NIATKAN
KARENA LILLAHI DENGAN SEMANGAT BERDAKWAH
Niatkan karena lillahi
dengan semangat berdakwah yang mengharap rahmat dan keridhoan dari Allah Swt.
Tidak melanggar peraturan yang telah di tentukan dari Allah Swt. Beribadah
kepada Allah semata – mata di niatkan hanya karena Allah yang mendatangkan
pahala dan pertolongan Allah Swt. Kita juga sebagai umat muslim harus beribadah
kepada Allah, dan sebaliknya apa bila beribadah tidak di landasi karena Allah
maka bukan hanya tidak mendatangkan pahala namun lebih dari itu malah
merugikan diri sendiri. Orang yang
berbuat kebaikan hanya mendapat ridho Allah akan mendapatkan pahala yang
berlipat ganda. Sebagaimana yang di jelaskan dalam QS Al – Baqarah : 261 yaitu
yang artinya “ Perumpamaan ( Nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat
gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui ”. (QS Al – Baqarah : 261 ).
Allah
berfirman “ Aku adalah yang paling tidak butuh kepada syarikat, maka
barangsiapa yang beramal suatu amalan untuku lantas ia mensyerikatkan amalannya
tersebut ( juga ) kepada selainku maka Aku berlepas diri darinya dan ia untuk
yang dia syarikatkan ”. ( HR Ibnu Majah ). Dalam niat karena lillahi ini
merupakan kewajiban yang harus di lakukan oleh umat islam untuk memulai segala
aktifitas baik itu individu maupun aktifitas kelompok karena dengan niat harus
benar – benar tulus hanya untuk Allah bukan untuk selain Allah. Sebagaimana
dalam sebuah hadits juga di sebutkan yang artinya “ Sesungguhnya segala sesuatu
itu harus di sertai dengan niat “, itulah hadits yang menjelaskan tentang niat
yang harus bisa di terapkan sebagai umat islam. Karena islam adalah
rahmatallill a’lamin yaitu rahmat bagi seluruh umat islam.
Banyak
pekerjaan ibadah yang rentan dengan perubahan niat ini. Dalam niat ini kita
sebagai umat islam harus bisa merepakan apa yang telah di
tetapkan oleh Allah. Yang namanya
niat adalah sampainya ilmu, artinya jika sampai ilmu untuk melakukan sesuatu,
maka berarti telah niat secara pasti. Jika seseorang ingin mengerjakan sesuatu,
maka secara logika tidak mungkin ia melakukannya tanpa niat. Begitu pula tidak
mungkin seseorang yang tidak punya kehendak apa-apa dikatakan telah berniat.
Niat merupakan rukun pertama dari
semua amal shaleh ( Perbuatan baik ) yang kita lakukan di manapun kita berada,
tanpa niat segala amal ibadah yang kita lakukan akan sia – sia baik itu shoalt,
zakat, puasa, haji, sedekah dll, kita akan batal jika tidak di sertai dengan
niat dan tidak akan mendapat pahala maupun keridhoan dari Allah Swt. Sebagaimana dalam sebuah HR Bukhari yang
artinya bahwa “ Sesungguhnya amal – amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi
tiap tiap orang apa yang diniatinya. Barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya
maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk meraih
kesenangan dunia atau menikahi wanita, maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia
hijrahi “ ( HR Buhkari ). Sebagaimana hadits di atas, bahwa niat adalah
penting. Ada niat mengerjakan sesuatu untuk Allah, ada pula untuk yang lain
seperti kesenangan dunia yaitu pamer, harta, jabatan atau wanita.
Sering orang melakukan suatu
kebaikan hanya karena riya. Ingin dilihat orang sehingga orang mengatakan bahwa
dia adalah dermawan, pahlawan, dan sebagainya. Meski dia tidak mengharapkan
imbalan apa-apa kecuali dikenal orang sebagai orang yang baik, dermawan atau
philanthropist, Allah mengatakan orang seperti itu sebagai teman setan dan
memberikan neraka sebagai balasannya: ” Dan ( juga ) orang-orang yang menafkahkan harta-harta
mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada
Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi
temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya ” ( QS An - Nisaa’
:38 ).
Dalam berdakwah banyak pemuda pemudi umat islam yang pada
saat ini telah lalai dari tujuan hidup mereka di ciptakan oleh Allah di muka
bumi ini. Banyak di antara mereka yang memusatkan perhatian dan kerja kerasnya
untuk meraih prestasi pendidikan, pekerjaan yang mapan dan kemapanan ekonomi
semata. Tetapi untuk urusan akhirat mereka mencukupkan diri dengan ibadah
pribadi saja, semua itu yang di lakukan sudah benar namun tanpa di sadari bahwa
Allah menciptkan manusia tidak untuk tujuan meraih keshalihan pribadi semata
tetapi untuk umat islam lainnya yang belum mengenal tentang ajaran islam dengan
baik dan benar. Sering kita melihat banyak umat islam yang masih melakukan
perbuatan – perbuatan yang di larang oleh Allah Swt. Seperti melakukan
kemaksiatan dan banyak anak – anak, remaja, pemuda, dan bahkan orang tua yang
hanya sekedar bisa membaca Al – Qur’an da nada juga yang masih belum bisa
membaca Al – Qur’an.
Sebagai seorang pemuda pemudi umat islam kita tidak boleh
memandang sebelah mata, karna kita memiliki kewajiban untuk berdakwah dan
saling mengingatkan dalam hal kebaikan dengan amar ma’ruf dan nahi mungkar
kepada umat islam yang lainnya. Sebagaimana yang di jelaskan dalam QS Al -
Imran : 104 yang artinya “ Hendaklah diantara kalian ada satu kelompok yang
mengajak umat manusia kepada kebaikan, memerintahkan perbuatan amar ma’ruf yang
mencegah perbuatan yang mungkar. Mereka itulah orang - orang yang meraih
kemenangan “.
Menurut penjelasan di atas dapat di
simpulkan bahwa niat adalah sebagai penentuan apakah amal atau aktifitas serta
kegiatan yang kita lakukan itu di terima oleh Allah Swt atau tidak. Oleh karena
itu marilah kita sama – sama perbaiki diri kita sendiri untuk memulai segala
sesuatu yang di awali dengan niat karena Allah Swt terlebih dahulu, setelah itu
marilah kita mengimplementasikan kepada orang yang ada di sekitar kita untuk
mengawali segala sesuatu dengan niat. Agar kita dan orang – orang yang ada di
sekitar kita segala sesuatu yang di lakukan dengan semangat berdakwah untuk
berbuat baik mendapat keridhoan dari Allah dan mendapat pahala yang berlipat
ganda. Sebagai pemuda pemudi muslim perlu kita sadari bahwa tidak hanya
kesuksesan duniawi saja yang kita kejar tetapi juga kita wajib mengejar
kesuseksan akhirat juga yang di sempurnakan dengan mangajak atau membimbing
umat manusia untuk bersama – sama melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah
semata. Maka dari itu kita sebagai pemuda umat islam generasi masa depan
marilah kita ubah diri kita menjadi yang lebih baik lagi kita niatkan karena
lillahi dengan semangat berdakwah untuk mengajak dan mengimplementasikan kepada
umat islam menjadi lebih baik lagi dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Amin ya rabbal
alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar