Rabu, 25 Oktober 2017




LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI
CRUDE PALM OIL (CPO) DAN KERNEL
DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI






Di ajukan untuk memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman


                                                Disusun Oleh :

                                    NAMA                       : ARLINA SUTANTI
                                    NIS                             : 0423
                                    JURUSAN                 : AKUNTANSI


SMK TARUNA BHAKTI INDONESIA KATEMAN
 KABUPATEN INDRAGIRI HILIR - RIAU
TAHUN AJARAN  2016/2017
BAB 1


PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang banyak di kebunkan oleh perusahaan-perusahaan yang besar, baik pemerintah maupun swasta. Bahkan masyarakat pun banyak bertanam kelapa sawit secara kecil-kecilan. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit sangat cocok tumbuh di Indonesia. Jika di targetkan untuk menjadi Negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, tentu orang-orang mengelolanyan dari mulai pembibitan, penanaman, sampai ke teknik pengelolahan serta menjadi produk yang bisa di butuhkan oleh masyarakat.
Kelapa sawit merupakan minyak nabati yang penting, minyak kelapa sawit mampu menghasilkan berbagai hasil industry hilir yang di butuhkan manusia, seperti minyak goreng, mentega, dan lain sebagainya. Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam proses selanjutnya yang akan menghasilkan fraksi Olein, stearin, dan fatty acid. Yang di pergunakan untuk pembuatan mentega, sedangkan fatty acid di gunakan untuk bahan dasar oleokimia.
Industri pengolahan kelapa sawit berkembang maju dan mengalami peningkatan yang sangat pesat, dengan kapasitas produksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Produksi minyak kelapa sawit di dalam negeri diserap oleh industri pangan, terutama industri minyak kelapa goreng dan industri non pangan seperti indusrti kosmetik dan farmasi. Hasil utama tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit atau sering dikenal dengan nama Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Minyak sawit dapat dimanfaatkan di berbagai industi karena memiliki susunan dan kandungan gizi yang cukup lengkap .



Dalam pelaksanaan Prakerin para siswa harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaanya praktek kerja industri tidak ada kendala dalam penerapan ilmu-ilmu baru yang tidak di ajarkan di lembaga kejuruan tersebut. Dalam pelaksanaan prakerin ini di harapkan setiap siswa mampu mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang di lakukan di dunia usaha maupun di dunia industri. Pada Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini saya mengambil judul tentang “PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN KERNEL” pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.

1.2.  Rumusan Masalah
Bagaimana prosedur pengolahan produksi TBS menjadi CRUDE PALM OIL (CPO) dan   Kernel di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai ?

1.3.  Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)                                
Adapun beberapa tujuan Prakerin ini adalah sebagai berikut :
a.    Mempersiapkan lulusan yang memiliki keahlian profesional dengan tuntutan   lapangan kerja.
b.   Membentuk pola pikir dan tingkah laku mandiri yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
c.    Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang di miliki oleh siswa/i Prakerin sesuai bidang masing-masing.
d.   Kegiatan Prakerin juga merupakan sebuah syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
e.    Dengan di laksanakannya Prakerin ini juga di harapkan siswa/i mampu mendapatkan ilmu tentang dunia kerja.
f.    Membekali siswa dalam pengalamannya yang sebenarnya dalam kerja dan masyarakat.
g.   Mempersiapkannya sikap mental dan mengembangkan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
h.   Meningkatkan wawasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
i.     Menciptakan  tenaga kerja yang terampil dan professional agar dapat bekerja dengan efektif dan efesien.

1.4. Tujuan Pembuatan Laporan
     Laporan merupakan hal terpenting yang saling terkait dengan pembahasan Prakerin di mana seseorang akan dituntut mengenai laporan apabila laporan telah selesai melakukan prakerin.
                    Dalam menjalankan Prakerin siswa/i diwajibkan untuk membuat laporan kegiatannya selama Prakerin. Adapun tujuan pembuatan laporan sebagai berikut:
a.    Sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan Prakerin di dunia usaha.
b.   Sebagai persyaratan bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).
a.    Sebagai pengembangan inspirasi di dalam pembuatan laporan selama melaksanakan Prakerin.

1.5.   Manfaat Prakerin
     Dalam kegiatan prakerin ini adapun manfaat yang di dapat oleh siswa/i Prakerin, antara lain adalah :
a.    Menambah wawasann serta pengalaman bagi para siswa/i Prakerin.
b.   Membina hubungan kerja sama yang baik, menumbuhkan rasa kebersamaan antara pihak sekolah dengan pihak perusahaan atau lembaga instansi lainnya.
c.    Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, berkualitas, semangat kerja yang baik dan benar dan siap kerja. Sesuai dengan tuntutan zaman di era teknologi informasi dan komunikasi.

1.6.   Sistematika Pembahasan
             Sistematika pembahasan adalah pengelompokkan laporan yang telah di susun secara sistematis guna untuk mempermudah pembaca memahami isi yang terkandung di dalamnya. Setiap laporan pasti mempunyai sistematika pembahasan, karena sistematika pembahasan ini sudah ketentuan yang lazim di ketahui.
            Di dalam laporan ini mempunyai sistematika pembahasan 4 BAB di antaranya yaitu :
1.   BAB I
              Pada Bab I ini saya menjelaska tenang latar belakang, pengertian prakerin, tujuan prakerin, manfaat prakerin, alasan memilih judul, dan sistematika pembahasan.
2.   BAB II
Pada bagian Bab II ini saya menjelaskan tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah berdirinya perusahaan.
3.   BAB III
Pada bagian Bab III ini saya menjelaskan tentang pembahasan dan teori yaitu tentang bagian Produksi tentang Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO Dan KERNEL Selama Prakerin Di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
4.   BAB IV
Pada bagian Bab IV atau Bab terakhir yaitu Bab penutup yang berupa kesimpulan, saran, penutup, serta lampiran-lampiran, dan daftar pustaka.





BAB II
GAMBARAN UMUM TERHADAP PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
            PT TH Indo Plantations dahulu bernama PT. Multi Gambut Industri, perusahaan ini merupakan perusahan Penanaman Modal Asing (PMA). Yang bergerak di bidang perkebunan dan bidang pabrik pengolahan kelapa sawit. Berdasarkan surat keputusan Mentri Negara, BPN No. 31/HGU/BPN/96 tentang pemberian Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT. Multi Gambut Industri, di wilayah kabupaten Indragiri Hilir. Dan berdasarkan SK Mentri Kehutanan nomor 831/KtsII/1993 mengenai pelepasan kawasan hutan untuk budidaya perkebunan atas nama PT Multi Gambut Industri. Lokasi perkebunan ini termasuk dalam wilayah daerah tingkat II Indragiri Hilir dan Pelalawan provinsi Riau.
              PT. TH Indo Plantations telah berganti nama sebanyak 3 (tiga) kali, pertama kali didirikan dengan nama PT. Multi Gambut Industri, di hadapan noteris Azhar Alia, SH di Jakarta dengan nama akta 38 pada tanggal 15 Mei 1998. Kemudian pada tanggal 19 Januari 2007 perusahaan ini berganti nama untuk kedua kalinya menjadi PT. TH Gambut Plantations di hadapan notaries Sutjipto, SH di Jakarta dan pada tahun 2009 berdasarkan keputusan rapat TH. Gambut Plantations menjadi PT TH Indo Plantations PMKS Pulai.
               PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai secara resmi melalui produk Tandan Buah Sawit (TBS) tahun 2000, sedangkan produk minyak sawit Crude Palm Oil (CPO) tahun 2001, PT TH Indo Plantations telah membangun 6 unit pabrik pengelolaan minyak kelapa sawit (CPO), diantaranya (POM I Pulai, POM II Nyato, POM III Ramin, POM IV Tembusu, POM V Jati, dan POM VI Agastis) ke 6 (enam) unit pabrik yang telah beroperasi dengan normal. Di samping itu juga PT. TH Indo Plantations membangun 1 (satu) unit pabrik pengelolaan inti sawit menjadi minyak Crude Palm Kernel Oil (CPKO). Mempunyai  luas lahan keseluruhan 32.815 M². Dengan kapasitas pabrik sebagai berikut :
1.   Kapasitas Pabrik                     : 120 Ton / Unit
2.   2 Unit Loading Ramp             : 1.000 Ton / Unit
3.   4 Unit Sterilizer                       : 50 Ton / Unit
4.   8 Unit Press                             : Cap. 20 Ton / Hr / Unit
5.   2 Unit Decanter                      : 60 Ton / Jam /  Unit
6.   2 Unit Boiler                          : 52, 60 Ton / Jam / Unit
7.   2 Turbin                                   : 1,750 KW (1,7 MM), dan 1000 (1 MM)

2.2. Prosedur dan Tata Kerja Perusahaan
             Penetapan waktu kerja di dasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan mengindahkan perundangan-undangan yang berlaku sebagai mana mestinya, PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai menggunakan waktu dengan ketentuan yaitu sebagai berikut :
a.       Senin s/d Kamis
Jam Masuk Pagi                : 07.00-12.00
Jam Istirahat                      : 12,00-02,00
Jam Siang                          : 02,00-05,00
b.      Jum’at      
Jam Masuk Pagi                : 07,00-11,30
Jam Istirahat                      : 11,30-02,00
Jam Siang                          : 02,00-05,00
c.       Sabtu                                
Jam Masuk Pagi                : 07,00-13,00
Jam Pulang                        : 13,00





2.3. Jumlah Tenaga Kerja PT. TH Indo Plantations
     Tenaga kerja PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai terdiri dari Staff, KBT (Karyawan Bulanan Tetap), dan KHT (Karyawan Harian Tetap). Yaitu sebagai berikut :
2.3.1. Jumlah Staff PMKS Pulai
a.    Mill Manager
b.   Askep (Assistant Kepala)
c.    KTU (Kepala Tata Usaha)
d.   Assistant Operasional
e.    Assistant Proses shift I
f.    Assistant Porses shift II
g.   Assistant Maintenance
h.   Pembukuan
i.     Supervisor Listrik
2.3.2. Jumlah Karyawan  Bulanan Tetap ( KBT )
a.    Abdul Wahid ( Inc. Ka. Gudang )
b.   Jaelani ( Kanit Security)
c.    Basri Y ( Anggota Security )
d.   Martono ( Oprator Excavator )
e.    Tukilan ( Oprator Genset )
f.    Daniel Toska ( Helper Genset )
g.   Suardi ( Mandore Gardener )
h.   Seven Julizar ( Mandore Proses )
i.     Supandi ( Op. Crane )
j.     Taufik Rahman ( Boiler Attd )
k.   M. Karyoto ( Op. Press )
l.     Didik Maryanto ( Ka. Lab )
m.  Andri Suyanto ( Supir DT )

2.3.3. Jumlah Karyawan Harian Tetap ( KHT)
                 Karyawan Hariaan Tetap ( KHT ) di bagi menjadi 8 Divisi yaitu sebagai berikut :
a.    Divisi Kantor sebanyak ( 11 Orang )
b.   Divisi Security sebanyak ( 11 orang )
c.    Divisi Workshop sebanyak ( 23 orang )
d.   Divisi Labor sebanyak ( 14 Orang )
e.    Divisi Oprator Sebanyak ( 4 orang )
f.    Divisi Timbangan Sebanyak ( 22 Orang )
g.   Divisi Umum Sebanyak ( 4 orang )
h.   Divisi Proses sebanyak ( 48 Orang )
          Jadi bila di totalkan kariawan kita sebanyak 159 Orang yaitu Staff yang terdiri dari 9 orang, karyawan KBT yang terdiri dari 13 orang, dan karyawan KBT yang terdiri dari 137 orang.

2.4. Struktur Organisasi Kepagawaian
            Pada umumnya setiap badan usaha memilih struktur organisasi yang mencerminkan kelangsungan kerja. Tanpa adanya struktur organisasi maka arus kegiatan tidak berjalan dengan lancar, melainkan akan menimbulkan banyak kesulitan halnya jika perusahaan yang memiliki struktur organisasi perusahaan di mana banyak melibatkan department yang terkait di dalamnya, maka batasan wewenang tanggung jawab serta tingkat kedudukan seseorang dapat di  control dengan baik dan dalam perjalanan aktifitas pun dapat terarahkan.
            Struktur organisasi yang tetapkan oleh PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah struktur organisasi garis karena dari segi kegiatannya organisasi garis merupakan organisasi paling sederhana dan sangat luas penggunaannya.Berikut Struktur Organisasi Kepegawaian PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS Pulai sebagai berikut :





























2.5. Tugas-Tugas Kepegawaian
            Berikut Tugas-tugas kepegawaian PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai sebagai berikut :
1.   Group Mill Manager
            Group Mill Manager bertugas dan bertanggung jawab pada 6 pabrik, serta melaporkan kondisi atau produktifitas dari 6 pabrik Head Pom (Direktur Pabrik).
2.   Mill Manager
            Mill Manager bertugas dan bertanggung jawab mengawasi serta merencanakan  pekerjaan atau produktifitas dari satu unit pabrik, mensupervisi para Assistant untuk pencapaian produksi dan kelancaran pabrik.
3.   Askep
            Askep (Assistant Kepala) bertugas dan bertanggung jawab Membantu Manager mensufervisi para Assistant, dan memastikan program kerja dari masing-masing Assistant agar berjalan dengan baik. 
4.   KTU
            Kepala Tata Usaha (KTU) memiliki tugas dan bertanggung jawab dalam penyusunan daftar gaji karyawan, mengontrol semua laoran dari setiap bagian agar tepat waktu, dan berwewenang merencanakan atau mengarahkan kegiatan di bidang administrasi untuk mencapai sasaran biaya dan mencapaian sarana bisya sesuai dengan penganggaran biaya yang telah di tentukan.
5.   Assistant Operasional
            Assistant Operasional memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan penganalisaan sample dengan memperoleh hasil yang akurat, dan memastikan aktifitas pengapalan produksi agar berjalan dengan baik.



6.   Assistant Maintenance
            Assistant Maintenance memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan perbaikan unit mesin dapat terselesaikan dengan cepat dan hasil yang lebih baik, merencanakan dan merealisasikan program perawatan masing-masing, serta Memfollow Up permintaan barang kepada pihak Purchasing.
7.   Assistant Proses
            Assistant Proses Shift I memiliki tugas dan tanggung jawab mensferrvisi kerja karyawan untuk pengolahan pabrik, serta mengawasi kelancaran pengolahan pabrik untuk mencapai target produksi.
8.   Pembukuan
            Pembukuan memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap pengeluaran, pemasukkan, dan biaya-biaya yang di perlukan atau di butuhkan oleh perusahaan.
9.   Krani Administrasi Personalia
            Krani Personalia memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap penggajian seluruh karyawan PMKS Pulai, serta menangani surat menyurat yang di keluarkan maupun surat yang masuk di PMKS Pulai.
10.  Krani Workshop
            Krani Workshop memiliki tugas dan tanggung jawab membantu membuat laporan maintenance, membantu membuat laporan mayor maintenance.
11.  Krani Produksi
            Krani Produksi memiliki tugas dan bertanggung jawab pada bagian produksi yang mencakup dari pengolahan produksi sampai penjualan.
12.  Krani Gudang
            Krani Gudang memiliki tugas dan bertanggung jawab menanyakan ke pemasok mengenai perkembangan barang dan jasa yang di butuhkan tersebut, dengan melalui Email, dan telepon.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pengertian Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel
        3.1.1. Pengertian Prosedur
      Di dalam suatu perusahaan sangat  memerlukan prosedur yang baik untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas operasional sehingga keputusan yang di ambil harus tepat, efektif, dan efisien agar perusahaan tidak mendapat  kerugian dan konsumen pun tidak di rugikan. Adapun pengertian prosedur menurut para ahli adalah sebagai berikut :
      Menurut Mulyadi (2010:5) Prosedur adalah suatu kegiatan yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang di buat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
      Menurut Zaki Baridwan (2009:30) Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani (Clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, di susun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sedang terjadi.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli tersebut dapat di simpulkan bahwa prosedur merupakan suatu urutan yang tersusun yang biasanya melibatkna beberapa orang dalam suatu bagian departement atau lebih, serta di susun untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.







3.1.2. Pengertian Pengolahan
      Pengolahan artinya  membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi agar dapat di manfaatkan secara luas, pada prinsipnya, kerja pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur, memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya, kerja pengolahan menggunakan desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran sesuai dengan rancangan yang di buat. Adapun pengertian pengolahan menurut para ahli adalah sebagai berikut :
      Menurut Prajudi Atmosudirjo,1982 Difinisi pengolahan adalah kegiatan pemanfaatan dan pengendalian atas semua sumber daya yang di perlukan untuk mencapai ataupun menyelesaikan tujuan tertentu.
      Menurut Sondang P.Siagian,1997 Arti pengolahan adalah skil / keterampilan untuk mencapai suatu hasil tertentu dengan menggunakan tenaga / bantuan orang lain.
      Dari beberapa menurut para ahli dapat di simpulkan bahwa pengolahan adalah pemanfaatan sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang dapat di wujudkan dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.1.3. Pengertian Proses Produksi
                 Mendenifisikan suatu hal merupakan langkah awal yang lazim sebelum melakukan pembahasaan lebih mendalam untuk itu berikut pengertian proses produksi menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
      Menurut Indriyo Gitosudarmo (2000:2) Proses produksi adalah merupakan interaksi antara bahan dasar, bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin-mesin serta alat perlengkapan yang di pergunakan.
      Menurut Arman Hakim Nasution (2003:1) Proses produksi yaitu merupakan metode dan teknik yang di gunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk.
      Menurut Teguh Baroto (2002:13) Proses produksi adalah aktifitas produk jadi dari bahan baku yang melibatkan mesin, energy, pengetahuan teknis, dan lain-lain. Atau sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah nilai ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan orang badan usaha atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa di sebut produsen.
           Dari beberapa menurut para ahli tersebut bahwa proses produksi dapat di simpulkan sebagai berikut yaitu, dapat di ketahui bahwa untuk menghasilkan barang atau jasa di perlukan usaha mendayagunakan masukan berupa tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan perkembangan dari pada proses produksi menghasilkan banyak macam jenis-jenis proses produksi dalam perusahaan.

















3.2. Alur Proses Produksi
        3.2.1. Skema Alur Proses Produksi
              Alur proses TBS (Tandan Buah Segar) yang telah di panen oleh pihak Estate di kirim ke Pabrik Kelapa Sawit. Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan 2 (dua) metode transportasi yaitu transportasi darat dan tranportasi air. Transportasi jalan darat menggunakan Drum Truk (DT), Mini Traktor (MT), dan transportasi air yang menggunakan Ponton. Setiap buah yang masuk ke pabrik di lakukan penimbangan yang di bawa oleh Drum Truk, Mini Traktor, dan ponton. Yang berguna untuk mengetahui berapa banyak buah yang di terima oleh pabrik baik dari timbangan kanal maupun timbangan darat.
        3.2.2. Rekap Monitoring Timbangan
              Adapun table Monitoring Operasional Timbangan buah setiap Estate pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah sebagai berikut :

REKAP MONITORING OPERASIONAL TIMBANGAN
JUNI-SEPTEMBER
PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI






NO
BULAN
UNIT
TBS TERIMA
TIMBANGAN KANAL
TIMBANGAN DARAT
1
Juni
KG
15,742,810
7,872,430
8,462,630
2
Juli
KG
15,862,750
7,400,120
12,627,060
3
Agustus
KG
25,021,980
7,872,430
7,870,380
4
September
KG
24,983,520
12,829,950
12,153,570
Total
81,611,060
35,974,930
41,113,640

       









Keterangan :
Jumlah penerimaann TBS Timbangan darat + jumlah penerimaan TBS timbangan kanal, lalu mendapat hasil jumlah TBS Terima.    
              Setelah selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
              Setelah di lakukan penimbangan selanjutnya akan di lakukan Sortasi atau Grading berdasarkan standard dan kualitas TBS. Sortasi atau Grading adalah suatu kegiatan penyotiran TBS (Tandan Buah Segar) yang di terima oleh Pabrik dengan fungsi sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui kualitas dari TBS yang di terima oleh Pabrik.
b.      Data laporan balik ke estate atau kebun atas kualitas TBS yang di kirim.
c.       Merupakan salah satu parameter yang akan mempengaruhi hasil dan kualitas produksi pabrik.
3.2.2.   Laporan Sortasi Nilai Panen (LSNPK)
                Adapun sortasi yang di lakukan terhadap setiap kebun maupun afdeling yang di laukan setiap truk maupun ponton yang masuk guna untuk mengetahui jumlah kualitas TBS yang memenuhi standard dan kerteria nilai panen yang di sebut dengan Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK). Sortasi TBS di lakukan berdasarkan kriteria nilai panen. Adapun kriteria-kriteria nilai panen serta rekap nilai panen sebagai berikut







KRITERIA NILAI PANEN






NO
JUMLAH
KRITERIA


1
MENTAH
TBS tidak membrondol atau membrondol < 1 brondolan / Kg/ BJR

2
MASAK
TBS membrondol 1 brondolan  / Kg BJR s/d 25% membrondol

3
TERLALU MASAK
TBS membrondol min 25% s/d max 75%

4
TANDAN KOSONG
TBS membrondol < 75% atau brondolan yang tersisa 25% pada tandan

5
TANGKAI PANJANG
Panjang tangkai 3 cm di ukut sisi tangkai yang terpanjang

DI LUAR NILAI PANEN


1
ABNORMAL
TBS memiliki brondolan TBS Batu, TBS sakit

2
TBS DI MAKAN TIKUS
TBS yang di makan tikus

3
BUSUK
TBS membusuk

4
BERONDOLAN
Jumlah brondolan yang di kirim ke PMKS

5
SAMPAH
Jumlah Tanah, batu, pasir dan lain-lain yang terikut di angkut ke PMKS








                        Setelah selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.

3.3.   Alur Proses Pengolahan Kelapa Sawit
     Proses pengolahan di mulai dari penerimaan buah dan penimbangan buah, bertujuan untuk mengetahui jumlah TBS yang akan di olah, dan untuk mengetahui rendeman minyak inti serta berat tandan rata-rata. Dari penimbangan tersebut juga dapat di ketahui berapa jumlah produksi TBS yang di capai oleh setiap afdeling. Jenis timbangan yang di gunakan adalah jembatan timbangan elektronik yang berkapasitas 30.000 Kg, dengan menggunakan sistem indicator / load cell dan sistem komputer.
Dalam Proses pengolahan TBS setelah penimbangan selesai lalu buah yang telah di timbang tersebut masuk ke dalam Stasiun-stasiun untuk proses pengolahan produksi TBS menjadi Kernel dan CPO. Berikut ini tahap-tahap pengolahan produksi TBS adalah sebagai berikut :
3.3.1. Jembatan Timbang
      Penimbangan di lakukan dua kali untuk setiap pengangkutan TBS yang masuk ke pabrik, yaitu pada saat masuk (berat truk dan TBS) serta pada saat keluar (berat truk). Dari selisih timbangan saat truk dan keluar, di peroleh  bersih timbangan yang di gunakan oleh perusahaan PMKS Pulai. Truk yang melewati jembatan harus berjalan dengan pelan karena jembatan timbang sangat sensitive terhadap beban yang di bawa oleh Dam Truk maupun Mini Traktur. Pada saat penimbangan posisi truk harus berada di tengah agar beban yang di bawa bisa seimbang dan beratnya  merata.
3.3.2. Loading Ramp
           TBS yang telah di timbang di jembatan timbang selanjutnya di bongkar di Loading Ramp dengan menuang langsung dari truk. Loading Ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa plat besi dengan kemiringan yang berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa, sampah, kerikil, dan pasir yang di bawa oleh Dam Truk, Mini Traktur, dan Ponton. Loading Ramp di lengkapi pintu-pintu keluaran yang di gerakkan secara hidrolis sehingga memudahkan dalam pengisian TBS. selanjutnya TBS tersebut di maksud ke dalam Lori.
3.3.3. Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)
      Kapasitas perlori 10 ton TBS Lori yang telah berisi TBS di kirim ke stasiun rebusan dengan cara di tarik menggunakan Capstand yang di gerakkan oleh motor listrik hingga masuk ke stasiun rebusan (Sterilizer). Dalam  perebusan TBS di panaskan dengan uap dan temperature sekitar 135 dengan tekanan 3 Kg / CM². Proses rebusan di lakukan secara bertahap-tahap yang di lakukan selama tiga puncak tekanan agar di peroleh hasil yang optimal. Proses perebusan ini sangat menentukan kualitas hasil pengolahan TBS, dengan tujuan untuk menghentikan perkembangan asam lemak bebas, memudahkan proses pelepasan brondolan dari janjangan, melunakkan brondolan dari janjangan sehingga memudahkan pelepasan / pemisah antara daging buah dan Nut (Cangkang).
3.3.4. Cantilever
      Cantilever berfungsi sebagai rel untuk jalan keluar masuk lori ke dalam rebusan.



3.3.5. Stasiun Penebah (Threshing Station)
 TBS dari lori tersebut yang telah di rebus di kirim ke bagian pemipilan dan di tuangkan menggunakan Tippler Kealat Pemipil (Threshing). Proses pemipilan terjadi akibat tromol berputar pada sumbu mendatar yang membawa TBS ikut berputar sehingga membanting-banting TBS tersebut dan menyebabkan brondolan lepas dari tandannya. Pada bagian dalam dari pemipil, di pasang batang-batang besi perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan brondolan keluar dari pemipil. Brondolan yang keluar dari bagian bawah pemipil dan di tampi oleh sebuah Screw Conveyor untuk di kirim ke bagian Digesting dan Pressing.
 Sementara tandan (Janjangan Kosong) yang keluar dari bagian belakang pemipil di tampung oleh Elevator.Kemudian hasil tersebut di kirim ke Tungku bakar untuk di jadikan abu sebagai pemisah cangkang dan kernel pada St. Kernel.
3.3.6. Station Kempa (Pressing Station)
            Brondolan yang telah terpipil dari stasiun pemipilan di angkut ke bagian pengadukan / pencacahan (Digester). Alat yang di gunakan untuk pengadukan / pencacahan berupa sebuah tangki yang di lengkapi dengan lengan-lengan pencacah di dalamnya. Lengan-lengan pencacah ini di putar oleh motor listrik yang di pasang di bagian atas dari alat pencacah (Digester). Tujuan utama dari proses Digester yaiu untuk mempersiapkan daging buah untuk pengepaan (Pressing) sehingga minyak dengan mudah dapat di pisahkan dari daging-daging dengan kerugian sekecil-kecilnya.






3.3.7. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)
            Stasiun pemurnian yaitu merupakan stasiun pengolahan Pabrik Kelapa Sawit yang bertujuan untuk melakukan pemurnian Minyak Kelapa Sawit (MKS) dari kotoran-kotoran seperti padatan, lumpur, dan air. Tujuan dari pembersihan / pemurnian minyak kasar yaitu agar di peroleh minyak dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat di pasarkan dengan harga yang layak.
3.3.8. Stasiun Pemisah Biji Kernel
      Proses pemisahan biji dan serabut dari ampas pengempaan bertujuan terutama untuk memperoleh biji sebersih mungkin. Kemudian dari biji tersebut harus menghasilkan inti sawit secara rasional, yakni kerugian yang sekecil-kecilnya dengan hasil inti sawit yang setingi-tingginya. Pemisahan biji dari gumpalan ampas pengempaan sangat di pengaruhi oleh segi-segi teknis dari proses yang mendahuluinya biji yang bersih maka sebab-sebab utama dari penggalan tersebut dapat di sebabkan oleh hal-hal berikut ini :
a.  Perebusan kurang baik sehingga biji sukar lepas dari serabut.
b. Fibre pengepaan tidak cukup kering karena kondisi buah kurang bagus, tekanan pengepaan kurang mencukupi.
c.  Kotoran-kotoran berat seperti batu, kerikil, pasir, sampah, dan lain-lain yang memperkecil alat pemisah.
d.       Kebersihan alat tidak terpelihara sehingga mempengaruhi hasil kerja.
      Adapun cara yang di gunakan untuk memisah biji dari serabut kelapa sawit yaitu menggunakan cara pneumatic yaitu pemisah biji dari serabut dengan menggunakan tarikan atau hisapan udara pada sebuah kolom pemisah. Gumpalan ampas pengempaan di pecah dengan Cake Breaker Conveyor, lalu di jatuhkan dari bagian samping kolom pemisah. Sementara biji akan mengalami benturan yang keras sehingga pecah dan mengeluarkan inti yang sangat keras sehingga pecah dan mengerluarkan inti yang ada di dalamnya. Selain biji sebagian inti sawit (Kernel) juga ikut pecah, kernel pecah ini harus di batasi meksimum 10% lalu kernel-kernel tersebut sangat peka terhadap penjemuran dan pengasaman.
      Pemisah kernel dan cangkang merupakan metode yang di gunakan dalam pemisahan kernel dan cangkang, yaitu menggunakan sistem pemisahan kering. Pemisahan kering di lakukan dalam suatu kolom pertikel dengan bantuan dari hisapan udara. Kernel yang di terpisah dari cangkang di masukkan ke silo kering untuk di turunkan kandungan air hingga mencapai 5%, pengeringan di lakukan dengan udara yang bertemperatur 90-100° ¢ selama 3-5 jam.
3.3.9. Stasiun Pembangkit Tenaga Mesin
        Stasiun pembangkit yaitu sebuah unit mesin pabrik yang  menghasilkan sumber energi untuk menggerakkan mesin-mesin dan peralatan lain yang memerlukan tenaga dalam jumlah besar yang di butuhkan oleh perusahaan PT. TH  Indo Plantations PMKS Pulai yaitu Ketel Uap (Boiler) yang menghasilkan tenaga uap untuk menggerakkan Turbin, dan mesin Genset (Diesel). Kemudian uap dari Turbin di tamping ke dalam sebuah bejana tekan yang di manfaatkan untuk proses perebusan buah dan keperluan proses pengolahan, seperti pemanasan minyak dan kernel. Dalam stasiun pembangkitan tenaga ini di butuhkan juga tenaga pembantu dari Genset (Diesel) yang di gunakan pada saat Pabrik atau perusahaan kelapa sawit akan memulai operasi atau pada saat tidak beroperasi.
3.3.10.  Stasiun Pengolahan Air
 Air merupakan kebutuhan vital bagi sebuah Pabrik Kelapa Sawit karena sebagian proses pengolahan memerlukan air. Umumnya air yang di peroleh dari sumber air hujan, air kanal, dan lain-lain.

3.3.11.  Bengkel
      Proses pengolahan kelapa sawit pada pabrik perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai sangat tergantung dari kualitas dan jumlah TBS yang di hasilkan oleh setiap kebun maupun estate. Produksi TBS yang tinggi mengharuskan beroperasi dengan jam olah yang tinggi karena TBS yang di biarkan terlalu lama (Restan) akan mengakibatkan peningkatan kadar asam lemak bebas. Ekstraksi minyak dan inti sawit selain di pengaruhi oleh kualitas TBS, juga sangat tergantung dari proses pengolahan dan kondisi alat pengolahan. Untuk mencapai jam olah yang tinggi dan kualitas produk yang baik  harus di dukung oleh sebuah bengkel yang mempunyai bagian mekanikal dan elektrik.

3.4.   Perhitungan Produksi CPO dan Kernel
Untuk menghitung minyak produksi dalam sebuah BST yang berisi minyak CPO dengan cara melakukan sounding yang berguna untuk mengetahui stock awal BST, stock akhir, dan jumlah produksi hari ini. Tetapi sebelum kita mengetahui jumlah stock awal BST, kita harus menghitung Ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding dengan menggunakan meteran. Setelah ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding di ketahui  hasilnya, baru dapat menghitung stock awal BST yang di lakukan dengan rumus yaitu :
a.  Mencari Temperature
           Rumus             = Temperature – 40 x 0.0000348 + 1            
           Diket               = 50̊°¢ – 40  = 10
                                   = 10 x 0.0000348
                                   =  0.000348 + 1
           Temperature    = 1.000348


b. Menghitung Stock BST
           Rumus             : Ukuran sounding + Meja sounding,
lalu lihat pada table buku  perhitungan BST guna untuk mencari   nilai Meter, CM, dan MM setelah mengetahui hasil dari Meter, CM, dan MM (table terlampir).
                        Dik                  : Tinggi Sounding       = 383.6 (3 M, 83 CM, 6 MM)
                                                : Temperature              = 50°¢ (0.8893)
                                                : Tinggi Meja               = 11.3 M (11 CM, 3 MM)
                                                : Density                      = 0.8893
                                    Stock Akhir               
                                                                                   =  383.6 + 11.3=394.9
                                                                                   =  394 + 9
                                                                                   =  945539 + 2130
                                                                                   =  947669 x 1.000348
                                                                                   =  947999 x 0.8893
                                                                                   =  843.055 MT
c.  Mencari Jumlah Produksi Hari Ini
Rumus             : Stock awal – Stock Akhir Produksi
Dik                  :           Stock Awal     = 843.055        MT
                        :           Stock Akhir     = 658.876  -     MT
                                                            = 184.179       MT
d.      Perhitungan OER
           Rumus OER    :  Produksi CPO / TBS Olah
           Dik                                                      =  184.179 / 863.455 x 100
                                                                       =  0.2133 x 100
           OER Actual                                        =  21.33 %                  
           Budget                        :  22.00
3.5.  Perhitungan Produksi Menggunakan Sistem I-Plas
Setelah selesai semua perhitungan yang telah di produksi hari, maka perhitungan tersebut di input ke jaringan menggunakan sistem I-Plas. Yang berfungsi sebagai laporan perusahaan kepada atasan untuk mengetahui jumlah penerimaan Tandan Buah Segar (TBS), jumlah produksi, maupun jumlah penjualan Clude Palm Oil (CPO), dan Kernel.
3.5.1.   Shift Report Entry

             Table di atas adalah table Shift Report Entry yaitu di  merupakan laporan jumlah produksi yang akan di olah sesuai dengan Shift / Jadwal kerja, pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai di bedakan menjadi 2 (Dua) yaitu Shift Siang dan Shift Malam. Lalu laporan tersebut di input melalui sistem I-Plas dengan cara sebagai berikut :
                       

     Date                         = Di isi sesuai tanggal produksi,
  Start Code               = Di isi sesuai Shift kerja Shift Siang dan Shif26t          Malam.
     Actual Start             = Di isi dengan jam mulai pengolahan
     Actual                     = Di isi dengan jam selesai pengolahan
  Cages Prosessed     = Di isi dengan berapa jumlah yang ada di lori untuk           di produksi.
Cages Weight          = Di isi dengan berapa jumlah produksi malam dan  siang.
     Ramp Balance         = Tidak Di isi.
     Cages Balance         = Di isi dengan berapa jumlah produksi hari ini.
     Flat Form Balance   = Tidak Di isi.
     Down Time             = Tidak Di isi.
     Cause                      = Tidak Di isi.
Processing Hours    = Di isi berapa jam jumlah pengolahan produksi.
      Lalu setelah selesai lalu klik Add. Dan selanjutnya input data yang akan di kirim melalui Sistem I-Plas.












3.5.2.     Produk Quality

     Setelah selesai menginput laporan Shift Report Entry, selanjutnya menginput Product Quality. Product Quality merupakan suatu daya tahan atau ketetapan untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan suatu nilai untuk konsumen, yaitu sebagai berikut :
   Maintenance Product Quality
Date                   = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Storage Code     = Di isi sesuai dengan Bangker yang di produksi.

     Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu sebagai berikut :
        Reading Date     = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
        Strorage Code    = Di isi sesuai dengan bangker yang di produksi.
        FFA                    = Tidak Di Isi.
        Moinsture           = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture Divisi Lab.
       Dirt                     = Di isi sesuai dengan laporan Dirt dari Divisi Lab.
   Lalu setelah selesai semua di isi lalu klik Select.
3.5.3.   Strorage Reading
Setelah selesai menginput Product Quality selanjutnya lalu menginput Storage Reading. Strorage Reading adalah suatu penyimpanan data dalam waktu jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan produksi yang di olah oleh perusahaan yang di kirim melalui sistem I-Plas.
Maintenance Strorage Reading
    Data                    = Di isi sesuai dengan tanggal Produksi.
                                            Storage Code    = Di isi sesuai dengan BST yang terisi dengan minyak yang   telah di produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu sebagai berikut :
       Quality                = Di isi sesuai dengan quality yang ada di Repport PPU.
 FFA                     = Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang      ada di Repport PPU dari.
Moinsture      = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture dari Divisi Lab           yang ada di Repport PPU.
Dirt                     = Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang                 ada di Repport PPU dari.
            Lalu setelah selesai semua di isi klik Add,. Selesai.



3.6.Kegiatan Selama Prakerin
Kegiatan / pekerjaan saya selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) 4 (Empat) bulan di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah yaitu sebagai berikut :
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
20 JUNI 2016 – 30 JUNI 2016




Tanggal
Jenis Kegiatan


20 Juni 2016
Sampai
30 Juni 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Merekap penerimaan TBS per estate / wilayah

3. Membuat BKM Gardener

4. Menulis Surat Berobat

5. Menginput data Laporan Unit Pabrik (LUP)

6. Menginput data Stock PPU dan KCP

7. Scan Dokumen Despacth Kernel

8. Scan Dokumen Despacth CPO

9. Scan SPB PMKS Agatis dari Januari – Juni

10. Scan SPB PMKS Jati dari Januari – Juni

11. Scan SPB PMKS Tembusu dari Januari - Juni

12. Scan SPB PMKS Ramin dari Januari – Juni

13. Merekap data Belanja untuk GH Mawar

14. Menulis Bin Card Perlengkapan Gudang

    




KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 JULI 2016 – 30 JULI 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan


1 Juli 2016
Sampai
30 Juli 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Croscheck BKM

3. Merekap Cuti Karyawan

4. Membuat Berita Acara Sounding BST

5. Mengirim Berita Acara Sounding BST Melalui
E-  mail

6. Merekap Data TBS Terima

7. Merekap Data TBS Olah

8. Merekap Laporan Produksi Kernel

9. Merekap Laporan Produksi CPO

10. Merekap Logsheet Proses Shift I dan Shift II

11. Merekap Penerimaan TBS Per Estate / Wilayah


KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 AGUSTUS 2016 – 31 AGUSTUS 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan


1 Agustus 2016
Sampai
31 Agustus 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Menginput Data Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK)

3. Menginput Nota Belanja Untuk Kantor

4. Merekap TBS Terima

5. Merekap TBS Olah

6. Menginput Data Monitoring Target Penerimaan TBS

7. Menginput Data Report KCP

8. Menginput Data Monitoring Operasional Timbangan

9. Menginput Data Entry LSNPK PPU

10. Menginput Data Monitoring FFB PPU


KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 SEPTEMBER 2016 – 30 SEPTEMBER 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan













1 September 2016
Sampai
 30September 2016














1. Menginput Data Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK).

2. Menginput Data LSNPK.

3. Menginput Data Target Penerimaan TBS.

4. Croschek LHP.

5. Menginput Data Produksi Ke I-Plas.

6. Menginput Data Monitoring Operasional Timbangan

7. Menginput Data Report KCP

8. Menginput Data M. Riss Ke I-Plas

9. Membuat Lampiran Purchase Request  Permintaan Pembelian (PP)

10. Mengisi Monitoring Pemakaian Bensin Bulan Agustus

11. Mengirim E-mail PP

12. Merekap Grafik Produksi

13. Mengirim Rekap Penerimaan TBS, dan Grafik Produksi Ke E-mail.

14. Merekap Penerimaan Buah Per Estate

15. Merekap Grafik Produksi OER, KER, FFA, dan Nilai Panen

16. Merekap Monitoring Penerimaan TBS Per Estate

17. Mengirim Grafik, Produksi OER, KER, FFA, Nilai Panen, dan Monitoring Penerimaan TBS Per Estate Ke E-mail.







KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 OKTOBER 2016 – 20 OKTOBER 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan




1 Oktober 2016
Sampai
20 Oktober 2016





1. Merekap Monitoring Penerimaan Buah Per Estate.

2. Merekap Grafik Produksi.

3. Mengirim Monitoring Penerimaan Buah Per Estate dan Merekap

    Grafik Produksi Ke E-mail.

4. Menginput Data M. Riss Ke I-Plas.

5. Membuat Lampiran PP.

6. Membuat LPO Lokal.

7. Merekap Cuti Karyawan.





3.4.   Keterlaksanaan (Faktor Pendukung dan Penghambat)
            Faktor pendukung dan faktor penghambat yang ada di perusahaan PT. TH Indo Plantations selama saya Praktek Kerja Industri (Prakerin) yaitu adalah sebagai berikut :
3.4.3.   Faktor Pendukung
a.    Adanya dukungan dan dorongan material maupun spiritual dari orang tua, guru, saudara, teman-teman untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
b.   Pihak perusahaan juga turut mendukung dan menerima saya untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan cara membimbing dan mengajarkan saya.
c.    Fasilitas yang di berikan oleh kantor sangat lengkap dan dan memadai sehingga   kami merasa di dalam dunia kerja.




3.4.4.   Faktor Penghambat
a.    Siswa belum bisa mengenal lingkungan dan beradaptasi dengan baik sehingga merasa kurang nyaman saat berada di lingkungan perusahaan.
b.   Kurangnya ilmu serta bimbingan yang di berikan kepada  siswa/i untuk menghadapi Praktek Kerja Industri (Prakerin).
c.    Pengetahuan metode dalam dunia kerja berbeda dengan metode yang di ajarkan di sekolah.

3.5.   Manfaat yang Di rasakan Selama Prakerin
a.    Mendapatkan pengalaman kerja dan pengertahuan tentang pengolahan produksi kelapa sawit menjadi CPO dan Kernel.
b.   Mendapatkan banyak pengetahuan karena selama Praktek Kerja Industri tidak hanya mengetahui di bagian produksi saja, tetapi kami di ajarkan untuk mengetahui berbagai macam bidang.
c.    Menjadi berani dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada orang lain seperti atasan dan lain sebagainya.
d.   Mendapatkan banyak ilmu dan masukan dari pihak perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
e.    Menambah pengalaman dan bisa merasakan betapa sulitnya dalam bekerja.
f.    Bisa merasakan bagaimana kita terjun di dunia kerja dan bisa bertanggung jawab atas pekerjaan.
g.   Serta lengkapnya fasilitas yang di berikan oleh kantor sehingga siswa/i Praktek Kerja Industri (Prakerin) tidak merasa sulit dalam mengerjakan tugas.




3.6.   Pengembangan / Tindak Lanjut
a.    Akan mengamalkan lagi di sekolah sesuai dengan apa yang telah Di dapatkan di dunian kerja.
b.   Akan mengamalkan apa yang di dapatkan di tempat dunia Praktek Kerja Industri (Prakerin) kepada teman-teman.
c.    Mengusulkan kepada pihak sekolah agar meningkatkan lagi kemampuan siswa dalam menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
d.   Siswa/i yang akan menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) harus mempunyai persiapan serta belajar dan berlatih untuk menjadi yang terbaik.
e.    Akan di praktekan dan di terapkan di sekolah atau di rumah tentang ilmu yang sudah di dapatkan di tempat Prakerin.

















                                                                  BAB IV   
PENUTUP
4.1.  Kesimpulan
              Dari penjelasan laporan selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan judul “Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel”. Adalah sebagai berikut :
1.      Produksi adalah suatu penghasilan yang menghasilkan  produk barang jadi maupun produksi di bidang jasa. Tetapi pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai produksi yang di hasilkan adalah produksi CPO dan Kernel minyak mentah dari TBS (Tandan Buah Segar) / Kelapa sawit.
2.      Proses penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) yaitu buah yang berasal dari estate / wilayah di kirim melalui kendaraan  Dam Truk, Ponton, dan Mini Traktur melewati dua jalur yaitu jalur transportasi darat dan transportasi air.
3.      Pengolahan TBS (Tandan Buah Segar) menjadi CPO dan Kernel yaitu setelah buah di terima oleh pihak PKS (Pabrik Kelapa Sawit) melalui dua jalur lalu buah tersebut di timbang dan di sortasi, setelah penimbangan dan sortasi selesai maka buah tersebut masuk ke stasiun-stasiun untuk di olah. Berikut Stasiun-stasiun pengolahan produksi Kelapa Sawit adalah sebagai berikut :
a.    Stasiun Loading Ramp.
b.   Stasiun Rebuasan (Sterilizing Station).
c.    Stasiun Penebah (Treshing Station).
d.   Stasiun Kempa (Pressing Station).
e.    Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station).
f.    Stasiun Pemisah Biji Kernel.
g.   Stasiun Pembangkit Tenaga.
h.   Stasiun Pengolahan Air.
i.     Bengkel.

4.2. Saran
Dengan kerendahan hati saya bermaksud untuk mengajukan saran pada berbagai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PKL) pada pihak perusahaan dan pada pihak sekolah.
3.2.3. Saran Untuk Pihak Perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
a.       Meningkatkan dan  memberi motivasi kepada para karyawan, sehingga tercipta semangat kerja dengan semangat untuk perusahaan.
b.      Meningkatkan pengawasan yang lebih baik lagi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan karyawan  dalam melaksanakan tugasnya.
c.       Meningkatkan manajemen terhadap peningkatan kesejahteraan karyawan.
d.    Melengkapi sarana dan prasarana pada perusahaan guna untuk menunjang system kerja
e.       Meningkatkan lingkungan yang bersih dan dekorasi yang sesuai sehingga dapat menarik perhatian dalam pengunjungan tamu.
f.       Dapat lebih memperhatikan peserta Prakerin sehingga tidak terjadi hal yang di inginkan.
3.2.4. Saran Untuk Sekolah SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman
a.       Meningkatkan dalam berbagai bidang pelajaran serta kejurusan baik itu dari segi praktek maupun teori.
b.      Meningkatkan dan  memberikan motivasi terhadap seluruh siswa-siswi guna untuk menciptakan semangat dalam belajar.
c.       Mengadakan sumber-sumber buku khusus tentang seluruh Bidang Studi sehingga bisa di jadikan sumber untuk belajar.
d.      Meingkatkan kerjasama dengan pihak perusahaan baik dalam program dan pelaksanaan pengembangan di bidang jurusan tertentu.



DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi,(2010:5)pengertianprosedur,http//:www.mulyadi.wordpress.com/pengertianprosedur.html, Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Zaki,Baridwan,(2009:30)pengertianprosedur,http//:www.zaki.baridwan.wordpress.com/pengertian-prosedur.html. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
PrajudiAtmosudirdjo.1982.TeknologiPengolahanKelapaSawit.http://prajudiatmosudirjo.wordpress.com/2009/03/20/teknologi-pengolahan-kelapa-sawit.html. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Mansgunsong,Lamria.dkk.2003.BukuAjarTeknologiPengolahanKelapaSawit.Polnep.Pontianak http://apwardhanu.wordpress.com/2009/03/20/teknologipengolahankelapa-sawit. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
















BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang banyak di kebunkan oleh perusahaan-perusahaan yang besar, baik pemerintah maupun swasta. Bahkan masyarakat pun banyak bertanam kelapa sawit secara kecil-kecilan. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kelapa sawit sangat cocok tumbuh di Indonesia. Jika di targetkan untuk menjadi Negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, tentu orang-orang mengelolanyan dari mulai pembibitan, penanaman, sampai ke teknik pengelolahan serta menjadi produk yang bisa di butuhkan oleh masyarakat.
Kelapa sawit merupakan minyak nabati yang penting, minyak kelapa sawit mampu menghasilkan berbagai hasil industry hilir yang di butuhkan manusia, seperti minyak goreng, mentega, dan lain sebagainya. Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam proses selanjutnya yang akan menghasilkan fraksi Olein, stearin, dan fatty acid. Yang di pergunakan untuk pembuatan mentega, sedangkan fatty acid di gunakan untuk bahan dasar oleokimia.
Industri pengolahan kelapa sawit berkembang maju dan mengalami peningkatan yang sangat pesat, dengan kapasitas produksi minyak Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Produksi minyak kelapa sawit di dalam negeri diserap oleh industri pangan, terutama industri minyak kelapa goreng dan industri non pangan seperti indusrti kosmetik dan farmasi. Hasil utama tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit atau sering dikenal dengan nama Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel. Minyak sawit dapat dimanfaatkan di berbagai industi karena memiliki susunan dan kandungan gizi yang cukup lengkap .



Dalam pelaksanaan Prakerin para siswa harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai bidangnya agar dalam pelaksanaanya praktek kerja industri tidak ada kendala dalam penerapan ilmu-ilmu baru yang tidak di ajarkan di lembaga kejuruan tersebut. Dalam pelaksanaan prakerin ini di harapkan setiap siswa mampu mengikuti kegiatan kerja serta memahami kegiatan kerja yang di lakukan di dunia usaha maupun di dunia industri. Pada Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini saya mengambil judul tentang “PROSEDUR PENGOLAHAN PRODUKSI TBS MENJADI CRUDE PALM OIL (CPO) DAN KERNEL” pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.

1.2.  Rumusan Masalah
Bagaimana prosedur pengolahan produksi TBS menjadi CRUDE PALM OIL (CPO) dan   Kernel di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai ?

1.3.  Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)                                
Adapun beberapa tujuan Prakerin ini adalah sebagai berikut :
a.    Mempersiapkan lulusan yang memiliki keahlian profesional dengan tuntutan   lapangan kerja.
b.   Membentuk pola pikir dan tingkah laku mandiri yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
c.    Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang di miliki oleh siswa/i Prakerin sesuai bidang masing-masing.
d.   Kegiatan Prakerin juga merupakan sebuah syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
e.    Dengan di laksanakannya Prakerin ini juga di harapkan siswa/i mampu mendapatkan ilmu tentang dunia kerja.
f.    Membekali siswa dalam pengalamannya yang sebenarnya dalam kerja dan masyarakat.
g.   Mempersiapkannya sikap mental dan mengembangkan diri siswa dalam menghadapi dunia kerja nyata.
h.   Meningkatkan wawasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
i.     Menciptakan  tenaga kerja yang terampil dan professional agar dapat bekerja dengan efektif dan efesien.

1.4. Tujuan Pembuatan Laporan
     Laporan merupakan hal terpenting yang saling terkait dengan pembahasan Prakerin di mana seseorang akan dituntut mengenai laporan apabila laporan telah selesai melakukan prakerin.
                    Dalam menjalankan Prakerin siswa/i diwajibkan untuk membuat laporan kegiatannya selama Prakerin. Adapun tujuan pembuatan laporan sebagai berikut:
a.    Sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan Prakerin di dunia usaha.
b.   Sebagai persyaratan bagi siswa untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).
a.    Sebagai pengembangan inspirasi di dalam pembuatan laporan selama melaksanakan Prakerin.

1.5.   Manfaat Prakerin
     Dalam kegiatan prakerin ini adapun manfaat yang di dapat oleh siswa/i Prakerin, antara lain adalah :
a.    Menambah wawasann serta pengalaman bagi para siswa/i Prakerin.
b.   Membina hubungan kerja sama yang baik, menumbuhkan rasa kebersamaan antara pihak sekolah dengan pihak perusahaan atau lembaga instansi lainnya.
c.    Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, berkualitas, semangat kerja yang baik dan benar dan siap kerja. Sesuai dengan tuntutan zaman di era teknologi informasi dan komunikasi.

1.6.   Sistematika Pembahasan
             Sistematika pembahasan adalah pengelompokkan laporan yang telah di susun secara sistematis guna untuk mempermudah pembaca memahami isi yang terkandung di dalamnya. Setiap laporan pasti mempunyai sistematika pembahasan, karena sistematika pembahasan ini sudah ketentuan yang lazim di ketahui.
            Di dalam laporan ini mempunyai sistematika pembahasan 4 BAB di antaranya yaitu :
1.   BAB I
              Pada Bab I ini saya menjelaska tenang latar belakang, pengertian prakerin, tujuan prakerin, manfaat prakerin, alasan memilih judul, dan sistematika pembahasan.
2.   BAB II
Pada bagian Bab II ini saya menjelaskan tentang gambaran umum perusahaan yang meliputi sejarah berdirinya perusahaan.
3.   BAB III
Pada bagian Bab III ini saya menjelaskan tentang pembahasan dan teori yaitu tentang bagian Produksi tentang Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO Dan KERNEL Selama Prakerin Di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
4.   BAB IV
Pada bagian Bab IV atau Bab terakhir yaitu Bab penutup yang berupa kesimpulan, saran, penutup, serta lampiran-lampiran, dan daftar pustaka.





BAB II
GAMBARAN UMUM TERHADAP PERUSAHAAN
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
            PT TH Indo Plantations dahulu bernama PT. Multi Gambut Industri, perusahaan ini merupakan perusahan Penanaman Modal Asing (PMA). Yang bergerak di bidang perkebunan dan bidang pabrik pengolahan kelapa sawit. Berdasarkan surat keputusan Mentri Negara, BPN No. 31/HGU/BPN/96 tentang pemberian Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT. Multi Gambut Industri, di wilayah kabupaten Indragiri Hilir. Dan berdasarkan SK Mentri Kehutanan nomor 831/KtsII/1993 mengenai pelepasan kawasan hutan untuk budidaya perkebunan atas nama PT Multi Gambut Industri. Lokasi perkebunan ini termasuk dalam wilayah daerah tingkat II Indragiri Hilir dan Pelalawan provinsi Riau.
              PT. TH Indo Plantations telah berganti nama sebanyak 3 (tiga) kali, pertama kali didirikan dengan nama PT. Multi Gambut Industri, di hadapan noteris Azhar Alia, SH di Jakarta dengan nama akta 38 pada tanggal 15 Mei 1998. Kemudian pada tanggal 19 Januari 2007 perusahaan ini berganti nama untuk kedua kalinya menjadi PT. TH Gambut Plantations di hadapan notaries Sutjipto, SH di Jakarta dan pada tahun 2009 berdasarkan keputusan rapat TH. Gambut Plantations menjadi PT TH Indo Plantations PMKS Pulai.
               PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai secara resmi melalui produk Tandan Buah Sawit (TBS) tahun 2000, sedangkan produk minyak sawit Crude Palm Oil (CPO) tahun 2001, PT TH Indo Plantations telah membangun 6 unit pabrik pengelolaan minyak kelapa sawit (CPO), diantaranya (POM I Pulai, POM II Nyato, POM III Ramin, POM IV Tembusu, POM V Jati, dan POM VI Agastis) ke 6 (enam) unit pabrik yang telah beroperasi dengan normal. Di samping itu juga PT. TH Indo Plantations membangun 1 (satu) unit pabrik pengelolaan inti sawit menjadi minyak Crude Palm Kernel Oil (CPKO). Mempunyai  luas lahan keseluruhan 32.815 M². Dengan kapasitas pabrik sebagai berikut :
1.   Kapasitas Pabrik                     : 120 Ton / Unit
2.   2 Unit Loading Ramp             : 1.000 Ton / Unit
3.   4 Unit Sterilizer                       : 50 Ton / Unit
4.   8 Unit Press                             : Cap. 20 Ton / Hr / Unit
5.   2 Unit Decanter                      : 60 Ton / Jam /  Unit
6.   2 Unit Boiler                          : 52, 60 Ton / Jam / Unit
7.   2 Turbin                                   : 1,750 KW (1,7 MM), dan 1000 (1 MM)

2.2. Prosedur dan Tata Kerja Perusahaan
             Penetapan waktu kerja di dasarkan kepada kebutuhan perusahaan dengan mengindahkan perundangan-undangan yang berlaku sebagai mana mestinya, PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai menggunakan waktu dengan ketentuan yaitu sebagai berikut :
a.       Senin s/d Kamis
Jam Masuk Pagi                : 07.00-12.00
Jam Istirahat                      : 12,00-02,00
Jam Siang                          : 02,00-05,00
b.      Jum’at      
Jam Masuk Pagi                : 07,00-11,30
Jam Istirahat                      : 11,30-02,00
Jam Siang                          : 02,00-05,00
c.       Sabtu                                
Jam Masuk Pagi                : 07,00-13,00
Jam Pulang                        : 13,00





2.3. Jumlah Tenaga Kerja PT. TH Indo Plantations
     Tenaga kerja PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai terdiri dari Staff, KBT (Karyawan Bulanan Tetap), dan KHT (Karyawan Harian Tetap). Yaitu sebagai berikut :
2.3.1. Jumlah Staff PMKS Pulai
a.    Mill Manager
b.   Askep (Assistant Kepala)
c.    KTU (Kepala Tata Usaha)
d.   Assistant Operasional
e.    Assistant Proses shift I
f.    Assistant Porses shift II
g.   Assistant Maintenance
h.   Pembukuan
i.     Supervisor Listrik
2.3.2. Jumlah Karyawan  Bulanan Tetap ( KBT )
a.    Abdul Wahid ( Inc. Ka. Gudang )
b.   Jaelani ( Kanit Security)
c.    Basri Y ( Anggota Security )
d.   Martono ( Oprator Excavator )
e.    Tukilan ( Oprator Genset )
f.    Daniel Toska ( Helper Genset )
g.   Suardi ( Mandore Gardener )
h.   Seven Julizar ( Mandore Proses )
i.     Supandi ( Op. Crane )
j.     Taufik Rahman ( Boiler Attd )
k.   M. Karyoto ( Op. Press )
l.     Didik Maryanto ( Ka. Lab )
m.  Andri Suyanto ( Supir DT )

2.3.3. Jumlah Karyawan Harian Tetap ( KHT)
                 Karyawan Hariaan Tetap ( KHT ) di bagi menjadi 8 Divisi yaitu sebagai berikut :
a.    Divisi Kantor sebanyak ( 11 Orang )
b.   Divisi Security sebanyak ( 11 orang )
c.    Divisi Workshop sebanyak ( 23 orang )
d.   Divisi Labor sebanyak ( 14 Orang )
e.    Divisi Oprator Sebanyak ( 4 orang )
f.    Divisi Timbangan Sebanyak ( 22 Orang )
g.   Divisi Umum Sebanyak ( 4 orang )
h.   Divisi Proses sebanyak ( 48 Orang )
          Jadi bila di totalkan kariawan kita sebanyak 159 Orang yaitu Staff yang terdiri dari 9 orang, karyawan KBT yang terdiri dari 13 orang, dan karyawan KBT yang terdiri dari 137 orang.

2.4. Struktur Organisasi Kepagawaian
            Pada umumnya setiap badan usaha memilih struktur organisasi yang mencerminkan kelangsungan kerja. Tanpa adanya struktur organisasi maka arus kegiatan tidak berjalan dengan lancar, melainkan akan menimbulkan banyak kesulitan halnya jika perusahaan yang memiliki struktur organisasi perusahaan di mana banyak melibatkan department yang terkait di dalamnya, maka batasan wewenang tanggung jawab serta tingkat kedudukan seseorang dapat di  control dengan baik dan dalam perjalanan aktifitas pun dapat terarahkan.
            Struktur organisasi yang tetapkan oleh PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah struktur organisasi garis karena dari segi kegiatannya organisasi garis merupakan organisasi paling sederhana dan sangat luas penggunaannya.Berikut Struktur Organisasi Kepegawaian PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS Pulai sebagai berikut :





























2.5. Tugas-Tugas Kepegawaian
            Berikut Tugas-tugas kepegawaian PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai sebagai berikut :
1.   Group Mill Manager
            Group Mill Manager bertugas dan bertanggung jawab pada 6 pabrik, serta melaporkan kondisi atau produktifitas dari 6 pabrik Head Pom (Direktur Pabrik).
2.   Mill Manager
            Mill Manager bertugas dan bertanggung jawab mengawasi serta merencanakan  pekerjaan atau produktifitas dari satu unit pabrik, mensupervisi para Assistant untuk pencapaian produksi dan kelancaran pabrik.
3.   Askep
            Askep (Assistant Kepala) bertugas dan bertanggung jawab Membantu Manager mensufervisi para Assistant, dan memastikan program kerja dari masing-masing Assistant agar berjalan dengan baik. 
4.   KTU
            Kepala Tata Usaha (KTU) memiliki tugas dan bertanggung jawab dalam penyusunan daftar gaji karyawan, mengontrol semua laoran dari setiap bagian agar tepat waktu, dan berwewenang merencanakan atau mengarahkan kegiatan di bidang administrasi untuk mencapai sasaran biaya dan mencapaian sarana bisya sesuai dengan penganggaran biaya yang telah di tentukan.
5.   Assistant Operasional
            Assistant Operasional memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan penganalisaan sample dengan memperoleh hasil yang akurat, dan memastikan aktifitas pengapalan produksi agar berjalan dengan baik.



6.   Assistant Maintenance
            Assistant Maintenance memiliki tugas dan tanggung jawab memastikan perbaikan unit mesin dapat terselesaikan dengan cepat dan hasil yang lebih baik, merencanakan dan merealisasikan program perawatan masing-masing, serta Memfollow Up permintaan barang kepada pihak Purchasing.
7.   Assistant Proses
            Assistant Proses Shift I memiliki tugas dan tanggung jawab mensferrvisi kerja karyawan untuk pengolahan pabrik, serta mengawasi kelancaran pengolahan pabrik untuk mencapai target produksi.
8.   Pembukuan
            Pembukuan memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap pengeluaran, pemasukkan, dan biaya-biaya yang di perlukan atau di butuhkan oleh perusahaan.
9.   Krani Administrasi Personalia
            Krani Personalia memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap penggajian seluruh karyawan PMKS Pulai, serta menangani surat menyurat yang di keluarkan maupun surat yang masuk di PMKS Pulai.
10.  Krani Workshop
            Krani Workshop memiliki tugas dan tanggung jawab membantu membuat laporan maintenance, membantu membuat laporan mayor maintenance.
11.  Krani Produksi
            Krani Produksi memiliki tugas dan bertanggung jawab pada bagian produksi yang mencakup dari pengolahan produksi sampai penjualan.
12.  Krani Gudang
            Krani Gudang memiliki tugas dan bertanggung jawab menanyakan ke pemasok mengenai perkembangan barang dan jasa yang di butuhkan tersebut, dengan melalui Email, dan telepon.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Pengertian Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel
        3.1.1. Pengertian Prosedur
      Di dalam suatu perusahaan sangat  memerlukan prosedur yang baik untuk menyelesaikan kegiatan atau aktifitas operasional sehingga keputusan yang di ambil harus tepat, efektif, dan efisien agar perusahaan tidak mendapat  kerugian dan konsumen pun tidak di rugikan. Adapun pengertian prosedur menurut para ahli adalah sebagai berikut :
      Menurut Mulyadi (2010:5) Prosedur adalah suatu kegiatan yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu department atau lebih, yang di buat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
      Menurut Zaki Baridwan (2009:30) Prosedur merupakan suatu urutan-urutan pekerjaan kerani (Clerical), biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, di susun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sedang terjadi.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli tersebut dapat di simpulkan bahwa prosedur merupakan suatu urutan yang tersusun yang biasanya melibatkna beberapa orang dalam suatu bagian departement atau lebih, serta di susun untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.







3.1.2. Pengertian Pengolahan
      Pengolahan artinya  membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi agar dapat di manfaatkan secara luas, pada prinsipnya, kerja pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur, memodifikasi bahan tersebut. Oleh karenanya, kerja pengolahan menggunakan desain sistem, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran sesuai dengan rancangan yang di buat. Adapun pengertian pengolahan menurut para ahli adalah sebagai berikut :
      Menurut Prajudi Atmosudirjo,1982 Difinisi pengolahan adalah kegiatan pemanfaatan dan pengendalian atas semua sumber daya yang di perlukan untuk mencapai ataupun menyelesaikan tujuan tertentu.
      Menurut Sondang P.Siagian,1997 Arti pengolahan adalah skil / keterampilan untuk mencapai suatu hasil tertentu dengan menggunakan tenaga / bantuan orang lain.
      Dari beberapa menurut para ahli dapat di simpulkan bahwa pengolahan adalah pemanfaatan sumber daya manusia ataupun sumber daya lainnya yang dapat di wujudkan dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.1.3. Pengertian Proses Produksi
                 Mendenifisikan suatu hal merupakan langkah awal yang lazim sebelum melakukan pembahasaan lebih mendalam untuk itu berikut pengertian proses produksi menurut para ahli yaitu sebagai berikut :
      Menurut Indriyo Gitosudarmo (2000:2) Proses produksi adalah merupakan interaksi antara bahan dasar, bahan-bahan pembantu, tenaga kerja dan mesin-mesin serta alat perlengkapan yang di pergunakan.
      Menurut Arman Hakim Nasution (2003:1) Proses produksi yaitu merupakan metode dan teknik yang di gunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk.
      Menurut Teguh Baroto (2002:13) Proses produksi adalah aktifitas produk jadi dari bahan baku yang melibatkan mesin, energy, pengetahuan teknis, dan lain-lain. Atau sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah nilai ekonomi suatu benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sedangkan orang badan usaha atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa di sebut produsen.
           Dari beberapa menurut para ahli tersebut bahwa proses produksi dapat di simpulkan sebagai berikut yaitu, dapat di ketahui bahwa untuk menghasilkan barang atau jasa di perlukan usaha mendayagunakan masukan berupa tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan perkembangan dari pada proses produksi menghasilkan banyak macam jenis-jenis proses produksi dalam perusahaan.

















3.2. Alur Proses Produksi
        3.2.1. Skema Alur Proses Produksi
              Alur proses TBS (Tandan Buah Segar) yang telah di panen oleh pihak Estate di kirim ke Pabrik Kelapa Sawit. Pengiriman buah kelapa sawit menggunakan 2 (dua) metode transportasi yaitu transportasi darat dan tranportasi air. Transportasi jalan darat menggunakan Drum Truk (DT), Mini Traktor (MT), dan transportasi air yang menggunakan Ponton. Setiap buah yang masuk ke pabrik di lakukan penimbangan yang di bawa oleh Drum Truk, Mini Traktor, dan ponton. Yang berguna untuk mengetahui berapa banyak buah yang di terima oleh pabrik baik dari timbangan kanal maupun timbangan darat.
        3.2.2. Rekap Monitoring Timbangan
              Adapun table Monitoring Operasional Timbangan buah setiap Estate pada PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah sebagai berikut :

REKAP MONITORING OPERASIONAL TIMBANGAN
JUNI-SEPTEMBER
PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI






NO
BULAN
UNIT
TBS TERIMA
TIMBANGAN KANAL
TIMBANGAN DARAT
1
Juni
KG
15,742,810
7,872,430
8,462,630
2
Juli
KG
15,862,750
7,400,120
12,627,060
3
Agustus
KG
25,021,980
7,872,430
7,870,380
4
September
KG
24,983,520
12,829,950
12,153,570
Total
81,611,060
35,974,930
41,113,640

       









Keterangan :
Jumlah penerimaann TBS Timbangan darat + jumlah penerimaan TBS timbangan kanal, lalu mendapat hasil jumlah TBS Terima.    
              Setelah selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.
              Setelah di lakukan penimbangan selanjutnya akan di lakukan Sortasi atau Grading berdasarkan standard dan kualitas TBS. Sortasi atau Grading adalah suatu kegiatan penyotiran TBS (Tandan Buah Segar) yang di terima oleh Pabrik dengan fungsi sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui kualitas dari TBS yang di terima oleh Pabrik.
b.      Data laporan balik ke estate atau kebun atas kualitas TBS yang di kirim.
c.       Merupakan salah satu parameter yang akan mempengaruhi hasil dan kualitas produksi pabrik.
3.2.2.   Laporan Sortasi Nilai Panen (LSNPK)
                Adapun sortasi yang di lakukan terhadap setiap kebun maupun afdeling yang di laukan setiap truk maupun ponton yang masuk guna untuk mengetahui jumlah kualitas TBS yang memenuhi standard dan kerteria nilai panen yang di sebut dengan Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK). Sortasi TBS di lakukan berdasarkan kriteria nilai panen. Adapun kriteria-kriteria nilai panen serta rekap nilai panen sebagai berikut







KRITERIA NILAI PANEN






NO
JUMLAH
KRITERIA


1
MENTAH
TBS tidak membrondol atau membrondol < 1 brondolan / Kg/ BJR

2
MASAK
TBS membrondol 1 brondolan  / Kg BJR s/d 25% membrondol

3
TERLALU MASAK
TBS membrondol min 25% s/d max 75%

4
TANDAN KOSONG
TBS membrondol < 75% atau brondolan yang tersisa 25% pada tandan

5
TANGKAI PANJANG
Panjang tangkai 3 cm di ukut sisi tangkai yang terpanjang

DI LUAR NILAI PANEN


1
ABNORMAL
TBS memiliki brondolan TBS Batu, TBS sakit

2
TBS DI MAKAN TIKUS
TBS yang di makan tikus

3
BUSUK
TBS membusuk

4
BERONDOLAN
Jumlah brondolan yang di kirim ke PMKS

5
SAMPAH
Jumlah Tanah, batu, pasir dan lain-lain yang terikut di angkut ke PMKS








                        Setelah selesai melakukan Sortasi tersebut buah yang di terima atau yang di olah dengan kualitas yang baik dari segi kematangan buah maupun potensi minyak yang terkandung di dalam TBS tersebut, maka semakin besar potensi minyak yang ada di dalamnya. Oleh karena itu buah yang masuk di dalam pabrik harus di sortir terlebih dahulu guna untuk menjamin kualitas buah yang akan di olah.

3.3.   Alur Proses Pengolahan Kelapa Sawit
     Proses pengolahan di mulai dari penerimaan buah dan penimbangan buah, bertujuan untuk mengetahui jumlah TBS yang akan di olah, dan untuk mengetahui rendeman minyak inti serta berat tandan rata-rata. Dari penimbangan tersebut juga dapat di ketahui berapa jumlah produksi TBS yang di capai oleh setiap afdeling. Jenis timbangan yang di gunakan adalah jembatan timbangan elektronik yang berkapasitas 30.000 Kg, dengan menggunakan sistem indicator / load cell dan sistem komputer.
Dalam Proses pengolahan TBS setelah penimbangan selesai lalu buah yang telah di timbang tersebut masuk ke dalam Stasiun-stasiun untuk proses pengolahan produksi TBS menjadi Kernel dan CPO. Berikut ini tahap-tahap pengolahan produksi TBS adalah sebagai berikut :
3.3.1. Jembatan Timbang
      Penimbangan di lakukan dua kali untuk setiap pengangkutan TBS yang masuk ke pabrik, yaitu pada saat masuk (berat truk dan TBS) serta pada saat keluar (berat truk). Dari selisih timbangan saat truk dan keluar, di peroleh  bersih timbangan yang di gunakan oleh perusahaan PMKS Pulai. Truk yang melewati jembatan harus berjalan dengan pelan karena jembatan timbang sangat sensitive terhadap beban yang di bawa oleh Dam Truk maupun Mini Traktur. Pada saat penimbangan posisi truk harus berada di tengah agar beban yang di bawa bisa seimbang dan beratnya  merata.
3.3.2. Loading Ramp
           TBS yang telah di timbang di jembatan timbang selanjutnya di bongkar di Loading Ramp dengan menuang langsung dari truk. Loading Ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa plat besi dengan kemiringan yang berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa, sampah, kerikil, dan pasir yang di bawa oleh Dam Truk, Mini Traktur, dan Ponton. Loading Ramp di lengkapi pintu-pintu keluaran yang di gerakkan secara hidrolis sehingga memudahkan dalam pengisian TBS. selanjutnya TBS tersebut di maksud ke dalam Lori.
3.3.3. Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)
      Kapasitas perlori 10 ton TBS Lori yang telah berisi TBS di kirim ke stasiun rebusan dengan cara di tarik menggunakan Capstand yang di gerakkan oleh motor listrik hingga masuk ke stasiun rebusan (Sterilizer). Dalam  perebusan TBS di panaskan dengan uap dan temperature sekitar 135 dengan tekanan 3 Kg / CM². Proses rebusan di lakukan secara bertahap-tahap yang di lakukan selama tiga puncak tekanan agar di peroleh hasil yang optimal. Proses perebusan ini sangat menentukan kualitas hasil pengolahan TBS, dengan tujuan untuk menghentikan perkembangan asam lemak bebas, memudahkan proses pelepasan brondolan dari janjangan, melunakkan brondolan dari janjangan sehingga memudahkan pelepasan / pemisah antara daging buah dan Nut (Cangkang).
3.3.4. Cantilever
      Cantilever berfungsi sebagai rel untuk jalan keluar masuk lori ke dalam rebusan.



3.3.5. Stasiun Penebah (Threshing Station)
 TBS dari lori tersebut yang telah di rebus di kirim ke bagian pemipilan dan di tuangkan menggunakan Tippler Kealat Pemipil (Threshing). Proses pemipilan terjadi akibat tromol berputar pada sumbu mendatar yang membawa TBS ikut berputar sehingga membanting-banting TBS tersebut dan menyebabkan brondolan lepas dari tandannya. Pada bagian dalam dari pemipil, di pasang batang-batang besi perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan brondolan keluar dari pemipil. Brondolan yang keluar dari bagian bawah pemipil dan di tampi oleh sebuah Screw Conveyor untuk di kirim ke bagian Digesting dan Pressing.
 Sementara tandan (Janjangan Kosong) yang keluar dari bagian belakang pemipil di tampung oleh Elevator.Kemudian hasil tersebut di kirim ke Tungku bakar untuk di jadikan abu sebagai pemisah cangkang dan kernel pada St. Kernel.
3.3.6. Station Kempa (Pressing Station)
            Brondolan yang telah terpipil dari stasiun pemipilan di angkut ke bagian pengadukan / pencacahan (Digester). Alat yang di gunakan untuk pengadukan / pencacahan berupa sebuah tangki yang di lengkapi dengan lengan-lengan pencacah di dalamnya. Lengan-lengan pencacah ini di putar oleh motor listrik yang di pasang di bagian atas dari alat pencacah (Digester). Tujuan utama dari proses Digester yaiu untuk mempersiapkan daging buah untuk pengepaan (Pressing) sehingga minyak dengan mudah dapat di pisahkan dari daging-daging dengan kerugian sekecil-kecilnya.






3.3.7. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station)
            Stasiun pemurnian yaitu merupakan stasiun pengolahan Pabrik Kelapa Sawit yang bertujuan untuk melakukan pemurnian Minyak Kelapa Sawit (MKS) dari kotoran-kotoran seperti padatan, lumpur, dan air. Tujuan dari pembersihan / pemurnian minyak kasar yaitu agar di peroleh minyak dengan kualitas sebaik mungkin dan dapat di pasarkan dengan harga yang layak.
3.3.8. Stasiun Pemisah Biji Kernel
      Proses pemisahan biji dan serabut dari ampas pengempaan bertujuan terutama untuk memperoleh biji sebersih mungkin. Kemudian dari biji tersebut harus menghasilkan inti sawit secara rasional, yakni kerugian yang sekecil-kecilnya dengan hasil inti sawit yang setingi-tingginya. Pemisahan biji dari gumpalan ampas pengempaan sangat di pengaruhi oleh segi-segi teknis dari proses yang mendahuluinya biji yang bersih maka sebab-sebab utama dari penggalan tersebut dapat di sebabkan oleh hal-hal berikut ini :
a.  Perebusan kurang baik sehingga biji sukar lepas dari serabut.
b. Fibre pengepaan tidak cukup kering karena kondisi buah kurang bagus, tekanan pengepaan kurang mencukupi.
c.  Kotoran-kotoran berat seperti batu, kerikil, pasir, sampah, dan lain-lain yang memperkecil alat pemisah.
d.       Kebersihan alat tidak terpelihara sehingga mempengaruhi hasil kerja.
      Adapun cara yang di gunakan untuk memisah biji dari serabut kelapa sawit yaitu menggunakan cara pneumatic yaitu pemisah biji dari serabut dengan menggunakan tarikan atau hisapan udara pada sebuah kolom pemisah. Gumpalan ampas pengempaan di pecah dengan Cake Breaker Conveyor, lalu di jatuhkan dari bagian samping kolom pemisah. Sementara biji akan mengalami benturan yang keras sehingga pecah dan mengeluarkan inti yang sangat keras sehingga pecah dan mengerluarkan inti yang ada di dalamnya. Selain biji sebagian inti sawit (Kernel) juga ikut pecah, kernel pecah ini harus di batasi meksimum 10% lalu kernel-kernel tersebut sangat peka terhadap penjemuran dan pengasaman.
      Pemisah kernel dan cangkang merupakan metode yang di gunakan dalam pemisahan kernel dan cangkang, yaitu menggunakan sistem pemisahan kering. Pemisahan kering di lakukan dalam suatu kolom pertikel dengan bantuan dari hisapan udara. Kernel yang di terpisah dari cangkang di masukkan ke silo kering untuk di turunkan kandungan air hingga mencapai 5%, pengeringan di lakukan dengan udara yang bertemperatur 90-100° ¢ selama 3-5 jam.
3.3.9. Stasiun Pembangkit Tenaga Mesin
        Stasiun pembangkit yaitu sebuah unit mesin pabrik yang  menghasilkan sumber energi untuk menggerakkan mesin-mesin dan peralatan lain yang memerlukan tenaga dalam jumlah besar yang di butuhkan oleh perusahaan PT. TH  Indo Plantations PMKS Pulai yaitu Ketel Uap (Boiler) yang menghasilkan tenaga uap untuk menggerakkan Turbin, dan mesin Genset (Diesel). Kemudian uap dari Turbin di tamping ke dalam sebuah bejana tekan yang di manfaatkan untuk proses perebusan buah dan keperluan proses pengolahan, seperti pemanasan minyak dan kernel. Dalam stasiun pembangkitan tenaga ini di butuhkan juga tenaga pembantu dari Genset (Diesel) yang di gunakan pada saat Pabrik atau perusahaan kelapa sawit akan memulai operasi atau pada saat tidak beroperasi.
3.3.10.  Stasiun Pengolahan Air
 Air merupakan kebutuhan vital bagi sebuah Pabrik Kelapa Sawit karena sebagian proses pengolahan memerlukan air. Umumnya air yang di peroleh dari sumber air hujan, air kanal, dan lain-lain.

3.3.11.  Bengkel
      Proses pengolahan kelapa sawit pada pabrik perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai sangat tergantung dari kualitas dan jumlah TBS yang di hasilkan oleh setiap kebun maupun estate. Produksi TBS yang tinggi mengharuskan beroperasi dengan jam olah yang tinggi karena TBS yang di biarkan terlalu lama (Restan) akan mengakibatkan peningkatan kadar asam lemak bebas. Ekstraksi minyak dan inti sawit selain di pengaruhi oleh kualitas TBS, juga sangat tergantung dari proses pengolahan dan kondisi alat pengolahan. Untuk mencapai jam olah yang tinggi dan kualitas produk yang baik  harus di dukung oleh sebuah bengkel yang mempunyai bagian mekanikal dan elektrik.

3.4.   Perhitungan Produksi CPO dan Kernel
Untuk menghitung minyak produksi dalam sebuah BST yang berisi minyak CPO dengan cara melakukan sounding yang berguna untuk mengetahui stock awal BST, stock akhir, dan jumlah produksi hari ini. Tetapi sebelum kita mengetahui jumlah stock awal BST, kita harus menghitung Ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding dengan menggunakan meteran. Setelah ukuran Sounding, Temperature, dan meja sounding di ketahui  hasilnya, baru dapat menghitung stock awal BST yang di lakukan dengan rumus yaitu :
a.  Mencari Temperature
           Rumus             = Temperature – 40 x 0.0000348 + 1            
           Diket               = 50̊°¢ – 40  = 10
                                   = 10 x 0.0000348
                                   =  0.000348 + 1
           Temperature    = 1.000348


b. Menghitung Stock BST
           Rumus             : Ukuran sounding + Meja sounding,
lalu lihat pada table buku  perhitungan BST guna untuk mencari   nilai Meter, CM, dan MM setelah mengetahui hasil dari Meter, CM, dan MM (table terlampir).
                        Dik                  : Tinggi Sounding       = 383.6 (3 M, 83 CM, 6 MM)
                                                : Temperature              = 50°¢ (0.8893)
                                                : Tinggi Meja               = 11.3 M (11 CM, 3 MM)
                                                : Density                      = 0.8893
                                    Stock Akhir               
                                                                                   =  383.6 + 11.3=394.9
                                                                                   =  394 + 9
                                                                                   =  945539 + 2130
                                                                                   =  947669 x 1.000348
                                                                                   =  947999 x 0.8893
                                                                                   =  843.055 MT
c.  Mencari Jumlah Produksi Hari Ini
Rumus             : Stock awal – Stock Akhir Produksi
Dik                  :           Stock Awal     = 843.055        MT
                        :           Stock Akhir     = 658.876  -     MT
                                                            = 184.179       MT
d.      Perhitungan OER
           Rumus OER    :  Produksi CPO / TBS Olah
           Dik                                                      =  184.179 / 863.455 x 100
                                                                       =  0.2133 x 100
           OER Actual                                        =  21.33 %                  
           Budget                        :  22.00
3.5.  Perhitungan Produksi Menggunakan Sistem I-Plas
Setelah selesai semua perhitungan yang telah di produksi hari, maka perhitungan tersebut di input ke jaringan menggunakan sistem I-Plas. Yang berfungsi sebagai laporan perusahaan kepada atasan untuk mengetahui jumlah penerimaan Tandan Buah Segar (TBS), jumlah produksi, maupun jumlah penjualan Clude Palm Oil (CPO), dan Kernel.
3.5.1.   Shift Report Entry

             Table di atas adalah table Shift Report Entry yaitu di  merupakan laporan jumlah produksi yang akan di olah sesuai dengan Shift / Jadwal kerja, pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai di bedakan menjadi 2 (Dua) yaitu Shift Siang dan Shift Malam. Lalu laporan tersebut di input melalui sistem I-Plas dengan cara sebagai berikut :
                       

     Date                         = Di isi sesuai tanggal produksi,
  Start Code               = Di isi sesuai Shift kerja Shift Siang dan Shif26t          Malam.
     Actual Start             = Di isi dengan jam mulai pengolahan
     Actual                     = Di isi dengan jam selesai pengolahan
  Cages Prosessed     = Di isi dengan berapa jumlah yang ada di lori untuk           di produksi.
Cages Weight          = Di isi dengan berapa jumlah produksi malam dan  siang.
     Ramp Balance         = Tidak Di isi.
     Cages Balance         = Di isi dengan berapa jumlah produksi hari ini.
     Flat Form Balance   = Tidak Di isi.
     Down Time             = Tidak Di isi.
     Cause                      = Tidak Di isi.
Processing Hours    = Di isi berapa jam jumlah pengolahan produksi.
      Lalu setelah selesai lalu klik Add. Dan selanjutnya input data yang akan di kirim melalui Sistem I-Plas.












3.5.2.     Produk Quality

     Setelah selesai menginput laporan Shift Report Entry, selanjutnya menginput Product Quality. Product Quality merupakan suatu daya tahan atau ketetapan untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan suatu nilai untuk konsumen, yaitu sebagai berikut :
   Maintenance Product Quality
Date                   = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
Storage Code     = Di isi sesuai dengan Bangker yang di produksi.

     Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu sebagai berikut :
        Reading Date     = Di isi sesuai dengan tanggal produksi.
        Strorage Code    = Di isi sesuai dengan bangker yang di produksi.
        FFA                    = Tidak Di Isi.
        Moinsture           = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture Divisi Lab.
       Dirt                     = Di isi sesuai dengan laporan Dirt dari Divisi Lab.
   Lalu setelah selesai semua di isi lalu klik Select.
3.5.3.   Strorage Reading
Setelah selesai menginput Product Quality selanjutnya lalu menginput Storage Reading. Strorage Reading adalah suatu penyimpanan data dalam waktu jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan produksi yang di olah oleh perusahaan yang di kirim melalui sistem I-Plas.
Maintenance Strorage Reading
    Data                    = Di isi sesuai dengan tanggal Produksi.
                                            Storage Code    = Di isi sesuai dengan BST yang terisi dengan minyak yang   telah di produksi.
Setelah selesai di isi lalu klik Select dan selanjutnya timbul kolom yang akan di isi sesuai dengan data-data pengolahan produksi perusahaan, yaitu sebagai berikut :
       Quality                = Di isi sesuai dengan quality yang ada di Repport PPU.
 FFA                     = Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang      ada di Repport PPU dari.
Moinsture      = Di isi sesuai dengan laporan Moinsture dari Divisi Lab           yang ada di Repport PPU.
Dirt                     = Di isi sesuai dengan laporan FFA dari Divisi Lab yang                 ada di Repport PPU dari.
            Lalu setelah selesai semua di isi klik Add,. Selesai.



3.6.Kegiatan Selama Prakerin
Kegiatan / pekerjaan saya selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) 4 (Empat) bulan di PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai adalah yaitu sebagai berikut :
KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
20 JUNI 2016 – 30 JUNI 2016




Tanggal
Jenis Kegiatan


20 Juni 2016
Sampai
30 Juni 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Merekap penerimaan TBS per estate / wilayah

3. Membuat BKM Gardener

4. Menulis Surat Berobat

5. Menginput data Laporan Unit Pabrik (LUP)

6. Menginput data Stock PPU dan KCP

7. Scan Dokumen Despacth Kernel

8. Scan Dokumen Despacth CPO

9. Scan SPB PMKS Agatis dari Januari – Juni

10. Scan SPB PMKS Jati dari Januari – Juni

11. Scan SPB PMKS Tembusu dari Januari - Juni

12. Scan SPB PMKS Ramin dari Januari – Juni

13. Merekap data Belanja untuk GH Mawar

14. Menulis Bin Card Perlengkapan Gudang

    




KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 JULI 2016 – 30 JULI 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan


1 Juli 2016
Sampai
30 Juli 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Croscheck BKM

3. Merekap Cuti Karyawan

4. Membuat Berita Acara Sounding BST

5. Mengirim Berita Acara Sounding BST Melalui
E-  mail

6. Merekap Data TBS Terima

7. Merekap Data TBS Olah

8. Merekap Laporan Produksi Kernel

9. Merekap Laporan Produksi CPO

10. Merekap Logsheet Proses Shift I dan Shift II

11. Merekap Penerimaan TBS Per Estate / Wilayah


KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 AGUSTUS 2016 – 31 AGUSTUS 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan


1 Agustus 2016
Sampai
31 Agustus 2016
1. Merekap Laporan Harian Produksi (LHP)

2. Menginput Data Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK)

3. Menginput Nota Belanja Untuk Kantor

4. Merekap TBS Terima

5. Merekap TBS Olah

6. Menginput Data Monitoring Target Penerimaan TBS

7. Menginput Data Report KCP

8. Menginput Data Monitoring Operasional Timbangan

9. Menginput Data Entry LSNPK PPU

10. Menginput Data Monitoring FFB PPU


KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 SEPTEMBER 2016 – 30 SEPTEMBER 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan













1 September 2016
Sampai
 30September 2016














1. Menginput Data Laporan Sortasi Nilai Panen Kebun (LSNPK).

2. Menginput Data LSNPK.

3. Menginput Data Target Penerimaan TBS.

4. Croschek LHP.

5. Menginput Data Produksi Ke I-Plas.

6. Menginput Data Monitoring Operasional Timbangan

7. Menginput Data Report KCP

8. Menginput Data M. Riss Ke I-Plas

9. Membuat Lampiran Purchase Request  Permintaan Pembelian (PP)

10. Mengisi Monitoring Pemakaian Bensin Bulan Agustus

11. Mengirim E-mail PP

12. Merekap Grafik Produksi

13. Mengirim Rekap Penerimaan TBS, dan Grafik Produksi Ke E-mail.

14. Merekap Penerimaan Buah Per Estate

15. Merekap Grafik Produksi OER, KER, FFA, dan Nilai Panen

16. Merekap Monitoring Penerimaan TBS Per Estate

17. Mengirim Grafik, Produksi OER, KER, FFA, Nilai Panen, dan Monitoring Penerimaan TBS Per Estate Ke E-mail.







KEGIATAN SELAMA PRAKERIN

DI PT. TH INDO PLANTATIONS PMKS PULAI
1 OKTOBER 2016 – 20 OKTOBER 2016

Tanggal
Jenis Kegiatan




1 Oktober 2016
Sampai
20 Oktober 2016





1. Merekap Monitoring Penerimaan Buah Per Estate.

2. Merekap Grafik Produksi.

3. Mengirim Monitoring Penerimaan Buah Per Estate dan Merekap

    Grafik Produksi Ke E-mail.

4. Menginput Data M. Riss Ke I-Plas.

5. Membuat Lampiran PP.

6. Membuat LPO Lokal.

7. Merekap Cuti Karyawan.





3.4.   Keterlaksanaan (Faktor Pendukung dan Penghambat)
            Faktor pendukung dan faktor penghambat yang ada di perusahaan PT. TH Indo Plantations selama saya Praktek Kerja Industri (Prakerin) yaitu adalah sebagai berikut :
3.4.3.   Faktor Pendukung
a.    Adanya dukungan dan dorongan material maupun spiritual dari orang tua, guru, saudara, teman-teman untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
b.   Pihak perusahaan juga turut mendukung dan menerima saya untuk melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan cara membimbing dan mengajarkan saya.
c.    Fasilitas yang di berikan oleh kantor sangat lengkap dan dan memadai sehingga   kami merasa di dalam dunia kerja.




3.4.4.   Faktor Penghambat
a.    Siswa belum bisa mengenal lingkungan dan beradaptasi dengan baik sehingga merasa kurang nyaman saat berada di lingkungan perusahaan.
b.   Kurangnya ilmu serta bimbingan yang di berikan kepada  siswa/i untuk menghadapi Praktek Kerja Industri (Prakerin).
c.    Pengetahuan metode dalam dunia kerja berbeda dengan metode yang di ajarkan di sekolah.

3.5.   Manfaat yang Di rasakan Selama Prakerin
a.    Mendapatkan pengalaman kerja dan pengertahuan tentang pengolahan produksi kelapa sawit menjadi CPO dan Kernel.
b.   Mendapatkan banyak pengetahuan karena selama Praktek Kerja Industri tidak hanya mengetahui di bagian produksi saja, tetapi kami di ajarkan untuk mengetahui berbagai macam bidang.
c.    Menjadi berani dalam berkomunikasi dan berinteraksi kepada orang lain seperti atasan dan lain sebagainya.
d.   Mendapatkan banyak ilmu dan masukan dari pihak perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai.
e.    Menambah pengalaman dan bisa merasakan betapa sulitnya dalam bekerja.
f.    Bisa merasakan bagaimana kita terjun di dunia kerja dan bisa bertanggung jawab atas pekerjaan.
g.   Serta lengkapnya fasilitas yang di berikan oleh kantor sehingga siswa/i Praktek Kerja Industri (Prakerin) tidak merasa sulit dalam mengerjakan tugas.




3.6.   Pengembangan / Tindak Lanjut
a.    Akan mengamalkan lagi di sekolah sesuai dengan apa yang telah Di dapatkan di dunian kerja.
b.   Akan mengamalkan apa yang di dapatkan di tempat dunia Praktek Kerja Industri (Prakerin) kepada teman-teman.
c.    Mengusulkan kepada pihak sekolah agar meningkatkan lagi kemampuan siswa dalam menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
d.   Siswa/i yang akan menghadapi pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) harus mempunyai persiapan serta belajar dan berlatih untuk menjadi yang terbaik.
e.    Akan di praktekan dan di terapkan di sekolah atau di rumah tentang ilmu yang sudah di dapatkan di tempat Prakerin.

















                                                                  BAB IV   
PENUTUP
4.1.  Kesimpulan
              Dari penjelasan laporan selama Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan judul “Prosedur Pengolahan Produksi TBS Menjadi CPO dan Kernel”. Adalah sebagai berikut :
1.      Produksi adalah suatu penghasilan yang menghasilkan  produk barang jadi maupun produksi di bidang jasa. Tetapi pada perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai produksi yang di hasilkan adalah produksi CPO dan Kernel minyak mentah dari TBS (Tandan Buah Segar) / Kelapa sawit.
2.      Proses penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) yaitu buah yang berasal dari estate / wilayah di kirim melalui kendaraan  Dam Truk, Ponton, dan Mini Traktur melewati dua jalur yaitu jalur transportasi darat dan transportasi air.
3.      Pengolahan TBS (Tandan Buah Segar) menjadi CPO dan Kernel yaitu setelah buah di terima oleh pihak PKS (Pabrik Kelapa Sawit) melalui dua jalur lalu buah tersebut di timbang dan di sortasi, setelah penimbangan dan sortasi selesai maka buah tersebut masuk ke stasiun-stasiun untuk di olah. Berikut Stasiun-stasiun pengolahan produksi Kelapa Sawit adalah sebagai berikut :
a.    Stasiun Loading Ramp.
b.   Stasiun Rebuasan (Sterilizing Station).
c.    Stasiun Penebah (Treshing Station).
d.   Stasiun Kempa (Pressing Station).
e.    Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Station).
f.    Stasiun Pemisah Biji Kernel.
g.   Stasiun Pembangkit Tenaga.
h.   Stasiun Pengolahan Air.
i.     Bengkel.

4.2. Saran
Dengan kerendahan hati saya bermaksud untuk mengajukan saran pada berbagai pihak yang berhubungan dengan pelaksanaan Praktek Kerja Industri (PKL) pada pihak perusahaan dan pada pihak sekolah.
3.2.3. Saran Untuk Pihak Perusahaan PT. TH Indo Plantations PMKS Pulai
a.       Meningkatkan dan  memberi motivasi kepada para karyawan, sehingga tercipta semangat kerja dengan semangat untuk perusahaan.
b.      Meningkatkan pengawasan yang lebih baik lagi untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan karyawan  dalam melaksanakan tugasnya.
c.       Meningkatkan manajemen terhadap peningkatan kesejahteraan karyawan.
d.    Melengkapi sarana dan prasarana pada perusahaan guna untuk menunjang system kerja
e.       Meningkatkan lingkungan yang bersih dan dekorasi yang sesuai sehingga dapat menarik perhatian dalam pengunjungan tamu.
f.       Dapat lebih memperhatikan peserta Prakerin sehingga tidak terjadi hal yang di inginkan.
3.2.4. Saran Untuk Sekolah SMK Taruna Bhakti Indonesia Kateman
a.       Meningkatkan dalam berbagai bidang pelajaran serta kejurusan baik itu dari segi praktek maupun teori.
b.      Meningkatkan dan  memberikan motivasi terhadap seluruh siswa-siswi guna untuk menciptakan semangat dalam belajar.
c.       Mengadakan sumber-sumber buku khusus tentang seluruh Bidang Studi sehingga bisa di jadikan sumber untuk belajar.
d.      Meingkatkan kerjasama dengan pihak perusahaan baik dalam program dan pelaksanaan pengembangan di bidang jurusan tertentu.



DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi,(2010:5)pengertianprosedur,http//:www.mulyadi.wordpress.com/pengertianprosedur.html, Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Zaki,Baridwan,(2009:30)pengertianprosedur,http//:www.zaki.baridwan.wordpress.com/pengertian-prosedur.html. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
PrajudiAtmosudirdjo.1982.TeknologiPengolahanKelapaSawit.http://prajudiatmosudirjo.wordpress.com/2009/03/20/teknologi-pengolahan-kelapa-sawit.html. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.
Mansgunsong,Lamria.dkk.2003.BukuAjarTeknologiPengolahanKelapaSawit.Polnep.Pontianak http://apwardhanu.wordpress.com/2009/03/20/teknologipengolahankelapa-sawit. Tanggal 11 November 2016 jam 4.17 pm.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar