Minggu, 03 Desember 2017

ARTIKEL



           
NIATKAN KARENA LILLAHI DENGAN SEMANGAT BERDAKWAH

Niatkan karena lillahi dengan semangat berdakwah yang mengharap rahmat dan keridhoan dari Allah Swt. Tidak melanggar peraturan yang telah di tentukan dari Allah Swt. Beribadah kepada Allah semata – mata di niatkan hanya karena Allah yang mendatangkan pahala dan pertolongan Allah Swt. Kita juga sebagai umat muslim harus beribadah kepada Allah, dan sebaliknya apa bila beribadah tidak di landasi karena Allah maka bukan hanya tidak mendatangkan pahala namun lebih dari itu malah merugikan  diri sendiri. Orang yang berbuat kebaikan hanya mendapat ridho Allah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana yang di jelaskan dalam QS Al – Baqarah : 261 yaitu yang artinya “ Perumpamaan  ( Nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui ”. (QS Al – Baqarah : 261 ).
            Allah berfirman “ Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia mensyerikatkan amalannya tersebut ( juga ) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk yang dia syarikatkan ”. ( HR Ibnu Majah ). Dalam niat karena lillahi ini merupakan kewajiban yang harus di lakukan oleh umat islam untuk memulai segala aktifitas baik itu individu maupun aktifitas kelompok karena dengan niat harus benar – benar tulus hanya untuk Allah bukan untuk selain Allah. Sebagaimana dalam sebuah hadits juga di sebutkan yang artinya “ Sesungguhnya segala sesuatu itu harus di sertai dengan niat “, itulah hadits yang menjelaskan tentang niat yang harus bisa di terapkan sebagai umat islam. Karena islam adalah rahmatallill a’lamin yaitu rahmat bagi seluruh umat islam.
            Banyak pekerjaan ibadah yang rentan dengan perubahan niat ini. Dalam niat ini kita sebagai  umat  islam harus bisa merepakan apa yang telah di tetapkan oleh Allah. Yang namanya niat adalah sampainya ilmu, artinya jika sampai ilmu untuk melakukan sesuatu, maka berarti telah niat secara pasti. Jika seseorang ingin mengerjakan sesuatu, maka secara logika tidak mungkin ia melakukannya tanpa niat. Begitu pula tidak mungkin seseorang yang tidak punya kehendak apa-apa dikatakan telah berniat.
            Niat merupakan rukun pertama dari semua amal shaleh ( Perbuatan baik ) yang kita lakukan di manapun kita berada, tanpa niat segala amal ibadah yang kita lakukan akan sia – sia baik itu shoalt, zakat, puasa, haji, sedekah dll, kita akan batal jika tidak di sertai dengan niat dan tidak akan mendapat pahala maupun keridhoan dari Allah Swt.  Sebagaimana dalam sebuah HR Bukhari yang artinya bahwa “ Sesungguhnya amal – amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia hijrahi “ ( HR Buhkari ). Sebagaimana hadits di atas, bahwa niat adalah penting. Ada niat mengerjakan sesuatu untuk Allah, ada pula untuk yang lain seperti kesenangan dunia yaitu pamer, harta, jabatan atau wanita.
            Sering orang melakukan suatu kebaikan hanya karena riya. Ingin dilihat orang sehingga orang mengatakan bahwa dia adalah dermawan, pahlawan, dan sebagainya. Meski dia tidak mengharapkan imbalan apa-apa kecuali dikenal orang sebagai orang yang baik, dermawan atau philanthropist, Allah mengatakan orang seperti itu sebagai teman setan dan memberikan neraka sebagai balasannya: Dan ( juga ) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya ” ( QS An - Nisaa’ :38 ).
            Dalam berdakwah banyak pemuda pemudi umat islam yang pada saat ini telah lalai dari tujuan hidup mereka di ciptakan oleh Allah di muka bumi ini. Banyak di antara mereka yang memusatkan perhatian dan kerja kerasnya untuk meraih prestasi pendidikan, pekerjaan yang mapan dan kemapanan ekonomi semata. Tetapi untuk urusan akhirat mereka mencukupkan diri dengan ibadah pribadi saja, semua itu yang di lakukan sudah benar namun tanpa di sadari bahwa Allah menciptkan manusia tidak untuk tujuan meraih keshalihan pribadi semata tetapi untuk umat islam lainnya yang belum mengenal tentang ajaran islam dengan baik dan benar. Sering kita melihat banyak umat islam yang masih melakukan perbuatan – perbuatan yang di larang oleh Allah Swt. Seperti melakukan kemaksiatan dan banyak anak – anak, remaja, pemuda, dan bahkan orang tua yang hanya sekedar bisa membaca Al – Qur’an da nada juga yang masih belum bisa membaca Al – Qur’an.
            Sebagai seorang pemuda pemudi umat islam kita tidak boleh memandang sebelah mata, karna kita memiliki kewajiban untuk berdakwah dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar kepada umat islam yang lainnya. Sebagaimana yang di jelaskan dalam QS Al - Imran : 104 yang artinya “ Hendaklah diantara kalian ada satu kelompok yang mengajak umat manusia kepada kebaikan, memerintahkan perbuatan amar ma’ruf yang mencegah perbuatan yang mungkar. Mereka itulah orang - orang yang meraih kemenangan “.

            Menurut penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa niat adalah sebagai penentuan apakah amal atau aktifitas serta kegiatan yang kita lakukan itu di terima oleh Allah Swt atau tidak. Oleh karena itu marilah kita sama – sama perbaiki diri kita sendiri untuk memulai segala sesuatu yang di awali dengan niat karena Allah Swt terlebih dahulu, setelah itu marilah kita mengimplementasikan kepada orang yang ada di sekitar kita untuk mengawali segala sesuatu dengan niat. Agar kita dan orang – orang yang ada di sekitar kita segala sesuatu yang di lakukan dengan semangat berdakwah untuk berbuat baik mendapat keridhoan dari Allah dan mendapat pahala yang berlipat ganda. Sebagai pemuda pemudi muslim perlu kita sadari bahwa tidak hanya kesuksesan duniawi saja yang kita kejar tetapi juga kita wajib mengejar kesuseksan akhirat juga yang di sempurnakan dengan mangajak atau membimbing umat manusia untuk bersama – sama melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah semata. Maka dari itu kita sebagai pemuda umat islam generasi masa depan marilah kita ubah diri kita menjadi yang lebih baik lagi kita niatkan karena lillahi dengan semangat berdakwah untuk mengajak dan mengimplementasikan kepada umat islam menjadi lebih baik lagi dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Amin ya rabbal alamin.
           


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar