proses
rebusan di lakukan secara bertahap-tahap yang di lakukan selama tiga puncak
tekanan agar di peroleh hasil yang optimal. Proses perebusan ini sangat
menentukan kualitas hasil pengolahan TBS, dengan tujuan untuk menghentikan
perkembangan asam lemak bebas, memudahkan proses pelepasan brondolan dari
janjangan, melunakkan brondolan dari janjangan sehingga memudahkan pelepasan /
pemisah antara daging buah dan Nut
(Cangkang).
3.3.4. Cantilever
Cantilever
berfungsi sebagai rel untuk jalan keluar masuk lori ke dalam rebusan.
3.3.5.
Stasiun Penebah (Threshing Station)
TBS dari lori
tersebut yang telah di rebus di kirim ke bagian pemipilan dan di tuangkan
menggunakan Tippler Kealat Pemipil (Threshing). Proses pemipilan terjadi
akibat tromol berputar pada sumbu mendatar yang membawa TBS ikut berputar
sehingga membanting-banting TBS tersebut dan menyebabkan brondolan lepas dari
tandannya. Pada bagian dalam dari pemipil, di pasang batang-batang besi
perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan brondolan keluar dari
pemipil. Brondolan yang keluar dari bagian bawah pemipil dan di tampi oleh
sebuah Screw Conveyor untuk di kirim
ke bagian Digesting dan Pressing.
Sementara tandan (Janjangan Kosong) yang
keluar dari bagian belakang pemipil di tampung oleh Elevator.Kemudian hasil tersebut di kirim ke Tungku bakar untuk di
jadikan abu sebagai pemisah cangkang dan kernel pada St. Kernel.
3.3.6.
Station Kempa (Pressing Station)
Brondolan yang telah terpipil dari
stasiun pemipilan di angkut ke bagian pengadukan / pencacahan (Digester). Alat yang di gunakan untuk pengadukan
/ pencacahan berupa sebuah tangki yang di lengkapi dengan lengan-lengan
pencacah di dalamnya. Lengan-lengan pencacah ini di putar oleh motor listrik
yang di pasang di bagian atas dari alat pencacah (Digester). Tujuan utama dari proses Digester yaiu untuk mempersiapkan daging buah untuk pengepaan (Pressing) sehingga minyak dengan mudah
dapat di pisahkan dari daging-daging dengan kerugian sekecil-kecilnya.
3.3.7. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)
Stasiun
pemurnian yaitu merupakan stasiun pengolahan Pabrik Kelapa Sawit yang bertujuan
untuk melakukan pemurnian Minyak Kelapa Sawit (MKS) dari kotoran-kotoran
seperti padatan, lumpur, dan air. Tujuan dari pembersihan / pemurnian minyak
kasar yaitu agar di peroleh minyak dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat di
pasarkan dengan harga yang layak.
3.3.8. Stasiun Pemisah Biji Kernel
Proses
pemisahan biji dan serabut dari ampas pengempaan bertujuan terutama untuk
memperoleh biji sebersih mungkin. Kemudian dari biji tersebut harus
menghasilkan inti sawit secara rasional, yakni kerugian yang sekecil-kecilnya
dengan hasil inti sawit yang setingi-tingginya. Pemisahan biji dari gumpalan
ampas pengempaan sangat di pengaruhi oleh segi-segi teknis dari proses yang
mendahuluinya biji yang bersih maka sebab-sebab utama dari penggalan tersebut
dapat di sebabkan oleh hal-hal berikut ini :
a.
Perebusan kurang baik sehingga biji sukar
lepas dari serabut.
b. Fibre pengepaan tidak cukup kering
karena kondisi buah kurang bagus, tekanan pengepaan kurang mencukupi.
c.
Kotoran-kotoran berat seperti batu, kerikil,
pasir, sampah, dan lain-lain yang memperkecil alat pemisah.
d.
Kebersihan alat tidak terpelihara sehingga
mempengaruhi hasil kerja.
Adapun
cara yang di gunakan untuk memisah biji dari serabut kelapa sawit yaitu menggunakan
cara pneumatic yaitu pemisah biji
dari serabut dengan menggunakan tarikan atau hisapan udara pada sebuah kolom
pemisah. Gumpalan ampas pengempaan di pecah dengan Cake Breaker Conveyor, lalu di jatuhkan dari bagian samping kolom
pemisah. Sementara biji akan mengalami benturan yang keras sehingga pecah dan
mengeluarkan inti yang sangat keras sehingga pecah dan mengerluarkan inti yang
ada di dalamnya. Selain biji sebagian inti sawit (Kernel) juga ikut pecah,
kernel pecah ini harus di batasi meksimum 10% lalu kernel-kernel tersebut
sangat peka terhadap penjemuran dan pengasaman.
Pemisah
kernel dan cangkang merupakan metode yang di gunakan dalam pemisahan kernel dan
cangkang, yaitu menggunakan sistem pemisahan kering. Pemisahan kering di
lakukan dalam suatu kolom pertikel dengan bantuan dari hisapan udara. Kernel
yang di terpisah dari cangkang di masukkan ke silo kering untuk di turunkan
kandungan air hingga mencapai 5%, pengeringan di lakukan dengan udara yang
bertemperatur 90-100° ¢ selama 3-5 jam.
3.3.9. Stasiun Pembangkit Tenaga Mesin
Stasiun
pembangkit yaitu sebuah unit mesin pabrik yang
menghasilkan sumber energi untuk menggerakkan mesin-mesin dan peralatan
lain yang memerlukan tenaga dalam jumlah besar yang di butuhkan oleh perusahaan
PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai yaitu
Ketel Uap (Boiler) yang menghasilkan
tenaga uap untuk menggerakkan Turbin, dan mesin Genset (Diesel). Kemudian uap dari Turbin di tamping ke dalam sebuah
bejana tekan yang di manfaatkan untuk proses perebusan buah dan keperluan
proses pengolahan, seperti pemanasan minyak dan kernel. Dalam stasiun
pembangkitan tenaga ini di butuhkan juga tenaga pembantu dari Genset (Diesel) yang di gunakan pada saat
Pabrik atau perusahaan kelapa sawit akan memulai operasi atau pada saat tidak
beroperasi.
3.3.10. Stasiun Pengolahan Air
Air merupakan kebutuhan vital bagi sebuah
Pabrik Kelapa Sawit karena sebagian proses pengolahan memerlukan air. Umumnya
air yang di peroleh dari sumber air hujan, air kanal, dan lain-lain.
3.3.11. Bengkel
Proses
pengolahan kelapa sawit pada pabrik perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai sangat tergantung dari kualitas dan jumlah TBS yang di hasilkan oleh
setiap kebun maupun estate. Produksi TBS yang tinggi mengharuskan beroperasi
dengan jam olah yang tinggi karena TBS yang di biarkan terlalu lama (Restan) akan mengakibatkan peningkatan
kadar asam lemak bebas. Ekstraksi minyak dan inti sawit selain di pengaruhi
oleh kualitas TBS, juga sangat tergantung dari proses pengolahan dan kondisi
alat pengolahan. Untuk mencapai jam olah yang tinggi dan kualitas produk yang
baik harus di dukung oleh sebuah bengkel
yang mempunyai bagian mekanikal dan elektrik.
3.4. Perhitungan
Produksi CPO dan Kernel
Untuk menghitung
minyak produksi dalam sebuah BST yang berisi minyak CPO dengan cara melakukan
sounding yang berguna untuk mengetahui stock awal BST, stock akhir, dan jumlah
produksi hari ini. Tetapi sebelum kita mengetahui jumlah stock awal BST, kita
harus menghitung Ukuran Sounding, Temperature,
dan meja sounding dengan menggunakan meteran. Setelah ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding di
ketahui hasilnya, baru dapat menghitung
stock awal BST yang di lakukan dengan rumus yaitu :
a.
Mencari
Temperature
Rumus = Temperature – 40
x 0.0000348 + 1
Diket =
50̊°¢
– 40 = 10
= 10 x
0.0000348
= 0.000348 + 1
Temperature = 1.000348
b.
Menghitung Stock BST
Rumus : Ukuran sounding +
Meja sounding,
lalu
lihat pada table buku perhitungan BST
guna untuk mencari nilai Meter, CM, dan
MM setelah mengetahui hasil dari Meter, CM, dan MM (table terlampir).
Dik :
Tinggi Sounding = 383.6 (3 M, 83 CM,
6 MM)
: Temperature = 50°¢
(0.8893)
: Tinggi Meja = 11.3 M (11 CM, 3 MM)
: Density = 0.8893
Stock Akhir
= 383.6 + 11.3=394.9
= 394 + 9
= 945539 + 2130
= 947669 x 1.000348
= 947999 x 0.8893
= 843.055 MT
c.
Mencari Jumlah Produksi Hari Ini
Rumus : Stock awal – Stock Akhir Produksi
Dik
: Stock Awal =
843.055 MT
: Stock Akhir = 658.876 - MT
=
184.179 MT
d.
Perhitungan OER
Rumus OER : Produksi CPO / TBS Olah
Dik = 184.179 / 863.455 x 100
= 0.2133 x 100
OER Actual = 21.33 %
Budget :
22.00
3.5. Perhitungan
Produksi Menggunakan Sistem I-Plas
Setelah selesai
semua perhitungan yang telah di produksi hari, maka perhitungan tersebut di
input ke jaringan menggunakan sistem I-Plas. Yang berfungsi sebagai laporan
perusahaan kepada atasan untuk mengetahui jumlah penerimaan Tandan Buah Segar
(TBS), jumlah produksi, maupun jumlah penjualan Clude Palm Oil (CPO), dan
Kernel.
3.5.1. Shift
Report Entry
Table
di atas adalah table Shift Report Entry yaitu di merupakan laporan jumlah produksi yang akan
di olah sesuai dengan Shift / Jadwal kerja, pada perusahaan PT. TH Indo
Plantations PMKS Pulai di bedakan menjadi 2 (Dua) yaitu Shift Siang dan Shift
Malam. Lalu laporan tersebut di input melalui sistem I-Plas dengan cara sebagai
berikut :
Date = Di
isi sesuai tanggal produksi,
Start Code
=
Di isi sesuai Shift kerja Shift Siang dan Shif26t Malam.
Actual Start = Di isi dengan
jam mulai pengolahan
Actual
= Di isi dengan jam selesai pengolahan
Cages Prosessed = Di
isi dengan berapa jumlah yang ada di lori untuk
di produksi.
Cages
Weight = Di isi dengan berapa jumlah produksi malam
dan siang.
Ramp Balance = Tidak Di isi.
Cages Balance = Di isi dengan
berapa jumlah produksi hari ini.
Flat Form Balance = Tidak
Di isi.
Down Time
=
Tidak Di isi.
Cause
= Tidak Di isi.
Processing
Hours = Di
isi berapa jam jumlah pengolahan produksi.
Lalu setelah selesai lalu klik Add. Dan
selanjutnya input data yang akan di kirim melalui Sistem I-Plas.
3.5.2. Produk
Quality
Setelah
selesai menginput laporan Shift Report
Entry, selanjutnya menginput Product
Quality. Product Quality merupakan suatu daya tahan atau ketetapan untuk
meningkatkan kualitas produk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan suatu
nilai untuk konsumen, yaitu sebagai berikut :
Maintenance Product Quality
Date =
Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Storage Code = Di isi sesuai dengan Bangker yang di
produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang
akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu
sebagai berikut :
Reading Date = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Strorage Code = Di isi sesuai dengan bangker yang di produksi.
FFA =
Tidak Di Isi.
Moinsture = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture Divisi Lab.
Dirt = Di isi sesuai dengan
laporan Dirt dari Divisi Lab.
Lalu setelah selesai semua di isi lalu klik Select.
3.5.3.
Strorage Reading
Setelah selesai menginput Product Quality selanjutnya lalu
menginput Storage Reading. Strorage
Reading adalah suatu penyimpanan data dalam waktu jangka panjang dan jangka
pendek sesuai dengan produksi yang di olah oleh perusahaan yang di kirim
melalui sistem I-Plas.
Maintenance Strorage Reading
Data = Di
isi sesuai dengan tanggal Produksi.
Storage Code = Di isi sesuai dengan BST yang terisi
dengan minyak yang telah di produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang
akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu
sebagai berikut :
Quality = Di isi sesuai dengan quality
yang ada di Repport PPU.
FFA = Di
isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang ada di Repport PPU dari.
Moinsture = Di
isi sesuai dengan laporan Moinsture dari Divisi Lab yang ada di Repport PPU.
Dirt
= Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi
Lab yang ada di Repport
PPU dari.
Lalu setelah selesai semua di isi
klik Add,. Selesai.
3.6.Kegiatan Selama Prakerin
Kegiatan /
pekerjaan saya selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) 4 (Empat) bulan di PT.
TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah yaitu sebagai berikut :
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
20 JUNI 2016 – 30 JUNI 2016
|
|
|
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
20 Juni 2016
Sampai
30 Juni 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Merekap penerimaan
TBS per estate / wilayah
|
|
|
3. Membuat BKM
Gardener
|
|
|
4. Menulis Surat
Berobat
|
|
|
5. Menginput data
Laporan Unit Pabrik (LUP)
|
|
|
6. Menginput data
Stock PPU dan KCP
|
|
|
7. Scan Dokumen
Despacth Kernel
|
|
|
8. Scan Dokumen
Despacth CPO
|
|
|
9. Scan SPB PMKS
Agatis dari Januari – Juni
|
|
|
10. Scan SPB PMKS Jati
dari Januari – Juni
|
|
|
11. Scan SPB PMKS
Tembusu dari Januari - Juni
|
|
|
12. Scan SPB PMKS
Ramin dari Januari – Juni
|
|
|
13. Merekap data
Belanja untuk GH Mawar
|
|
|
14. Menulis Bin Card
Perlengkapan Gudang
|
|
|
KEGIATAN SELAMA
PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 JULI 2016 – 30 JULI 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Juli 2016
Sampai
30 Juli 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Croscheck BKM
|
|
|
3. Merekap Cuti
Karyawan
|
|
|
4. Membuat Berita
Acara Sounding BST
|
|
|
5. Mengirim Berita
Acara Sounding BST Melalui
E- mail
|
|
|
6. Merekap Data TBS
Terima
|
|
|
7. Merekap Data TBS
Olah
|
|
|
8. Merekap Laporan
Produksi Kernel
|
|
|
9. Merekap Laporan
Produksi CPO
|
|
|
10. Merekap Logsheet
Proses Shift I dan Shift II
|
|
|
11. Merekap Penerimaan
TBS Per Estate / Wilayah
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 AGUSTUS 2016 – 31 AGUSTUS 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Agustus 2016
Sampai
31 Agustus 2016
|
1. Merekap Laporan
Harian Produksi (LHP)
|
|
|
2. Menginput Data
Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK)
|
|
|
3. Menginput Nota
Belanja Untuk Kantor
|
|
|
4. Merekap TBS Terima
|
|
|
5. Merekap TBS Olah
|
|
|
6. Menginput Data
Monitoring Target Penerimaan TBS
|
|
|
7. Menginput Data
Report KCP
|
|
|
8. Menginput Data
Monitoring Operasional Timbangan
|
|
|
9. Menginput Data
Entry LSNPK PPU
|
|
|
10. Menginput Data
Monitoring FFB PPU
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 SEPTEMBER 2016 – 30 SEPTEMBER 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 September 2016
Sampai
30September 2016
|
1. Menginput Data
Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK).
|
|
|
2. Menginput Data
LSNPK.
|
|
|
3. Menginput Data
Target Penerimaan TBS.
|
|
|
4. Croschek LHP.
|
|
|
5. Menginput Data
Produksi Ke I-Plas.
|
|
|
6. Menginput Data
Monitoring Operasional Timbangan
|
|
|
7. Menginput Data
Report KCP
|
|
|
8. Menginput Data M.
Riss Ke I-Plas
|
|
|
9. Membuat Lampiran
Purchase Request Permintaan Pembelian
(PP)
|
|
|
10. Mengisi Monitoring
Pemakaian Bensin Bulan Agustus
|
|
|
11. Mengirim E-mail PP
|
|
|
12. Merekap Grafik
Produksi
|
|
|
13. Mengirim Rekap
Penerimaan TBS, dan Grafik Produksi Ke E-mail.
|
|
|
14. Merekap Penerimaan
Buah Per Estate
|
|
|
15. Merekap Grafik
Produksi OER, KER, FFA, dan Nilai Panen
|
|
|
16. Merekap Monitoring
Penerimaan TBS Per Estate
|
|
|
17. Mengirim Grafik,
Produksi OER, KER, FFA, Nilai Panen, dan Monitoring Penerimaan TBS Per Estate Ke E-mail.
|
|
|
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN
|
|
|
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 OKTOBER 2016 – 20 OKTOBER 2016
|
|
|
Tanggal
|
Jenis Kegiatan
|
|
|
|
1 Oktober 2016
Sampai
20 Oktober 2016
|
1. Merekap Monitoring
Penerimaan Buah Per Estate.
|
|
|
2. Merekap Grafik
Produksi.
|
|
|
3. Mengirim Monitoring
Penerimaan Buah Per Estate dan Merekap
|
|
|
Grafik Produksi Ke E-mail.
|
|
|
4. Menginput Data M.
Riss Ke I-Plas.
|
|
|
5. Membuat Lampiran
PP.
|
|
|
6. Membuat LPO Lokal.
|
|
|
7. Merekap Cuti
Karyawan.
|
|
|
|
|
3.4. Keterlaksanaan (Faktor Pendukung
dan Penghambat)
Faktor pendukung dan faktor
penghambat yang ada di perusahaan PT. TH Indo Plantations selama saya Praktek
Kerja Industri (Prakerin) yaitu adalah sebagai berikut :
3.4.3.
Faktor Pendukung
a.
Adanya dukungan dan dorongan material
maupun spiritual dari orang tua, guru, saudara, teman-teman untuk melaksanakan
Praktek Kerja Industri (Prakerin).
b.
Pihak perusahaan juga turut mendukung
dan menerima saya untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan cara
membimbing dan mengajarkan saya.
c.
Fasilitas yang di berikan oleh kantor
sangat lengkap dan dan memadai sehingga
kami merasa di dalam dunia kerja.
3.4.4.
Faktor Penghambat
a.
Siswa belum bisa mengenal lingkungan dan
beradaptasi dengan baik sehingga merasa kurang nyaman saat berada di lingkungan
perusahaan.
b.
Kurangnya ilmu serta bimbingan yang di
berikan kepada siswa/i untuk menghadapi
Praktek Kerja Industri (Prakerin).
c.
Pengetahuan metode dalam dunia kerja
berbeda dengan metode yang di ajarkan di sekolah.
3.5. Manfaat yang Di rasakan Selama
Prakerin
a. Mendapatkan
pengalaman kerja dan pengertahuan tentang pengolahan produksi kelapa sawit
menjadi CPO dan Kernel.
b. Mendapatkan
banyak pengetahuan karena selama Praktek Kerja Industri tidak hanya mengetahui
di bagian produksi saja, tetapi kami di ajarkan untuk mengetahui berbagai macam
bidang.
c. Menjadi
berani dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada orang lain seperti atasan
dan lain sebagainya.
d. Mendapatkan
banyak ilmu dan masukan dari pihak perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai.
e. Menambah
pengalaman dan bisa merasakan betapa sulitnya dalam bekerja.
f. Bisa
merasakan bagaimana kita terjun di dunia kerja dan bisa bertanggung jawab atas
pekerjaan.
g. Serta
lengkapnya fasilitas yang di berikan oleh kantor sehingga siswa/i Praktek Kerja
Industri (Prakerin) tidak merasa sulit dalam mengerjakan tugas.
3.6. Pengembangan / Tindak Lanjut
a. Akan
mengamalkan lagi di sekolah sesuai dengan apa yang telah Di dapatkan di dunian
kerja.
b. Akan
mengamalkan apa yang di dapatkan di tempat dunia Praktek Kerja Industri
(Prakerin) kepada teman-teman.
c. Mengusulkan
kepada pihak sekolah agar meningkatkan lagi kemampuan siswa dalam menghadapi
pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
d. Siswa/i
yang akan menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) harus
mempunyai persiapan serta belajar dan berlatih untuk menjadi yang terbaik.
e. Akan
di praktekan dan di terapkan di sekolah atau di rumah tentang ilmu yang sudah
di dapatkan di tempat Prakerin.
BAB
IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari
penjelasan laporan selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan judul
“Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel”. Adalah sebagai
berikut :
1.
Produksi adalah suatu penghasilan yang
menghasilkan produk barang jadi maupun
produksi di bidang jasa. Tetapi pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS
Pulai produksi yang di hasilkan adalah produksi CPO dan Kernel minyak mentah
dari TBS (Tandan Buah Segar) / Kelapa sawit.
2.
Proses penerimaan TBS (Tandan Buah
Segar) yaitu buah yang berasal dari estate / wilayah di kirim melalui
kendaraan Dam Truk, Ponton, dan Mini
Traktur melewati dua jalur yaitu jalur transportasi darat dan transportasi air.
3.
Pengolahan TBS (Tandan Buah Segar)
menjadi CPO dan Kernel yaitu setelah buah di terima oleh pihak PKS (Pabrik
Kelapa Sawit) melalui dua jalur lalu buah tersebut di timbang dan di sortasi,
setelah penimbangan dan sortasi selesai maka buah tersebut masuk ke
stasiun-stasiun untuk di olah. Berikut Stasiun-stasiun pengolahan produksi
Kelapa Sawit adalah sebagai berikut :
a. Stasiun
Loading Ramp.
b.
Stasiun Rebuasan (Sterilizing Station).
c.
Stasiun Penebah (Treshing Station).
d.
Stasiun Kempa (Pressing Station).
e.
Stasiun
Pemurnian Minyak (Clarification Station).
f.
Stasiun
Pemisah Biji Kernel.
g.
Stasiun
Pembangkit Tenaga.
h.
Stasiun
Pengolahan Air.
i.
Bengkel.
4.2. Saran
Dengan kerendahan
hati saya bermaksud untuk mengajukan saran pada berbagai pihak yang berhubungan
dengan pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PKL) pada pihak perusahaan dan pada
pihak sekolah.
3.2.3. Saran Untuk
Pihak Perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
a.
Meningkatkan dan memberi motivasi kepada para karyawan,
sehingga tercipta semangat kerja dengan semangat untuk perusahaan.
b.
Meningkatkan pengawasan yang lebih baik
lagi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan karyawan dalam melaksanakan tugasnya.
c.
Meningkatkan manajemen terhadap
peningkatan kesejahteraan karyawan.
d.
Melengkapi sarana dan prasarana pada
perusahaan guna untuk menunjang system kerja
e.
Meningkatkan lingkungan yang bersih dan
dekorasi yang sesuai sehingga dapat menarik perhatian dalam pengunjungan tamu.
f.
Dapat lebih memperhatikan peserta
Prakerin sehingga tidak terjadi hal yang di inginkan.
3.2.4.
Saran Untuk Sekolah SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman
a.
Meningkatkan dalam berbagai bidang
pelajaran serta kejurusan baik itu dari segi praktek maupun teori.
b.
Meningkatkan dan memberikan motivasi terhadap seluruh
siswa-siswi guna untuk menciptakan semangat dalam belajar.
c.
Mengadakan sumber-sumber buku khusus
tentang seluruh Bidang Studi sehingga bisa di jadikan sumber untuk belajar.
d.
Meingkatkan kerjasama dengan pihak
perusahaan baik dalam program dan pelaksanaan pengembangan di bidang jurusan
tertentu.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyadi,(2010:5)pengertianprosedur,http//:www.mulyadi.wordpress.com/pengertianprosedur.html,
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Zaki,Baridwan,(2009:30)pengertianprosedur,http//:www.zaki.baridwan.wordpress.com/pengertian-prosedur.html.
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
PrajudiAtmosudirdjo.1982.TeknologiPengolahanKelapaSawit.http://prajudiatmosudirjo.wordpress.com/2009/03/20/teknologi-pengolahan-kelapa-sawit.html.
Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.